GLAM 2018/Laporan/Semester I

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

GLAM 2018 · Anggaran · Laporan (I · II· Dokumentasi Aktivitas · Laporan Penggunaan Dana


Bahasa lain:
Bahasa Indonesia • ‎English

Halaman ini menyajikan laporan pilihan, laporan naratif, dan pembelajaran yang diperoleh selama subproyek GLAM 2018 berlangsung dalam periode 1 Juli–31 Desember 2018.

Laporan naratif

GLAM 2018 adalah subproyek dari Wikimedia Indonesia APG 2018 yang berfokus pada pendigitalisasian naskah, majalah, buku, dan materi cetak lainnya yang dianggap telah menjadi domain publik, di mana setiap orang di dunia memiliki hak yang sama untuk mengakses koleksi-koleksi tersebut. Pada tahun ini, GLAM 2018 bekerja sama dengan beberapa instansi lokal arsip lokal dan pemerintahan untuk membantu mendigitalisasikan dan mengarsipkan koleksi-koleksi mereka. Ada lima instansi yang sudah dan sedang diupayakan untuk dijalin kerja sama. Instansi-instansi tersebut adalah (1) Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (Kota Padang Panjang, Sumatra Barat; telah dan sedang berlangsung), (2) Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya (Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta; telah dan sedang berlangsung), (3) Perpustakaan Ajip Rosidi (Kota Bandung, Jawa Barat; telah dan sedang berlangsung), (4) Yayasan Sastra Lestari (Kota Surakarta, Jawa Tengah; telah dan sedang berlangsung), dan (5) Badan Geologi (Kota Bandung, Jawa Barat; sedang dalam tahap pengusulan kerja sama). Instansi (2) dan (4) telah bekerja sama dengan Wikimedia Indonesia sejak 2017, sedangkan (1), (3), dan (5) merupakan instansi yang Wikimedia Indonesia pertama kali bekerja sama dengannya.

Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau

Kerja sama dengan Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau ("PDIKM") merupakan kerja sama dalam hal digitalisasi majalah, surat kabar, dan buku, yang memiliki urgensi tinggi karena koleksi yang tersimpan di sana belum memiliki salinan digital, sehingga diperlukan tanggapan yang cepat untuk meminimalisasikan kerusakan pada koleksi aslinya. Selain itu, sebagian besar koleksi tersebut telah berada dalam domain publik, yang disebabkan oleh terbitnya majalah/surat kabar tersebut pada periode Hindia Belanda, sehingga pengarang dan redaksi yang membuat karya tersebut dianggap telah meninggal dunia (setidaknya apabila karya personal pada terbitan majalah menjadi hak milik redaksi maka hak cipta karya tersebut juga telah berada dalam domain publik karena telah melewati masa 50 tahun sejak diterbitkan (1920-an)). Kerja sama dengan PDIKM telah berlangsung sejak Agustus 2018 dan hasil digitalisasi dapat diakses di Wikimedia Commons dalam Category:Scanned from Minangkabau Culture Documentation and Information Center. Jumlah halaman yang berhasil didigitalisasi dari PDIKM adalah 1.500 halaman dan kemudian digabung menjadi satu berkas menurut judul koleksi.

Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya

Pada tahun ini, kerja sama dengan Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya ("Museum") adalah untuk melanjutkan digitalisasi korespondensi Ki Hadjar Dewantara yang sebelumnya telah dilakukan pada subproyek Digitalisasi Konten 2017 (lihat Dokumentasi Aktivitas § 28 November). Pada tahap ini, Wikimedia Indonesia telah menyelesaikan sebagian besar sisa korespondensi tersebut dan sedang dalam tahap peninjauan sebelum diunggah ke Wikimedia Commons pada akhir Januari 2018. Selain itu, pada periode ini Wikimedia Indonesia juga akan mendigitalisasi beberapa majalah berbahasa Jawa yang dipublikasikan sekitar 1930-an dan buku dwibahasa yang berisi nyanyian atau tembang untuk anak-anak dari koleksi Museum. Koleksi-koleksi ini rencananya akan diupayakan selesai pada April 2019 sehingga dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterbacaan bagi pengguna yang tidak dapat memahami bahasa Belanda atau Jawa.

Perpustakaan Ajip Rosidi

Kerja sama dengan Perpustakaan Ajip Rosidi ("Perpustakaan") merupakan kerja sama pertama Wikimedia Indonesia. Kerja sama ini terinisiasi oleh permintaan Perpustakaan melalui sukarelawan Wikipedia bahasa Sunda, Ilham Nurwansah, untuk mendigitalisasi koleksi-koleksi mereka. Hal ini cukup penting karena sebagian besar koleksi yang berada di sana merupakan koleksi yang berupa naskah yang telah rapuh sehingga perlu perawatan dan alihmedia sesegera mungkin. Hingga laporan ini ditulis, sebanyak 90 lembar naskah telah didigitalisasi dan akan terus berlanjut hingga selesai.

Yayasan Sastra Lestari

Kerja sama dengan Yayasan Sastra Lestari ("Yastri") merupakan kerja sama lanjutan yang telah berlangsung sejak 2017. Pada tahun ini, Wikimedia Indonesia berencana untuk melanjutkan kerja sama digitalisasi untuk memindai sejumlah majalah lama. Pada tahun 2018, Wikimedia Indonesia juga baru dapat merampungkan pindaian Majalah Kajawen yang terbit dari 1927 hingga 1941. Koleksi yang akan diterbitkan di Wikimedia Commons nantinya adalah edisi tahun 1932 hingga selesai dalam Category:Majalah Kajawen. Karena beberapa hal teknis seperti citra yang kurang bagus, unggahan belum dapat dilakukan hingga masalah tersebut selesai.

Badan Geologi

Wikimedia Indonesia berencana meminta bantuan dari Badan Geologi ("Badan") untuk melepaskan sejumlah koleksi Badan, berupa foto dan majalah bertema geologi, di Wikimedia Commons. Hal ini disebabkan karena artikel-artikel geologi di Wikipedia bahasa Indonesia belum sempurna dalam hal sumber rujukan maupun foto-foto terkait. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan artikel-artikel tersebut memiliki kualitas yang baik daripada sebelumnya, dan juga dapat membuka peluang untuk mengadakan lomba menulis artikel bertemakan geologi di Wikipedia.

Laporan pilihan

Digitalisasi naskah merupakan sebuah hal yang sangat penting bagi sebuah instansi yang tergolong dalam lembaga galeri, perpustakaan, arsip, dan museum. Proses digitalisasi ini dapat membantu instansi tersebut dalam proses katalogisasi sehingga para staf instansi dapat mengetahui koleksi apa saja yang mereka miliki, koleksi manakah yang banyak diakses oleh para pengunjung, dan koleksi manakah yang perlu perawatan khusus. Wikimedia sebagai lembaga yang memiliki misi untuk menyebarluaskan pengetahuan bebas memberikan perhatian pada hal-hal ini karena pada dasarnya koleksi-koleksi dari instansi tersebut dapat menjadi sumber rujukan bagi para pengguna pengetahuan bebas sehingga Wikimedia akan melakukan upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga sumber yang berharga tersebut dari kerusakan yang mungkin akan terjadi.

Salah satu upaya yang dilakukan Wikimedia Indonesia adalah memberi dukungan bagi tim digitalisasi di Kota Padang, Sumatra Barat. Tim yang terdiri dari satu orang dosen dan beberapa orang yang berpengalaman dalam konservasi naskah ini mengajukan usulan kepada Wikimedia Indonesia untuk melakukan konservasi naskah di dua lokasi yang menjadi sumber pengetahuan kebudayaan Minangkabau pada masanya: (1) Kutub Chanah di Maninjau, dan (2) Jorong Lurah Bukik di Payakumbuh. Kutub Chanah merupakan lokasi tempat Hamka dan ayahnya menulis sejarah dalam tulisan-tulisan terkenalnya. Sedangkan Jorong Lurah Bukik merupakan lokasi A. Damhoeri menulis tulisan-tulisan pentingnya yang hingga saat ini beberapa karyanya masih digunakan sebagai alat belajar bahasa dan kebudayaan Minangkabau di Sumatra Barat. Kami percaya bahwa dengan adanya upaya digitalisasi ini, tentunya dibantu oleh para sukarelawan, dapat mempertahankan sejarah lokal yang sangat rawan tergerus oleh pergerakan zaman. Koleksi-koleksi dari dua lokasi tersebut cukup bernilai tinggi karena memiliki hal yang dicari-cari oleh orang lain: pengetahuan baru bagi masyarakat zaman sekarang. Kami juga percaya bahwa apa yang telah dilakukan ini dapat membawa manfaat bagi para peneliti yang memiliki ketertarikan dalam naskah kedua tokoh terkenal tersebut, di mana sebelumnya telah terbukti bahwa korespondensi Ki Hadjar Dewantara yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia bermanfaat bagi pengunjung pameran museum lokal di Yogyakarta.

Pembelajaran

Selama subproyek GLAM 2018 berlangsung hingga 31 Desember 2018, kami memperoleh dua pelajaran yang penting. Pertama, dalam proses digitalisasi naskah, diperlukan dokumentasi pendigitalisasian naskah yang jelas agar dapat dipelajari dan dijadikan sebagai pedoman oleh operator digitalisasi. Dokumentasi pendigitalisasian naskah ini dapat berupa tahapan-tahapan mendigitalisasikan naskah, seperti bagaimana memilih naskah (berdasarkan prioritasnya), meletakkan pada alat pemindai dan dijaga agar tidak terlipat atau bergeser, hingga membuat senarai naskah yang telah didigitalisasi sehingga katalogus dan metadata naskah-naskah itu dapat dibuat. Poin ini akan ditindaklanjuti pada semester kedua subproyek ini dan dokumentasi tersebut akan tersedia dalam bentuk digital sebagai pedoman khusus digitalisasi Wikimedia Indonesia.

Di luar hal tersebut, subproyek GLAM 2018 sangat memerlukan sukarelawan yang dapat mendedikasikan waktu luangnya untuk membantu aktivitas-aktivitas yang tersebar di lima lokasi. Hal yang sama pernah terjadi pada subproyek Digitalisasi Konten 2017 yang lalu, namun dapat teratasi dengan segera karena aktivitasnya hanya terfokus pada dua lokasi. Masalah ini telah diantisipasi, di mana subproyek ini akan mencarikan sukarelawan yang memiliki waktu yang cukup pada semester kedua. Dengan demikian, pada akhir periode nanti, diperoleh sejumlah sukarelawan yang berpengalaman untuk melanjutkan aktivitas digitalisasi pada lokasi-lokasi yang akan ditunjuk.

Secara keseluruhan, kami melihat subproyek ini telah berjalan seperti yang telah direncanakan di linimasa. Kami berharap pada semester kedua aktivitas ini akan tetap berjalan dengan lancar dan tanpa ada masalah yang berarti.

Linimasa kegiatan dalam semester pertama