Konferensi Metadata 2011

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

EnglishBahasa Indonesia


Makan malam bersama pembicara dan sponsor di Korean Soul, Canberra

Konferensi Metadata 2011 adalah konferensi yang diadakan oleh komunitas The Institute of Metadata Management yang berasal dari praktisi-praktisi yang berkutat dengan penciptaan, pengelolaan, penggunaan, mempromosikan, pengembangan kemampuan, inovasi dan artikulasi sebuah informasi tentang informasi itu sendiri dengan tujuan untuk mendapatkan sistem pengelolaan yang lebih baik.

Konferensi ini adalah konferensi ke-4 Metadata yang diadakan di Canberra, Australia dengan topik "Kenyataan bisnis dan dampaknya" yang berdurasi selama 3 hari dan meliputi topik-topik seperti intelejensia dalam bisnis dan analisis, solusi teknologi, integrasi data, pengelolaan, pemerintahan, penjagaan data, dan lainnya. Wikimedia Australia mendukung konferensi ini karena memiliki tujuan yang seiring sejalan yaitu untuk mendukung pengembangan dan penggunaan metadata standar yang terbuka dan bebas. Dalam siaran persnya Presiden IMM Melanie Taylor mengatakan bahwa ikut-sertanya komunitas Wikimedia dalam konferensi ini adalah kesempatan baik untuk mengeksplorasi potensial riset dimana masalah-masalah mulai menghadang pengelolaan informasi. Wiki seringkali dianggap terlalu "bebas" dan tanpa struktur, namun disaat yang sama menyediakan informasi yang kaya dengan struktur tersebut sehingga keikutsertaan komunitas wikimedia dapat memungkinkan komunitas metadata menjelajahi apa yang terjadi dibalik komunitas yang memiliki paradigma saling berbagi.[1]

John Vandenberg, Presiden Wikimedia Australia, mengundang Direktur Eksekutif Wikimedia Indonesia Siska Doviana untuk menghadiri konferensi ini dengan harapan konferensi ini dapat menambah wawasan profesionalisme. Berdasarkan surelnya tertanggal 22 Mei ke kelompok surel jaringan asosiasi lokal Wikimedia (chapters), John juga mengatakan kedatangan Siska untuk menjelaskan langsung proyek-proyek yang sedang di jalankan di Indonesia.

Hari kedua konferensi

Pemandangan dari lantai 7 Hotel Rydges, Canberra
Universitas Nasional Australia, Canberra

Karena waktu yang terbatas, Siska tiba pada hari kedua konferensi siang hari sekitar jam 14:00, udara cukup mengagetkan dan dingin juga saat tiba di Canberra, berbeda dengan Sidney yang masih bisa lolos pakai kaos oblong karena dipesawat tidur (berangkat dengan pesawat malam). Tiketnya hampir USD 1,000 untuk rute Jakarta-Sydney-Canberra (dan kembali), ditanggung oleh Wikimedia Australia. Hotel dimana saya ditempatkan adalah Hotel Rydges, dan Wow: pemandangan dari lantai tujuhnya: Indah.

Jujur tidak bisa konsentrasi pada sesi-sesi di hari kedua ini karena masih bingung tentang konferensinya. Jadi lebih sering madol dan jalan-jalan saja menikmati kampus peringkat satu di Australia (dari 39 universitas yang ada disana).

Malam hari dilanjutkan dengan makan malam di restoran Korea bersama para pembicara dan sponsor. Orang-orang yang menarik, kebetulan saya duduk didekat Tim Hart, dari Museum of Victoria, yang telepon genggamnya ditempeli stiker wikipedia, Chris Winter dari ABC, dan Tom Scott, BBC - yang bilang bahwa pada masa mudanya dulu dia pernah keliling Indonesia menumpang, termasuk naik bus lintas Sumatra - bis gratis (hitch hike), dikelilingin dan dicubitin sama anak-anak Indonesia karena putih dan aneh.

Hari ketiga konferensi

Hari ketiga konferensi baru nendang. Dengan topik "Bringing Diversity Together" (Memadukan keberagaman dan kebersamaan)

  • Tim Turner, ADFA membawakan makalan bagaimana pemerintah Australia melihat bahwa ternyata untuk perlakuan terhadap informasi One Size Does Not Fit All (informasi yang ditulis tidak bisa dipukul rata bahwa semua orang akan tahu hal yang sama). Diperlukan kemampuan untuk pengelolaan keberagaman dalam menyediakan pelayanan untuk warga negara karena keberagaman (kebhinekaan) itu tentang identifikasi perbedaannya dimana, bukan percobaan untuk menyamakan satu sama lain. Ini menarik karena pendapatnya kurang lebih mengemukakan bahwa artikel-artikel diwikipedia itu juga berarti ngga bisa untuk semua orang, beberapa artikel yang umum akan memiliki pembaca yang berbeda dibandingkan dengan beberapa artikel lainnya. Selama ini kita hanya melihatnnya sebagai umum dan khusus atau jelek dan bagus, tetapi produsen artikel tidak pernah mempertimbangkan apa persepsi pembaca terhadap artikel tersebut.
  • Profesor Kathryn Moyle, membawakan makalah: Creating capabilities - learning with technologies (Menciptakan kemampuan - belajar dengan teknologi) bagaimana sistem pendidikan di Australia saat diukur menggunakan performance standard dari (lupa!), walaupun kemampuan baca aksara (reading literacy) nya tinggi, namun Australia tercatat stagnan sementara Amerika Serikat malah sedikit turun dalam kinerjanya dibandingkan negara-negara seperti Cina, Korea, dan Selandia Baru. Apabila ditimbang dari ulasannya, kurang lebih artinya: kebanyakan teori, reaksinya lamban. Lalu Kathryn memaparkan bahwa menulis program komputer membantu anak didik belajar menciptakan. Anak didik yang "mencipta" adalah anak-anak yang belajar meretas komputer.
Sebagai pendengar saya merasa tersentak, karena saya sadar bahwa di Wikipedia saya tidak hanya menciptakan tulisan, tetapi juga kode-kode templat kecil dan warna menciptakan situs - yang merupakan benih awal - dari penulisan program. Karena itu saya tidak berhenti sebagai konsumen saja, namun juga pencipta. Untuk anak-anak sekolah, ini berarti mempelajari wikipedia membantu mereka menjadi produsen yang mungkin bisa berkontribusi lanjutan pada perangkat terbuka lainnya. (Alasan mengapa Wiki di tempat pendidikan menjadi perlu didorong lagi). Ya kode-kode di wiki itu susah bin sulit, tapi tanpa sadar kode-kode tersebut itu menjadikan yang mempelajari - mengutak-atik perangkat terbuka wiki - dan menaikkan derajatnya dari hanya penulis artikel menjadi penulis kode juga.
Kathryn juga melanjutkan bahwa model belajar pada abad 21 laiknya adalah terfokus pada tujuh hal: penyelesaian masalah (problem solving skill), kreatifitas, berpindah dan memilah informasi, inovasi, kerjasama tim, penggunaan teknologi, dan menjalin kerja yang saling mengikat dan mengingatkan (engaging).
Data yang diberikan oleh Kathryn juga mengagetkan, menurut penelitian di Universitas California hanya 1,1 persen dari seluruh isi internet merupakan pornografi. Penelitian tersebut membuktikan bahwa apabila seseorang memasang saringan untuk internet, lebih sering saringan tersebut menyaring situs yang baik, sehingga saringan sebenarnya merugikan.
Kesenangan meretas menjadi penting sekali untuk awal pencipta.
Jadi ini mungkin menjelaskan mengapa banyak sekali penulis program "berakhir" di Wikipedia atau situs crowdsourcing (berasal dari sukarelawan) lain, karena memang jalannya sudah begitu. Sehingga kalau prosesnya dibalik, penulis juga harus diajar meretas, sehingga akan menciptakan lebih banyak hal lain - tidak hanya tulisannya (mungkin proyek? hehehe). Meretas disini bukan berarti mereka bisa membobol keamanan bank, tapi kode-kode sederhana yang membantu logika berpikir seseorang.
Kathryn juga mengungkapkan bahwa pemerintah Australia, menteri pendidikannya, (sama dengan pemerintah Indonesia) telah tanda tangan perjanjian dengan microsoft dimana sekolah-sekolah menggunakan versi microsoft diskon. Efeknya adalah murid-murid diajar menjadi pengguna, bukan pencipta. Sebagai tambahan lagi Australia jadi "rugi" 20 - 25 juta dolar AUD per tahun karena perjanjian ini dimana sekolah menjadi "ketergantungan" microsoft, padahal sistem terbukanya sudah ada. Yang membuat Kathryn sebal, banyak masalah-masalah besar di Australia tidak mendapatkan dana sebesar itu untuk menanggulanginya, namun untuk microsoft alokasi dana ada.
  • Tim Hart, Museum of Victoria membawakan presentasi yang dan menjadi pembicara terakhir. Presentasi yang bertema Content, Collaboration and Capability: Museum Collections Online (Isi, Kolaborasi, dan Kemampuan: Membawa Koleksi Museum ke Dalam Jaringan Internet). Tim mengulas bahwa kalau menggunakan microsoft rugi 20-25 juta per tahun, potensi kerugian dari penerapan hak cipta adalah 70 juta AUD per tahun karena karya, teknik, dan ilmu yang tidak bisa dibagi. Ia menekankan pentingnya perjalanan, pertemuan dan investasi untuk pelatihan yang serius karena hal ini memungkinkan dua hal: memberi tahu orang lain apa yang sedang kita lakukan dan mencari tahu apa yang sedang orang lain lakukan - sehingga terjadi pembelajaran ketika melakukan perjalanan.
Jadi kesimpulannya: gunakan lisensi Creative Commons untuk karya anda agar dapat bermanfaat untuk orang lain, dan kalau melakukan perjalanan ke tempat asing berarti HARUS PRESENTASI untuk apa yang sudah kita lakukan di negara ini/ kota ini/ sekolah ini - dan mencari tahu apa yang dilakukan di negara itu/ kota itu/ sekolah itu - karena kalau tidak perjalanannya jadi sia-sia atau liburan aja namanya.

Malamnya John dan Siska diskusi intensif di hotel dari selepas untuk apa yang bisa dilakukan oleh Wikimedia Australia dan Wikimedia Indonesia. John berpikir untuk mensponsori Konferensi Internasional Bahasa-Bahasa Kecil di Bali. Dalam pertemuan ini akan diadakan lokakarya latihan langsung sehingga individu-individu yang diundang hanya individu-individu yang peduli dengan bahasanya, masukkan bahasanya di inkubator wikipedia/ wikisumber/ wikikamus dan langsung dikeluarkan menjadi wiki yang mandiri. Inginnya sih para undangan sekalian membuat semacam janji bahwa apapun yang mereka lakukan dengan wikinya pada saat lokakarya tidak akan dibiarkan mati.

Walaupun tawaran itu menarik namun Siska sangsi bahwa kelas proyek yang sekarang dijalankan individu-individunya bisa menahan dua proyek besar sekaligus, apalagi skala internasional, karena John berkata ingin mengundang pembicara bahasa Hawaii, Aborijin, Eropa kecil (dengernya langsung mules). Siska menerangkan bahwa prioritas sekarang adalah bahasa Indonesia dahulu dan kelas proyek disiapkan untuk mengadakan "Bebaskan Pengetahuan 2012" untuk 300 peserta dan tidak untuk yang lainnya. Penawaran John dimana WMAU dipertimbangkan bisa membiayai hal ini akan membelokkan fokus awal, dan walaupun konferensi ini akan menguntungkan untuk bahasa-bahasa daerah di Indonesia, konferensi ini tidak akan menguntungkan untuk bahasa Indonesia (WMID) ataupun bahasa Inggris (WMAU), kendala lain adalah gugus tugas yang dipersiapkan di kelas proyek kebanyakan orang Jakarta (untuk menekan biaya), dan orang-orang ini tidak bisa bahasa daerah ataupun tertarik dengan bahasa daerah. Tapi pada saat yang sama proyek BP2012 juga terancam tidak bisa dilaksanakan karena berbiaya tinggi dikarenakan ekspansi ke 30 universitas di empat kota dibandingkan tahun 2010 yang hanya 10 universitas dan dilakukan di daerah jakarta dan sekitarnya. WMID berencana pemenangnya seperti tahun lalu yang pergi ke Polandia, akan pergi ke Washington D.C., A.S. untuk konferensi internasional Wikimania 2012. John sempat menawarkan bagaimana kalau pemenangnya pergi ke Australia saja, karena uang yang bisa digunakan uang sumbangan dari Australia, sebisa mungkin dihabiskan dinegara tersebut.

WMAU sendiri sekarang sedang menggodok proyek musik klasik untuk dimuat oleh mahasiswa-mahasiswa sekolah musik ke Wikimedia Commons, sehingga artikel-artikel tentang musik memiliki musik yang bisa didengarkan. Mahasiswa-mahasiswa yang terbaik kemudian akan diberikan beasiswa dan musiknya akan dikaji oleh profesornya sendiri mana yang terbaik.

Yang lucu adalah saat konferensi Siska memperhatikan bahwa tidak ada wikipediawan/ anggota wikimedia Australia lainnya satupun selain John. Fenomena ini ditanyakan dan John berkata bahwa rata-rata wikipediawan/ wikimediawan sibuk tidak ada waktu, juga Wikimedia Australia memberikan biaya masuk ke konferensi AUD 50 (biaya masuk konferensi sebenarnya AUD 850) sehingga sudah dipotong banyak sekali biayanya. WMAU tidak ingin banyak yang datang ke konferensi hanya karena gratis karena konferensi ini dihadiri oleh orang-orang penting setingkat direktur, jadi memang tidak asal orang datang hanya karena gratis atau hanya karena bisa datang.

Hari jalan-jalan

Wikipediawan di Australia: Bingy, Laura, Siska dan John

Hari ini hari untuk jalan-jalan seharian, menikmati jalan-jalan panjang dan sepi di Australia ke semak belukan (dikenal sebagai bush) dan pergi ke kota/desa Waga-Waga di negara bagian New South Wales sekitar 2-3 jam dari Canberra. Pagi pagi jam 7 menjemput wikipediawan AS yang sedang menempuh bidang studi doktor di Australia, yaitu Laura. Yang baterainya kayaknya tidak habis-habis dan sepanjang perjalanan melucu terus. Di Waga-Waga kita bertemu dengan Bingy dan pergi ke berbagai tempat termasuk ke pameran buku, melihat-lihat sungai yang meluap dan menyebabkan bencana di Australia, dan kebun binatang gratis yang operasionalnya dibiayai oleh pemerintah Australia (dan secara mengejutkan terurus dengan baik!)

Kembali ke Jakarta

Sebelum terbang kembali ke Jakarta dilakukan pertemuan lagi bertukar angka/ biaya/ tentang kemungkinan-kemungkinan proyek yang bisa dilakukan. Siska berjanji akan memikirkan baik-baik penawaran kerjasama ini dan meminta pendapat dari Dewan Pengurus serta Dewan Pengawas Wikimeia Indonesia sebelum berkomitmen melakukan apapun. John berkata bahwa apabila ada kesepakatan harus dibalut dengan nota kesepahaman yang ditandatangani kedua belah pihak dan Siska menyanggupi.


Rujukan

  1. Siaran Pers IMM 2011 Atas Dukungan Wikimedia Australia