Creative Commons Indonesia 2016/Laporan

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Temukan Creative Commons Indonesia di Twitter @CC_ID Facebook: Creative Commons Indonesia

Proyek  Anggaran  Laporan  Dokumentasi Kegiatan  Laporan Penggunaan Dana

Upaya

Proyek Creative Commons Indonesia 2016 (CCID 2016) diproyeksikan berjalan selama satu tahun kalender, dimulai pada April 2016 dan selesai pada April 2017. Namun, proses rekrutmen Staf Administrasi proyek CCID 2016 memakan waktu satu bulan sehingga proyek CCID 2016 baru secara formal dimulai pada tanggal 16 Mei 2016 melalui diadakannya rapat pertama tim proyek CCID 2016. Proyek ini ditujukan untuk memperluas dan menambah kesadaran masyarakat, terutama kalangan pengguna internet, terhadap hak cipta pada umumnya dan lisensi CC pada khususnya. Hasil yang diharapkan dari terlaksananya proyek ini adalah:

  1. terdaftarnya terjemahan paket lisensi CC 4.0 di Kementerian Hukum dan HAM,
  2. peningkatan angka penggunaan lisensi CC terhadap ciptaan berhak cipta di Indonesia, khususnya daerah Jabodetabek, hingga 10.000 ciptaan,
  3. peningkatan angka penggunaan lisensi CC terhadap ciptaan berhak cipta di Wikimedia Commons dari pencipta yang berasal dari Indonesia,
  4. tumbuhnya kesadaran masyarakat, terutama kalangan pengguna internet, terhadap hak cipta pada umumnya dan lisensi CC pada khususnya.

Pelaksanaan

Pendaftaran Terjemahan Paket Lisensi CC 4.0 di Kementerian Hukum dan HAM

Pertemuan pertama dengan pihak Direktorak Jenderal Kekayaan Intelektual

Pada awal proyek, tim proyek CCID 2016 memfokuskan diri untuk memastikan legalitas keberlakuan lisensi CC di Indonesia. Walau Pasal 80 UU 28/2014 memiliki ketentuan yang memperbolehkan pemberian lisensi hak cipta, di mana lisensi CC adalah salah satu model lisensi yang dimaksud dalam ketentuan tersebut; ketentuan dalam Pasal 83 UU 28/2014 yang menentukan keharusan mencatatkan perjanjian lisensi oleh Menteri Hukum dan HAM dalam daftar umum perjanjian Lisensi Hak Cipta membuat keberlakuan dari lisensi CC menjadi “terancam”. Tim proyek kerap melaksanakan diskusi, baik dengan internal tim maupun dengan perwakilan CC HQ dan CC Regional Asia-Pacific, untuk memastikan interpretasi dari Pasal 83 tersebut.

Pendekatan awal tim proyek terkait hal ini adalah agar lisensi CC dapat dinyatakan telah terdaftar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga setiap pengguna lama maupun pengguna baru lisensi CC di Indonesia terbebas dari kewajiban untuk mendaftarkan penggunaan lisensi CC satu persatu. Namun, setelah diskusi dengan Bapak Agung Damarsasongko dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, tim proyek mengetahui bahwa peraturan pemerintah yang seharusnya mendasari implementasi UU 28/2014 belum diundangkan. Dengan demikian, masih terbuka peluang agar lisensi CC dapat dikecualikan dari kewajiban pencatatan perjanjian lisensi.

Pada pertemuan selanjutnya, Bapak Agung Damarsasongko memberikan usulan kepada tim proyek untuk menyiapkan sebuah proposal dengan lampiran materi komunikasi CCID, dan penjelasan singkat terkait lisensi terbuka. Hal ini diperlukan sebagai bahan sebagai bahan pendukung dalam menyampaikan aspirasi tim proyek dalam rapat bersama tim perumus Peraturan Pemerintah Tentang Tata Cara Pencatatan Lisensi, yaitu agar lisensi terbuka dapat dikecualikan dari ketentuan peraturan tersebut. Tepat pada tanggal 1 November 2016 tim proyek kembali bertemu dengan Bapak Agung Damarsasongko, dan mendapatkan kabar bahwa lisensi terbuka telah disetujui untuk dikecualikan dari kewajiban untuk mencatatkan lisensi. Kemudian, tim proyek CCID, dengan bantuan dari Timothy Volmer (CC HQ), mempublikasikan hasil akhir inisiatif tersebut melalui situs web creatviecommons.org. Selain itu, tim proyek CCID juga, dengan memanfaatkan dana hibah dari CC HQ, mengadakan diskusi publik yang juga membahas dibebaskannya lisensi terbuka dari kewajiban mencatatkan lisensi di Indonesia.

Linimasa usaha permohonan pengecualian lisensi CC dari kewajiban pencatatan perjanjian lisensi adalah sebagaimana gambar di bawah ini.

Linimasa Usaha Permohonan Pengecualian Lisensi CC dari Pencatatan

Peningkatan Angka Penggunaan Lisensi CC terhadap Ciptaan Berhak Cipta di Indonesia

Sejak minggu pertama dimulainya Proyek Creative Commons 2016, tim proyek melakukan usaha penghitungan ciptaan berlisensi CC secara bertahap. Jumlah ciptaan berlisensi CC ini kemudian diklasifikasikan berdasarkan jenis lisensi CC yang digunakan. Berikut terlampir tabel jumlah ciptaan berlisensi CC di Indonesia hingga bulan Oktober 2016. Terdapat dua macam angka hasil usaha penghitungan tersebut. Angka pertama menunjukan jumlah ciptaan berlisensi CC yang berasal dari usaha penghitungan dengan memisahkan jumlah ciptaan dari masing-masing lisensi yang digunakan. Sedangkan angka kedua merupakan hasil penghitungan ciptaan setelah ditambahkan dengan jumlah ciptaan berlisensi CC yang belum diklasifikasikan berdasarkan jenis lisensi CC yang digunakan. Usaha penghitungan ini menerapkan metode penghitungan manual, yaitu dengan menelusuri tiap ciptaan berlisensi CC yang dibagikan oleh tiap Pencipta atau Pemegang Hak Cipta dari situs-situs web mereka. Selain itu, dalam usaha penghitungan ini tim proyek juga menerima hasil penghitungan yang dilaporkan oleh pihak Pencipta atau Pemegang Hak Cipta sendiri. Hasil akhir penghitungan ciptaan berlisensi CC ini menunjukan bahwa hingga Oktober 2016 terdapat 12.114 ciptaan berlisensi CC di Indonesia, yang mana telah melampaui angka yang ditargetkan oleh tim Proyek Creative Commons 2016 yakni 10.000 ciptaan. Tim proyek CCID telah mempublikasikan hasil penghitungan ini pada tanggal 17 Desember 2016.

Kategori CC BY CC BY-SA CC BY-NC CC BY-ND CC BY-NC-ND CC BY-NC-SA Belum Terklasifikasi
Teks/Dokumen 133 2,332 292
Video 1,170 977 7
Audio 3 78 662
Gambar/Foto 343 2,784
Basis Data/Website 1,241
Total 2,890 5,116 1,055 961 2,092
Total Keseluruhan 12,114

Sosialisasi Lisensi CC di Indonesia

Untuk memenuhi tujuan bertumbuhnya kesadaran masyarakat, terutama kalangan pengguna internet, terhadap hak cipta pada umumnya dan lisensi CC pada khususnya, tim proyek melaksanakan sosialisasi lisensi CC untuk masyarakat Indonesia. Dua grafik di bawah ini menggambarkan rencana dan realisasi pelaksanaan sosialiasi Proyek CCID 2016 sampai dengan Mei 2017.

Realisasi Kegiatan Sosialisasi di Tahun 2016 dan 2017

Linimasa kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan adalah sebagaimana gambar di bawah ini.

Linimasa Kegiatan Sosialisasi di Tahun 2016 dan 2017

Laporan dan dokumentasi kegiatan dapat dilihat pada pranala Laporan Aktivitas.

Dari formulir digital yang disebarkan melalui google form, salah satu peserta sosialisasi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta bernama Evangelita Dyah Sekar Arum mengungkapkan bahwa sosialisasi ini mencerahkan dan memberi jawaban atas kebingungannya terhadap label "cc" yang beberapa kali ia lihat di berbagai media seperti deviantart. Evangelita mengungkapkan alasan keikutsertaannya dalam sosialisasi karena topik sosialisasi yang berkaitan dengan hobinya di dunia kreatif. Hanmpir senada dengan Evangelita, peserta sosialisasi di Yogyakarta bernama Tata Wardhani mengungkapkan alasan keikutsertaannya di sosialisasi lisensi CC karena topik relatif dekat dengan keseharian anak muda yang gemar memodifikasi gambar dan suara. Penyelenggara sosialisasi lisensi CC di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang (FH UB), Aji Ariwibowo, berpendapat bahwa organisasi CCID menurut masih kurang didengar dikalangan mahasiswa Malang, jadi kehadiran CCID FH UB bisa menjadi langkah awal agar CCID dapat lebih dikenal oleh mahasiswa di Malang. Peserta sosialisasi lisensi CC di FH UB bernama Galang Adhe Sukma sependapat dengan Aji Ariwibowo dengan memberikan saran bahwa sosialisasi lisensi CC dapat lebih diperluas dengan datang ke kampus-kampus dan bekerja sama dengan pihak kampus di Indonesia. Peserta sosialisasi lisensi CC tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa saja, melainkan juga dari kalangan pelajar sekolah. Salah satu peserta sosialisasi lisnesi CC di Jakarta bernama Wahyu (pengajar di SMP Don Bosco II) mengikuti sosialiasi ini karena ia merasa bahwa dalam membuat bahan ajar yang baik perlu kreativitas tanpa melanggar hak cipta orang lain. Ia berpendapat bahwa sosialisasi lisensi CC perlu diperluas dan ia rasa akan menarik jika sosialisasi juga diadakan di sekolah-sekolah supaya para siswa dan guru dapat memahami betul tentang pentingnya hak cipta.

Penggunaan Dana

Tim proyek CCID telah membuat permohonan penurunan dana pada 27 Juni 2016 dan 26 Oktober 2016. Jumlah dana yang telah diturunkan adalah sebesar Rp 75,000,000, dengan rincian penurunan dana tahap pertama sebesar Rp 50,000,000, penurunan dana tahap kedua sebesar Rp 25,000,000, dan penurunan dana tahap ketiga (terakhir) sebesar Rp 46,008,500. Berikut ini adalah rekap penggunaan dana tim proyek CCID sampai dengan 20 Mei 2017.

Anggaran 158,683,330
Kode Keterangan Total pengeluaran
A Kesekretariatan dan Perlengkapan Administratif
A1 ATK/internet/kartu nama/biaya cetak/pos/komunikasi seluler 817,000
A2 Domain 105,600
A3 Penginangan web (hosting) 1,200,000
B Gaji/Insentif
B1 Gaji Staf Administrasi 42,000,000
B2 Gaji Konsultan (paruh waktu) 24,000,000
C Materi Komunikasi
C1 Selebaran 1,925,000
C2 Stiker 1,069,000
C3 Poster 8,000,000
D Penyelenggaraan Diskusi
D1 Perjalanan Luar Kota 8,763,596
D2 Perjalanan Jabodetabek 863,780
D3 Konsumsi 1,051,320
D4 Pembicara 2,000,000
D5 Biaya Konferensi 25,510,746
D6 Biaya Konferensi 6,721,000
Total pengeluaran 124,027,042
Saldo tersisa[1] 34,656,288

Laporan Creative Commons Global Summit 2017

Logo Creative Commons Global Summit 2017

Creative Commons (CC) Global Summit 2017' (Bahasa Inggris) atau Konferensi Tingkat Tinggi Dunia Creative Commons 2017 merupakan upaya peluncuran babak baru gerakan global Creative Commons. Konferensi ini berupaya menyediakan ruang kolaboratif yang menyenangkan bagi siapa saja yang ingin bersama-sama menelusuri masa depan Creative Commons dan aktivitas berbagi yang melibatkan pengguna ciptaan, pencipta, dan aktivis. Acara yang diselenggarkan tiap dua tahun sekali ini dilaksanakan pada tanggal 28-30 Mei 2017 di Toronto, Kanada. Pada tahun ini Creative Commons Global Summit 2017 mengusung tema Sharing and the Commons: What's Next. Dalam konferensi kali ini CC berniat untuk mengubah fokus pembicaraan dari pembicaraan mengenai lisensi hak cipta ke pembicaraan mengenai perluasan jaringan komunitas global Creative Commons.

Laporan lengkap Creative Commons Global Summit 2017 dapat dibaca di sini

Publikasi

  1. Pengecualian Lisensi Terbuka Dari Kewajiban Pencatatan Lisensi
  2. Album Kompilasi #tribute2ERK (Lisensi CC BY-NC-SA)

Rujukan

  1. Adapun sisa dana dari Proyek Creative Commons Indonesia 2016 digunakan untuk menjalankan proyek Creative Commons Indonesia 2017.