Bhinneka: Keberagaman dan Kesetaraan Tanpa Batas

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
EnglishBahasa Indonesia


Didukung oleh:


Bhinneka
Organisasi
Lembaga Bhinneka mengampanyekan keberagaman dan kesetaraan melalui internet (Facebook, grup diskusi, twitter, website), media cetak (majalah, brosur) dan tatap muka (diskusi, pelatihan, seminar, bimbingan belajar, perpustakaan). Selain diskusi serius, kami juga mencoba mengajak masyarakat berpikir kritis melalui cara-cara populer, yaitu dengan membuka informasi bea-siswa dan lowongan kerja. Dari sini, kami bisa lebih mempengaruhi dan menyebarkan isu keberagaman ke masyarakat seluas-luasnya. Saat ini, lembaga Bhinneka mempunyai cabang di 16 kota di Indonesia.
Status resmi
Terdaftar melalui akte notaris H. Achmad Salis, SH. - Surabaya (Akte Pendirian Lembaga Bhinneka: No 26 Tgl. 25-05-2010)
Kontak
Soe Tjen Marching
Posisi
Pemimpin Proyek
Lokasi
Surabaya

Deskripsi Proyek

Tujuan:

Dengan mempromosikan keberagaman, kami ingin mengubah cara berpikir masyarakat sehingga makin kritis dalam menanggapi wacana fundamentalis yang kian marak. Kami mencoba mendapat dukungan sebanyak mungkin, sehingga massa tergerak untuk mempunyai simpati terhadap isu yang kami angkat.

Sasaran:

A. Tersedianya materi media massa yang mengampanyekan keberagaman dan mengkritisi wacana fundamentalisme di Indonesia
B. Tersedianya ruang-ruang bagi pertumbuhan logika kritis
C. Tersedianya pelatihan keberagaman bagi masyarakat sejak dini, terutama bagi mereka yang tidak mampu
D. Adanya koordinator di berbagai daerah yang mampu merekrut kaderkader baru dan memperkuat jaringan dalam penyebaran wacana keberagaman

Latar belakang:

A. Keterkaitan pada topik: Meretas batas – kebhinekaan bermedia

Indonesia memegang filosofi keberagaman yang tertuang dalam semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Tetapi, gerak pendulum keberagaman Indonesia berada di tengah ancaman karena begitu banyak organisasi fundamentalis yang menunjukkan taringnya.

B. Masalah yang ingin diatasi dan keterkaitan dengan aktivitas

  1. Wacana fundamentalisme semakin menyebar dan sekarang telah merambat ke sekolah-sekolah serta universitas. Telah banyak buku-buku dan majalah murah (bahkan gratis) yang didanai organisasi fundamentalis, untuk mempromosikan ideologi keagamaan mereka, dan berhasil menarik simpati massa.
  2. Beberapa Jurnal atau majalah yang memperjuangkan pluralisme di Indonesia, seringkali terlihat eksklusif, jangkauannya terbatas dan terkadang cukup mahal, sehingga media seperti ini tidak membawa perubahan yang mendasar di masyarakat.
  3. Beberapa kelompok masyarakat menghubungkan keberagaman (terutama seksual) dengan budaya Barat sehingga mereka menolak wacana keberagaman.

C. Keterkaitan pada kategori:Aksi, Strategi Kreatif

Aksi
  1. Memobilisasi sebanyak mungkin masyarakat untuk ikut serta dalam kampanye keberagaman Bhinneka dengan membentuk sel-sel atau cabang-cabang di seluruh Indonesia melalui berbagai media.
  2. Lembaga Bhinneka memproduksi majalah kritis yang dibuat seramah dan segeneral mungkin, sehingga tidak terkesan eksklusif. Dengan membuat “bungkus” yang ramah, kami berharap masyarakat lebih bersimpati dan mempunyai rasa ingin tahu akan proyek kami. Nama Bhinneka dipilih karena merupakan bagian dari semboyan Negara dan sudah cukup akrab di masyarakat.
  3. Lembaga Bhinneka mencoba mengingatkan bahwa keberagaman telah ada di dalam kebudayaan adat dan tradisi Indonesia, bahkan keberagaman orientas seksual yang diterima di Archipelago sempat mengejutkan penjelajah Eropa yang datang ke kepulauan ini beberapa abad yang lalu. Kami akan mempromosikan keberagaman, dengan mengangkat isu-isu lokal.
Strategi kreatif
Menggunakan pendekatan populer sekaligus kritis sehingga masyarakat lebih tertarik dengan isu keberagaman. Mencoba mendekati masyarakat lewat layanan yang diperlukan oleh mereka, seperti informasi lowongan kerja, informasi bea-siswa, dan biro jodoh sehingga mereka tidak merasa didoktrinasi oleh lembaga Bhinneka. Dengan cara ini, kami berharap bisa mempengaruhi pola berpikir masyarakat secara tidak langsung.

D. Aktifitas dan keterkaitan pada sasaran

  • Kontribusi untuk sasaran A – Menerbitkan majalah Bhinneka yang dibagikan gratis, mengaktifkan grup-grup diskusi di Facebook.
Aktivitas:
Membagikan majalah kepada mereka yang kesulitan mendapat akses internet. Selain grup diskusi di Facebook, kami juga mempunyai grup lowongan kerja, biro jodoh dan informasi bea-siswa untuk mempengaruhi cara berpikir masyarakat melalui cara yang lebih halus dan tidak langsung.
  • Kontribusi untuk sasaran B – Mengajak anggota-anggota (terutama yang mahasiswa) untuk aktif merekrut teman-teman mereka untuk berpartisipasi dalam diskusi Bhinneka, mengadakan pelatihan-pelatihan sehingga mereka bisa menjadi kader-kader aktifis keberagaman.
Aktivitas:
Merekrut dengan beberapa tahap: Mereka yang sudah cukup kritis direkrut untuk masuk ke grup diskusi di Facebook. Merekrut mereka yang cenderung beraliran konservatif untuk bergabung dengan diskusi seputar Indonesia, sedangkan yang lebih konservatif direkrut di grup informasi bea-siswa, dan lowongan kerja, dan dari ketiga grup ini kami akan mencoba mempengaruhi mereka.
  • Kontribusi untuk sasaran C - Memberi pelatihan serta bimbingan belajar gratis kepada remaja serta anak-anak yang tidak mampu.
Aktivitas:
Pelatihan menulis akan diberikan kepada remaja dan mahasiswa. Bimbingan belajar akan diberikan kepada anak-anak di Surabaya Selatan, yang telah diidentifikasi sebagai daerah kurang mampu. Bimbingan belajar diberikan selain untuk membantu pelajaran sekolah, juga untuk membuat mereka berpikir lebih kritis dan menerima keberagaman.
  • Kontribusi untuk sasaran D - Melakukan advokasi bersama, serta merekrut koordinator-koordinator di beberapa kota.
Aktivitas:
Memperkenalkan proyek lembaga Bhinneka dengan mengadakan safari dari kota ke kota. Safari ini akan menyebarkan brosur tentang pentingnya keberagaman di Indonesia. Mengadakan pertemuan yang mendiskusikan keberagaman di masing-masing kota dan mendorong mereka untuk membentuk organisasi yang mendukung wacana keberagaman, kemudian bisa membangun jaringan dengan organisasi-organisasi lainnya.

E. Latar belakang dan demografi pelaku proyek

Pemimpin proyek
Soe Tjen Marching adalah akademik, penulis dan komponis yang telah menjadi dosen di beberapa Universitas di Australia, Britania, dan Indonesia. Pengalaman berorganisasi selama 5 tahun. Telah mendirikan lembaga Bhinneka, dan ikut mendirikan Masyarakat Bebasbising serta LSM musik Tambur. Panitia lainnya adalah para aktifis lelaki dan perempuan yang terdiri dari dosen, pekerja dan mahasiswa.
Pelaku proyek
Untuk memaksimalkan perekrutan, kami juga mempunyai anggota dari kelompok-kelompok agama yang mempunyai pengaruh di masyarakat, seperti pendeta, guru spiritual, aktifis Muhamadiyah, pengurus Lakpesdam NU Jombang, dan lain-lain.

F. Demografik kelompok target

  • Mahasiswa dan masyarakat luas.
  • Kami juga mencoba mempengaruhi sekelompok remaja dan anak-anak di Surabaya untuk lebih berpikir kritis dan menerima keberagaman.

G. Hasil yang diharapkan dan indikator keberhasilan

Umum:
1. Pola berpikir masyarakat yang makin kritis dan menentang kekerasan.
Indikator: adanya dukungan-dukungan terhadap isu keberagaman, dan meningkatnya kritik serta tindakan pencegahan akan kekerasan yang dilakukan atas nama agama.
Indikator: Meningkatnya kritik atas fundamentalisme agama di media-media massa, bertambahnya kelompok-kelompok yang mempromosikan keberagaman, diterimanya berbagai diskusi kritis agama di sekolah-sekolah dan Universitas.
2. Terbukanya diskusi kritis tentang agama dan seksualitas di Indonesia (yang masih dianggap tabu oleh kebanyakan orang).
Indikator:
  • Surat Pembaca di majalah Bhinneka
  • Partisipasi peserta dalam diskusi Bhinneka
  • Komentar di Website, milis dan Facebook
Khusus:
Meningkatnya dukungan masyarakat terhadap proyek Bhinneka, dan meningkatnya pembaca artikel-artikel Bhinneka di website dan Facebook. Jumlah pembaca bisa dilihat di website, sedangkan meningkatnya jumlah fan di Facebook juga menandakan adanya sambutan dari publik.
Output:
  • Terbitnya majalah Bhinneka untuk “menandingi” tersebarnya majalah dan buku-buku murah dan bahkan gratis yang diedarkan oleh kelompokkelompok konservatif
  • Terbentuknya kelompok-kelompok keberagaman remaja untuk mencari solusi akan adanya “trend” radikalisasi agama di sekolah-sekolah
  • Grup-grup diskusi di Facebook yang dibagi dalam beberapa level (disesuaikan dengan latar belakang anggota) sehingga masyarakat dari berbagai golongan bisa dipengaruhi untuk menerima keberagaman dengan bertahap
Dampak yang diharapkan:
  • Berkurangnya kekerasan atas nama agama
  • Penerimaan keberagaman di Indonesia tanpa kecuali
  • Tumbuhnya sikap keberagaman pada masyarakat sejak dini
  • Perbedaan tidak lagi menjadi penghambat dan sumber perselisihan dalam masyarakat, namun menjadi kekayaan
  • Terciptanya perdamaian

H. Keterkaitan proyek dengan perbaikan media dan keadilan sosial

Perbaikan media
Dengan adanya pelatihan, diskusi, serta tersedianya majalah kritis, diharapkan kekritisan masyarakat akan meningkat dan mengubah wacana media juga.
Keadilan sosial
Dengan mengampanyekan keberagaman dan kesetaraan tanpa batas, lembaga Bhinneka mengharapkan makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan keadilan sosial, dan juga menjadi kader-kader kampanye isu ini.

I. Durasi waktu aktifitas dilaksanakan:

Januari – Desember 2012

J. Total kebutuhan dana untuk melakukan aktifitas:

Rp. 386.460.000

K. Kontribusi organisasi dan kelompok target:

  • Beberapa pengurus akan bekerja secara sukarela
  • Beberapa anggota akan bekerja dengan sukarela
  • Administrasi grup-grup diskusi Bhinneka di Facebook tidak dibayar
  • Kerja sama dengan beberapa media massa lainnya (beberapa radio di Surabaya)
  • Kerja sama dengan organisasi dari berbagai latar belakang yang mendukung ide keberagaman. Saat ini, kami sudah bekerja sama dengan GAYa Nusantara, C20 library, Komunitas Sehati Makassar, LSM Rumah Kita - Medan, Perkumpulan Mahasiswa Islam, Lakpesdam-NU.