Cipta Media Seluler (2013-2014)

Dari Wikimedia Indonesia
(Dialihkan dari Cipta Media 2013)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian


Cipta Media Seluler - CMS Logo.jpg

Pada bulan Maret 2013 Wikimedia Indonesia berhasil menyelesaikan pemberian hibah “Cipta Media Bersama”. Program hibah ini merupakan panggilan terbuka untuk inisiatif media yang bertujuan untuk mendukung ide-ide baru dan inovatif dan praktek yang mempromosikan hak-hak warga dalam media.

Tujuan dari program hibah sebelumnya adalah untuk memajukan hak-hak masyarakat miskin dan terpinggirkan dalam membangun, mengakses, dan berpartisipasi dalam lingkungan media representatif. Hasil evaluasi dari ahli media dan penerima hibah sebelumnya sepakat bahwa model yang digunakan harus diulang karena telah terbukti berhasil.

Untuk tahun ini kami menggali lebih dalam potensi ponsel sebagai medium penggerak upaya sosial untuk kehidupan yang lebih adil. Kami percaya teknologi penggunaan ponsel untuk upaya belum dieksplorasi dengan baik di Indonesia.

Para peneliti dan wartawan yang mengikuti industri ponsel cenderung lebih fokus pada pertumbuhan penggunaannya oleh masyarakat Indonesia dan bukan menggali kemungkinan ponsel dalam menyelesaikan kepentingan publik.

Meskipun akses dalam penggunaan ponsel ini tinggi dan penggunaan medium ini lintas kelompok pendapatan masyarakat, baik di desa maupun di kota. Kami melihat kecenderungan media independen yang di dan LSM - telah lambat untuk mengembangkan inisiatif yang mengeksplorasi potensi medium ponsel dibandingkan dengan medium lain seperti video, radio, dan web. Sementara disisi lain pelaku industri tetap memperlakukan pengguna ponsel berpenghasilan rendah sebagai konsumen, dan bukan produsen konten yang dapat diaktifkan untuk menghasilkan pengetahuan dalam ekonomi informasi.

Beberapa studi kasus berhasil mendokumentasikan inisiatif dimana ponsel digunakan baik oleh industri dan organisasi nirlaba, yaitu pada;

(1) bidang kesehatan
(2) mata pencaharian
(3) tanggap bencana
(4) partisipasi masyarakat sipil di Indonesia

Namun dampak dari proyek-proyek ini belum diteliti atau membutuhkan evaluasi yang lebih jauh. Demikian pula, tidak banyak dana yang tersedia untuk upaya yang fokus hanya menggarap sektor ponsel.

A. Keutamaan Ponsel

Pentingnya medium ponsel dititik beratkan dan dipertimbangkan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional (melalui mata pencaharian, pendidikan, kesehatan) telah didokumentasikan dengan baik selama beberapa tahun kebelakang ini.

Manfaat dari upaya berbasis medium ponsel untuk pembangunan ekonomi yang luas, termasuk peningkatan ruang gerak produktif, relatif terjangkau, tingkat penetrasi yang besar (misalnya, telepon selular versus kepemilikan komputer adalah 67 persen versus 5 persen di Indonesia pada tahun 2011)

Pertimbangan lainnya adalah:

  1. Penggunaan ponsel dapat meningkatkan aksesibilitas karena penggunanya hanya membutuhkan keaksaraan dasar.
  2. Dengan menyediakan teknologi untuk segmen besar berpenghasilan rendah perbaikan kehidupan kearah yang lebih adil dapat dilakukan melalui:
    1. kemudahan transfer data
    2. komunikasi via suara dengan menggunakan spektrum radio (tanpa banyak infrastruktur fisik mahal dan kabel telepon)

Namun kurangnya dokumentasi yang baik pada bidang ini membuat pengembangan penggunaan ponsel dan dampak rumah tangga, ataupun pola konsumsi, masih belum diketahui.

Cipta Media Seluler tertarik untuk mengeksplorasi penggunaan medium ponsel dalam kekhususannya pada partisipasi masyarakat, kebebasan berpendapat, dan upaya dalam pemenuhan hak azasi manusia dalam menikmati kehidupan sosial yang lebih adil. Karena kami percaya manfaat sosial dan manfaat ekonomi dapat tumbuh secara beriringan.


B. Strategi Hibah Skala Kecil Cipta Media Seluler

Untuk meluncurkan upaya hibah skala kecil untuk umum terkait dengan perubahan sosial menggunakan medium telepon genggam, Wikimedia Indonesia terus menerus mempleajari dan melakukan pendekatan dengan menganalisa sepak terjang; industri telekomunikasi, penyedia konten, peraturan pemerintah, operator ponsel, pengguna dan pengembang perangkat lunak dan keras dengan harapan khalayak target ini dapat memberitahu pendekatan yang paling strategis yang dibutuhkan dalam penerapan strategi Cipta Media Seluler.

Namun apapun hasil dari pendekatan-pendekatan tersebut, Wikimedia Indonesia akan tetap teguh dengan strategi yang diyakini adil dan sekaligus mendidik masyarakat umum dalam upaya mereka memperoleh hibah skala kecil, yaitu:

B.1. Terbuka dan transparan

Proses pemberian hibah akan dilakukan secara transparan dan terbuka dengan kesempatan yang diberikan pada individu, masyarakat, dan organisasi dalam mendanai upaya mereka menggerakkan perubahan sosial menuju kehidupan yang lebih adil menggunakan medium ponsel. Kami juga akan mempublikasikan secara terbuka masyarakat penerima manfaat yang mereka jadikan target.

Saat hibah sebelumnya berhasil menciptakan kesadaran dan mendorong masyarakat untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam berpartisipasi di media, upaya ini juga menunjukkan bahwa masyarakat perlu didukung dalam memvisualisasikan konsep dan memberi kontribusi langsung pada kebijakan publik termasuk untuk media dan arah kehidupan digital yang lebih adil.

Proses pemberian hibah akan melalui strategi sebagai berikut:

  1. Strategi 1: Menyediakan dana sebagai insentif untuk inisiatif sosial menggunakan medium ponsel yang mendukung upaya kehidupan yang lebih adil. Penetrasi yang besar pengguna ponsel di Indonesia selama ini belum dimanfaatkan potensinya untuk mendistribusikan informasi lokal yang relevan sesuai standar kebutuhan masyarakat. Teknologi ponsel telah memungkinkan masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dan mengkoordinasikan upaya-upaya sosial, bahkan pada lokasi lokasi dengan tingkat buta huruf.
  2. Strategi 2: Mempromosikan konten yang beragam melalui teknologi menggunakan bentuk-bentuk baru kreatifitas intelektual pada lingkungan digital dengan lisensi terbuka seperti Creative Commons dan setara sebagai proyek-proyek percontohan. Upaya yang didanai perlu menunjukkan pendekatan-pendekatan inovatif penyelesaian masalah menggunakan nilai-nilai positif. Berdasarkan evaluasi sebelumnya, hibah kecil akan difokuskan pada inisiatif awal dan replikasi upaya sukses sebelumnya dalam mempromosikan isu kehidupan sosial yang lebih adil.
  3. Strategi 3: Menciptakan lingkungan yang saling mendukung antar berbagai upaya percontohan via internet dan medium seluler sebagai layanan promosi kebebasan berpendapat, kebebasan beragama dan penganut kepercayaan, hak konsumen, kesetaraan gender, pada lokasi yang berbeda-beda dengan tujuan menjangkau target khalayak yang lebih luas dan lebih beragam.
  4. Strategi 4: Menunjuk individu/ organisasi sebagai pendamping untuk memandu penerima hibah pada setiap tahap prosesnya dari saat menerima hingga, menjalankan, dan melaporkan secara transparan kepada publik penggunaan dana untuk upayanya.

B.2. Bantuan publikasi untuk penerima hibah dan penerima manfaat

  • Situs web Cipta Media didesain untuk menyampaikan ide-ide ini kepada masyarakat Indonesia dengan cara yang menarik bagi mereka untuk berpartisipasi. Masyarakatpun diadvokasi agar kesadaran mereka tentang hak-hak bermedia meningkat dan mulai berpikir bahwa mereka memiliki saham dalam perubahan kearah yang lebih adil untuk kehidupan mereka.
  • Upaya terkoordinasi menggunakan tenggat waktu ini diintegrasikan pengenalannya via media sosial (internet), pengiriman SMS masal interaktif, dan pengiriman materi materi informasi via pos ke seluruh Indonesia.
  • Program hibah akan diumumkan luar jaringan (temu muka) dengan para pemangku kepentingan dan dalam jaringan (situs web, media sosial) untuk umum. Cara yang sama digunakan untuk mengumumkan kandidat terpilih, jumlah partisipasi publik, dan umpan balik publik.
  • Calon penerima hibah juga mendapatkan pelatihan proposal, anggaran, hingga laporan administrasi terbuka dalam upaya mereka.

C. Peningkatan kapasitas dan kemampuan kolaborasi antar pemangku kepentingan

  • Memberikan bantuan teknis kepada peserta yang membutuhkan peningkatan kapasitas tambahan;
  • Menciptakan lingkungan yang dapat memfasilitasi kolaborasi antara penerima hibah via tatap muka dan studi kasus upaya yang didanai penyebar luasannya;
  • Proses akuntabilitas penggunaan dana yang terbuka dan transparan untuk para penerima hibah, dimana anggara dan laporan penggunaan dana dana diterbitkan dalam jaringan internet;
  • Membiayai konsultan- konsultan untuk membantu penerima hibah sepanjang proyeknya dengan harapan bisa menemukan jalan untuk mandiri.

D. Indikator Sukses

  • Efektivitas dan jangkauan pemohon dan penerima hibah (jumlah pelamar, keragaman geografis dan budaya).
  • Dokumentasi yang transparan serta hasil evaluasi proyek yang baik dari pihak ketiga.
  • Koordinasi antar pemangku kepentingan dan kemitraan dengan tujuan jangka panjang yang jelas dan dirumuskan bersama-sama; tujuan ini akan mencakup bantuan teknis, perencanaan anggaran, partisipasi antar pemangku kepentingan, penjelasan mengenai regulasi media dan hak publik, dan penyertaan akan inisiatif budaya terbuka pada hibah yang didanai.