Digitalisasi Karya Jawa Cetak dari Koleksi Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta/Laporan

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
EnglishBahasa Indonesia


Halaman Proyek Rencana Anggaran Laporan Dokumentasi Aktivitas Laporan Penggunaan Dana

Contoh Berkas Serat Rekasaning Batin sampul (kiri) dan halaman 4 (kanan)

Proyek Digitalisasi Karya Jawa Cetak dari Koleksi Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta (disingkat KARJA) dimulai pada bulan Mei 2015 sebanyak 100 karya Jawa cetak didigitalisasi sampai bulan Oktober 2015.

Pada upaya upaya pendigitalisasian lokal (Museum berada di Yogyakarta dan upaya dimulai oleh Wikimedia Indonesia) yang menjadi global (hasil dapat diakses oleh siapapun dan dimanapun selama memiliki sambungan internet), terasa sekali bahwa pengetahuan mengenai lisensi hak cipta apakah karya tersebut sudah menjadi domain publik, atau masih memiliki hak cipta, menjadi sangat penting.

Dari seluruh 100 berkas ini:

  • sebanyak 42 ditaruh pada gudang Wikimedia Commons (milik Wikimedia Foundation) karena masuk wilayah domain publik di Indonesia dan Amerika Serikat
  • sebanyak 20 ditaruh pada tempat berkas di Wikipedia bahasa Inggris (milik Wikimedia Foundation) karena masuk wilayah domain publik di Amerika Serikat tetapi status hak ciptanya di Indonesia masih diragukan
  • sebanyak 38 ditaruh pada perpustakaan digital Bebaskan Pengetahuan (milik Wikimedia Indonesia) karena dinilai masih berhak cipta di Indonesia dan Amerika Serikat

Lisensi

Lisensi Domain Publik

Lisensi domain publik adalah lisensi yang digunakan pada karya karya yang telah masuk ke ranah domain publik dan bisa diakses serta digunakan kembali secara universal. Hal ini biasanya terjadi karena penulisnya sudah meninggal lebih dari 70 tahun yang lalu (untuk karya dengan satu atau lebih penulis yang disebutkan) atau karena bukunya diterbitkan lebih dari 50 tahun yang lalu (untuk karya anonim).

Cuplikan layar keterangan mengenai lisensi berkas domain publik


Karya-karya ini bisa dinikmati di sini (klik pranala)

Lisensi domain publik A.S

Seluruh digitalisasi karya jawa cetak dari koleksi Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya Yogyakarta sebagian masuk ranah domain publik di A.S. sementara statusnya meragukan untuk Indonesia. Sehingga karya karya ini ditaruh di server yang berdomisili di A.S. dan tunduk pada ketentuan A.S. Hal ini seringnya terjadi karena buku diterbitkan sebelum tahun 1923, dan karena itu masuk ranah domain publik di A.S., tapi tahun meninggalnya penulis buku tersebut belum dapat diketahui sehingga status hak cipta karya di Indonesia masih kurang jelas.

Cuplikan layar keterangan mengenai lisensi berkas domain publik di A.S.

Karya-karya ini bisa dinikmati di sini (klik pranala)

Berhak cipta

Seluruh digitalisasi karya jawa cetak dari koleksi Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya Yogyakarta yang masih memiliki hak cipta akan ditaruh pada perpustakaan digital Bebaskan Pengetahuan dengan akses terbatas untuk anggota.

Karya-karya ini bisa dinikmati di sini (klik pranala)

Daftar koleksi yang berhasil didigitalisasi dan diakses

  1. Babad Cariyos Lampahanipun (jil. 1)
  2. Serat Wedhawara
  3. Serat Pitutur Jati
  4. Babad Tuban
  5. Cengkorongan Sujara Tanah Jawi
  6. Dhendhaning Angkara
  7. Kawruh Kalapa
  8. Wasitadharma
  9. Babad Cariyos Lampahanipun (jil. 3)
  10. Serat Kawruh Pamomong
  11. Kitab Pirasatipun Manungsa
  12. Serat Ngelmi Yatnamaya
  13. Serat Suluk Pawestri Samariyah
  14. Serat Laksitarjo
  15. Serat Lambang Praja
  16. Serat Ngelmi Pangrucat
  17. Serat Madulaya
  18. Serat Madulaya
  19. Serat Weda Tanaya
  20. Serat Pramatisara
  21. Serat Jayabaya
  22. Serat Ngelmu Kawarasan
  23. Sandi Paramayoga
  24. Wahyun Widada
  25. Serat Purwa Karana
  1. Synoniemen
  2. Ikhtiyar Ngupados Pasugihan
  3. Swaraning Asepi
  4. Pararaton
  5. Serat Jitaspara
  6. Sasmita Warni Warni
  7. Serat Kabutuhan
  8. Serat MA Sapta Baya
  9. Babad Mataram (jil. 2)
  10. Serat Kridha Grahita
  11. Kawruh Theosofi
  12. Serat Wirid Hidayat Jati
  13. Serat Ngemu Spiritualisme
  14. Babad Surakarta (jil. 1)
  15. Serat Prasidajati
  16. Serat Tajusalatin
  17. Serat Babad Surakarta (jil. 3)
  18. Babad Mataram (jil. 4)
  19. Serat Panuntun Kamulyaning Bocah Wadon
  20. Babad Mataram (jil. 5)
  21. Babad Surakarta (jil. 2)
  22. Serat Babad Surakarta (jil. 4)
  23. Serat Babad Surakarta (jil. 5)
  24. Serat Muhammad (jil. 2)
  25. Babad Surakarta (jil. 3)
  1. Ngelmi Pengasihan
  2. Balewarna
  3. Serat Siti Jenar
  4. Serat Rekasaning Batin
  5. Serat Purwawasana
  6. Yudanagara
  7. Serat Purwawasana
  8. Serat Kabutuhan
  9. Ngelmi Pangrucat
  10. Serat Panitisastra
  11. Piwulang Estri
  12. Serat Kalamongsa
  13. Serat Asmaralaya
  14. Swaraning Asepi
  15. Triloka Sabda Bawana Ingkang Langgeng
  16. Serat Ngelmi Pirasat
  17. Serat Widyakirana
  18. Serat Ngesti Darma
  19. Serat Wedya Prastawa
  20. Serat Pustaka Raja Purwa (jil. 3)
  21. Serat Suluk Resi Driya
  22. Serat Kapracayan
  23. Serat Babad Surakarta (jil. 2)
  24. Serat Pustaka Raja Purwa (jil. 4)
  25. Serat Babad Surakarta (jil. 3)

Pertemuan tindak lanjut

07 September 2015

Dari kiri-kanan: Ki Agus Purwanto, Nyi Sri Muryani, Siska Doviana, Chris Woodrich, Biyanto Rebin pada pertemuan tindak lanjut Senin, 7 September 2015, Bertempat di Museum Dewantara Kirti Griya Yogyakarta

Pada 7 September 2015 diadakan pertemuan informal tindak lanjut antara Wikimedia Indonesia dan pihak Museum. Pada pertemuan ini digali lebih lanjut awal mula upaya digitalisasi yang dilakukan di Museum Tamansiswa.

07 Desember 2015

Dari kiri-kanan: Ki Prio Dwiarso, Prasetyo, Chris Woodrich, pada acara syukuran hasil kerjasama proyek digitalisasi. Senin, 7 Desember 2015, Bertempat di Museum Dewantara Kirti Griya Yogyakarta

Wikimedia Indonesia dan Museum Dewantara Kirti Griya melangsungkan acara syukuran hasil kerjasama proyek digitalisasi karya Jawa cetak. Dalam acara syukuran ini pihak Museum berharap proyek ini dapat dilanjutkan dikarenakan masih ada 700 (tujuh ratus) naskah yang belum didigitalisasi.

Liputan Media acara syukuran

Upaya awal

Foto bersama di depan museum Dewantara Kirti Griya

Museum Taman Siswa pada awalnya untuk melakukan perlindungan terhadap naskah/ buku/ berkas dengan kondisi sensitif mempersyaratkan agar peneliti yang datang dan ingin mempelajari naskah/ buku tersebut memfotokopi dua salinan dimana salinan pertama di serahkan pada museum, dan salinan kedua di simpan sendiri. Seiring dengan kemajuan teknologi dan dimulainya naskah/ buku/ berkas kuno didigitalisasi, upaya awal digitalisasi museum dilakukan bekerja sama dengan BPAD (Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah). Dalam kerjasama ini, semua koleksi naskah tulis milik Museum Taman Siswa berhasil didigitalisasi, namun kemudian upaya ini terhenti.

Setelah upaya dengan BPAD terhenti, upaya digitalisasi kemudian dilanjutkan dengan Wikimedia Indonesia.

Koleksi

Museum memiliki koleksi naskah Bahasa Jawa lebih dari 1.000 dan Bahasa Belanda lebih dari 5.000. Ada juga surat-menyurat Ki Hadjar yang berbahasa Belanda yang sudah dibantu arsipkan oleh Arsip Nasional, museum berharap surat surat berbahasa Belanda ini apabila bisa tidak hanya didigitalisasi - namun juga di terjemahkan kedalam bahasa Indonesia agar pihak museum mengerti isinya.

Pada pertemuan dengan pihak museum terungkap bahwa koleksi Museum Tamansiswa merupakan koleksi paling sedikit dari tiga museum di Yogyakarta yang memiliki naskah kuno berbahasa Jawa, namun hanya Museum Tamansiswa yang terbuka aksesnya pada koleksi koleksi ini agar dapat diakses, museum lainnya tidak.

Selain naskah dan manuskrip pihak museum memiliki berbagai foto, rekaman, film, video, majalah dan koran. Foto foto ini pernah didigitalisasi dan pihak museum berharap Wikimedia Indonesia dapat menghubungi pihak yang mendigitalisasinya.

Pranala


Didukung oleh: