Konferensi Wikisource 2015/Laporan

Dari Wikimedia Indonesia
Jump to navigation Jump to search

"The largest and most diverse group of Wikisource stakeholders ever assembled."


Wikimedia Commons memiliki media yang berhubungan dengan
Konferensi Wikisource 2015

Konferensi Wikisource 2015 berlangsung selama 3 (tiga) hari, dari tanggal 20 sampai 22 November 2015. Sehari sebelumnya, Kamis, 19 November 2015, peserta diajak untuk mengunjungi Kantor Arsip Provinsi dan Kota Wina di gedung Gasometer, sekitar 1,5 kilometer ke arah utara dari lokasi konferensi. Hari Jumat sampai Minggu, 20–22 November 2015, acara konferensi digelar di ruang pertemuan di hotel JUFA Wien dan dihadiri oleh pengguna aktif Wikisource dari berbagai bahasa di dunia. Dari Indonesia, Wikimedia Indonesia mengirim Rachmat Wahidi sebagai perwakilan dalam Konferensi Wikisource 2015. Berikut ini adalah laporan naratif aktivitas dan dokumentasi selama konferensi berlangsung.

Pra-konferensi, Kamis, 19 November 2015

November 19 2015 Pusat Arsip Kota Wina 01.jpg November 19 2015 Pusat Arsip Kota Wina 02.jpg
Kepala Bagian Kantor Arsip Provinsi dan Kota Wina memperlihatkan sebuah ruangan penyimpanan berbagai koleksi naskah cetak (kiri); buku-buku yang tebal ini sudah didigitalisasi oleh Kantor Arsip Provinsi dan Kota Wina (kanan).

Hari Kamis, 19 November 2015 didedikasikan untuk mengunjungi Kantor Arsip Provinsi dan Kota Wina (Wiener Stadt- und Landesarchiv). Kantor arsip ini beralamat di Gasometer D, Guglgasse 14, 1110 Wien, Austria (lihat lokasi ini di OpenStreetMap). Dalam kunjungan tersebut, perwakilan dari kantor Arsip Provinsi dan Kota Wina memberikan presentasi tentang apa yang telah mereka lakukan selama 3 tahun ini dan tujuan dari upaya tersebut. Berdasarkan dari presentasi tersebut, pemerintah kota Wina melalui kantor Arsip Provinsi dan Kota Wina telah mengarsipkan ratusan buku menjadi bentuk digital. Seluruh naskah yang telah diarsipkan disimpan di situs web resmi Arsip Provinsi dan Kota Wina.

Koleksi-koleksi naskah yang didigitalisasi oleh kantor arsip ini bermacam-macam, seperti buku, gambar, dan catatan kependudukan di Austria. Buku-buku yang dipilih untuk didigitalisasi adalah buku-buku yang telah berlisensi domain umum dan bertopik sejarah dan sastra. Sama halnya seperti gambar, mereka memilih gambar lukisan, bangunan kuno, dan gambar lainnya yang menurut mereka layak untuk didigitalisasi. Seluruh hasil digitalisasi ini juga melewati proses transkripsi untuk menghasilkan teks digital alami, kecuali hasil digitalisasi catatan kependudukan, di mana catatan ini masih menggunakan tulisan tangan sehingga sulit untuk ditranskripsi.

Jumat, 20 November 2015

Jadwal acara pada hari Jumat, 20 November 2015
7.00 – 9.00 Sarapan
9.30 – 10.00 Ruang utama

Selamat datang di Konferensi Wikisource Internasional pertama!
Claudia Garád, Andrea Zanni

Ruang cadangan

Hackathon

10.00 – 11.00 Ruang utama

"Berkenalan dengan Wikisource"
Charles Matthews
Etherpad · berkas presentasi

11.00 – 12.00 Ruang utama

"Infrastruktur teknis Wikisource, apa yang telah dilakukan dan apa yang dapat dilakukan"
Thomas Tanon, Wikisource bahasa Perancis
Etherpad · berkas presentasi

12.00 – 12.00 Ruang utama

"Transkripsi antara proyek GLAM: Sukarelawan Digital Smithsonian"
Jim Hayes
Etherpad · halaman presentasi

12.30 – 13.00 Ruang utama

"The Old New Thing"
Asaf Bartov
Etherpad · berkas presentasi

13.00 – 14.00 Makan siang
14.00 – 15.00 Ruang utama

"Aspek unik pada Wikisource bahasa Ibrani"
Zvi Devir, Wikisource bahasa Ibrani
Etherpad

Ruang cadangan

Demonstrasi mesin pemindai
Mark Van den Borre, diybookscanner.org.

15.00 – 16.00 Ruang utama

"Pelajaran yang diperoleh saat bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Perancis" (BnF, National Library of France)
Nicolas Vigneron dan Jean-Frédéric, Wikimédia France, French Wikisource
Etherpad · berkas presentasi

16.00 – 16.30 Istirahat (lantai 1)
16.30 – 17.30 Ruang utama

"GLAM/BAnQ: Berkolaborasi selangkah lebih maju" (BAnQ: National Library and Archives of Québec)
oleh Ernest Boucher, Wikimédia Kanada, Wikisource bahasa Perancis
Etherpad

Ruang cadangan

Hackathon

18.00 – 19.00 Makan malam
19.30 – 21.30 Kunjungan ke Pasar Natal di Spittelberg (situs web)

Titik pertemuan: meja informasi di lobi hotel pukul 19.30

Acara pada hari Jumat dikhususkan untuk berbagi pengalaman mengenai proyek GLAM (Galleries, Libraries, Archives, and Museums), dan dibagi ke dalam beberapa sesi, di antaranya pengenalan Wikisource, infrastruktur yang terdapat dalam Wikisource, apa yang telah dilakukan dan apa sajakah yang dapat dilakukan di masa depan, cerita sukses proyek GLAM di Kanada dan Perancis, dan demonstrasi penggunaan mesin pemindai.

"Berkenalan dengan Wikisource", oleh Charles Matthews

Charles (User:Charles_Matthews) adalah pengguna Wikisource senior, di mana ia telah berkontribusi di sana selama 7 (tujuh) tahun. Salah satu proyeknya yang besar adalah WikiProject Dictionary of National Biography, 1885–1900, yang berisi kumpulan biografi tokoh-tokoh dalam sejarah Inggris. Selain di Wikisource, ia juga aktif dalam mengembangkan item-item Wikidata.

Menurut Charles, dibandingkan dengan proyek repositori naskah lainnya, Wikisource memiliki sifat yang unik karena adanya kolaborasi sukarelawan yang besar dan utuh ketika menguji-baca naskah.

Charles mengawali presentasi dengan memberikan penjelasan tahun-tahun penting perkembangan proyek Wikisource dan bagaimana ia berkembang dari Proyek Gutenberg. Perpustakaan Digitalisasi pertama, Proyek Gutenberg, dibentuk pada tahun 1971. Tiga puluh tahun kemudian, Wikipedia, ensiklopedia daring bebas, dibangun oleh Jimmy Wales dan Larry Sanger. Sebelum bernama Wikipedia, proyek ensiklopedia ini masih menggunakan nama "Nupedia", di mana tujuan proyek tersebut pada saat itu adalah untuk menyediakan artikel-artikel yang disediakan oleh pakar bidang tertentu dan dilisensikan di bawah lisensi bebas. Tahun 2003, Old Wikisource pertama hadir (yang diakses di pranala http://wikisource.org). Dua tahun kemudian, 15 bahasa lainnya hadir untuk memperkaya Wikisource sebagai proyek multi-bahasa yang menyediakan naskah bebas dan gratis. Pada tahun 2008, ekstensi ProofreadPage yang dikembangkan oleh ThomasV disematkan ke dalam Wikisource untuk memudahkan pengerjaan uji-baca. Pada tahun 2012, proyek Wikidata, tempat data-data Wikisource dan proyek Wikimedia lainnya disimpan, dikembangkan.

Menurut Charles, nama "Wikisource" merupakan sebuah candaan pada awal-awal pencarian namanya. Wikisource diambil dari nama "Project Gutenberg", lalu diubah menjadi "Project Sourceberg", dan akhirnya ditetapkan menjadi "Wikisource". Dinamai dengan "gunung es" karena pengerjaan di Wikisource sebagian besar dilakukan di "belakang layar", dan hanya 10% saja naskah yang tampil di ruangutama—berbeda dengan Wikipedia yang dapat disunting secara langsung dari ruangnama utama.

Proses uji-baca di Wikisource harus melalui 3 (tiga) tahap. Tahap awal merupakan menguji-baca naskah awal masih membutuhkan perapian pada hasil pengenalan karakter optis (OCR). Setelah halaman tersebut telah dirapikan, baru ia akan memasuki tahap selanjutnya: tahap terperiksa awal. Pada tahap ini, halaman sudah dirapikan dan disesuaikan tata letak, ejaan, dan format halaman sesuai dengan naskah asli (ditandai dengan warna kuning). Tahap terakhir adalah tahap terperiksa akhir, di mana pada tahap ini seluruh kalimat dalam halaman tersebut telah bebas dari kesalahan ejaan, dan tata letaknya sebagian besar sudah sesuai dengan naskah aslinya (ditandai dengan warna hijau).

Seperti dalam naskah aslinya, naskah-naskah yang telah diunggah ke dalam Wikisource dapat ditambah metadata ke dalamnya, seperti nama pengarang, penerbit, tahun penerbitan, dan jumlah halaman. Detail pengarang suatu naskah merupakan hal yang sangat penting dalam Wikisource untuk menentukan apakah naskah tersebut masih memiliki hak cipta atau hak ciptanya sudah kedaluwarsa.

Wikisource memiliki bagian yang membedakannya dari proyek-proyek serupa: uji-baca. Tidak seperti Google Books yang hanya mengandalkan proses pemindaian buku, dan Project Gutenberg yang telah mengupayakan buku pindaiannya menjadi dapat dibaca dan disalin, Wikisource memiliki kemampuan besar sukarelawan untuk memeriksa kembali naskah-naskah sehingga bebas dari kesalahan ejaan, efisien waktu, dan dapat bekerja sama dengan pengguna lain untuk pengembangan templat.

Wikisource memiliki fitur potensial yang sangat perlu dikembangkan lagi agar fungsi-fungsi utamanya dapat bekerja dengan baik. Charles memberikan ide-ide untuk mengembangkan Wikisource, seperti:

  • alur kerja yang umumnya berfungsi dengan baik di Wikisource bahasa Inggris hendaknya dioptimalkan lebih lanjut untuk mengerjakan naskah-naskah ilmiah bebas
  • alur kerja tersebut juga dioptimalkan untuk mencari topik-topik yang lebih khusus (tematik)
  • alur kerja tersebut juga dioptimalkan untuk mengerjakan naskah-naskah yang berbentuk koleksi (seperti ensiklopedia dan kamus)

"Infrastruktur teknis Wikisource, apa yang telah dilakukan dan apa yang dapat dilakukan", oleh Thomas Tanon

Thomas Tanon (User:Tpt) adalah pengguna aktif Wikisource bahasa Perancis dan pengelola bagian-bagian teknis Wikisource, seperti ekstensi ProofreadPage, dan beberapa peralatan lainnya seperti Wsexport dan IA Upload Bot, masing-masing untuk mengekspor naskah menjadi bentuk digital dalam beberapa format umum dan peralatan untuk mengunggah naskah dari Internet Archive dengan mudah.

Thomas memberikan gambaran bahwa Wikisource telah memiliki sekitar 4 juta halaman saat ini, di mana 2,1 juta halaman yang telah diuji-baca, dan memiliki 600 pengguna aktif setiap harinya untuk menguji-baca halaman-halaman tersebut.

Saat ini, ia dan pengembang aplikasi berbasis wiki lainnya telah berhasil membuat beberapa hal untuk penyempurnaan Wikisource, seperti:

  • Wsexport, sebuah peralatan untuk mengekspor naskah yang telah diuji-baca menjadi bentuk epub dan odt
  • penyempurnaan ekstensi ProofreadPage yang ditulis ulang dalam bahasa PHP
  • panel sisi antar-proyek
  • IA-Upload, peralatan untuk mengunggah naskah digital dari Internet Archive dengan mudah
  • BUB, peralatan untuk mengunggah buku dari berbagai sumber ke dalam Internet Archive

Dalam beberapa kondisi, terdapat berbagai hal yang perlu—dan dapat—dikembangkan dalam Wikisource. Beberapa hal yang dibutuhkan oleh komunitas Wikisource saat ini adalah pengekspor epub yang terintegrasi langsung dengan Wikisource (17%). Selain itu, OCR yang tersedia dalam berbagai bahasa (15%) juga perlu disempurnakan untuk mengenali teks dalam aksara tertentu. Alur kerja yang lebih mudah (15%) dan sistem manajemen metadata (14%) juga dirasa perlu untuk dikembangkan. Sebanyak 10% komunitas memilih pengintegrasian Wikidata dan penyediaan VisualEditor ke dalam Wikisource (9%) sebagai hal yang perlu dikembangkan lagi oleh para pengembang.

Berbicara mengenai ekspor konten, Thomas dan komunitas pengembang lain sedang berupaya meningkatkan performa peralatan Wsexport, mengoptimalkan Parsoid, menyempurnakan antarmuka yang lebih baik seperti antarmuka Internet Archive, menggunakan Wikidata sebanyak mungkin untuk memperkaya metadata, dan penggunaan captcha untuk melakukan uji-baca sederhana secara massal.

"Transkripsi antara proyek GLAM: Sukarelawan Digital Smithsonian", oleh Jim Hayes

Jim Hayes (User:Slowking4) adalah salah satu pengguna Wikisource senior. Ia bersama Wikimedia Distrik Columbia (WMDC) sering bekerja sama dengan pihak museum dan perpustakaan untuk mengadakan kegiatan, seperti menyunting bersama secara serentak (editathon), dan kegiatan-kegiatan serupa. Koleksi arsip di Perpustakaan Nasional memiliki 12 miliar catatan: 5 juta objek digital, 91.000 tag, dan 35.000 transkripsi. Perpustakaan Nasional memiliki halaman transkripsi khusus dengan perkembangan sebesar 5%. Selain itu, Museum Australia Selatan juga menggunakan fitur transkripsi, dan menggunakan sistem urun daya untuk mengunggah metadata.

The Smithsonian, yang terdiri atas berbagai museum, mengupayakan kontribusi sukarelawan untuk mentranskripsi dan mengumpulkan metadata naskah. Hingga saat ini, Sukarelawan Digital Smithsonian telah memiliki 135 ribu halaman lengkap, dan di sukarelawan yang telah bergabung berjumlah 5.500 orang sukarelawan.

"The Old New Thing", oleh Asaf Bartov

November 20 2015 Presentasi Asaf 01.jpg November 20 2015 Presentasi Asaf 02.jpg
Asaf Bartov sedang menceritakan bagaimana proses digitalisasi Kamus Ben-Yehuda (kiri); karena struktur halamannya yang rumit—seperti catatan kaki yang panjang dan saling bersambung-sambung dengan halaman lainnya, definisi lema kamus dalam bahasa Arab yang kadang-kadang diletakkan di bagian bawah catatan kaki—kamus ini menjadi tantangan saat diuji-baca (kanan).

Asaf Bartov (User:Ijon) merupakan salah satu staf Yayasan Wikimedia. Dalam konferensi ini, ia memberikan presentasi mengenai proses urun daya mendigitalisasi Kamus Ben-Yehuda. Kamus ini merupakan kamus bahasa Ibrani yang isinya paling baik dan sangat lengkap, yang disusun oleh Ben-Yehuda.

Sesuai dengan alur kerja Wikisource, proses digitalisasi kamus ini seharusnya sederhana: pindai, unggah ke Wikimedia Commons, lalu Wikisource akan menarik teks dalam kamus tersebut melalui OCR, dilanjutkan dengan uji-baca, dan akhirnya membuat entri-entri kamus tersebut di Wiktionary. Namun, cara kerja ini sulit diterapkan pada kamus ini disebabkan oleh struktur halaman yang rumit (lihat gambar).

Masalah ini diatasi dengan cara memisahkan lema-lema kamus dengan bagian catatan kaki, sehingga bagian-bagian tersebut memiliki tempat yang sama namun masih dapat dihubungkan. Proses uji-baca ini tidak dilakukan di Wikisource, namun di situs web yang dibuat secara khusus—oleh Asaf—untuk mentranskripsi kamus ini. Setelah proses uji-baca selesai, beberapa kata yang berkaitan dengan isi dalam Kitab Injil dihubungkan (dengan pranala) ke halaman-halaman di Wikisource.

Kode aplikasi web ini dapat dilihat dan dikembangkan di github.com/abartov/ebydict, di mana pengembangannya menggunakan bahasa pemrograman Ruby, Rails, jQuery, dan HTML5.

"Aspek unik pada Wikisource bahasa Ibrani", oleh Zvi Devir

Zvi Devir adalah salah seorang pengguna Wikisource yang sudah lama berkontribusi di Wikisource bahasa Ibrani. Dalam proyek Wikisource tersebut, Zvi mendapatkan aspek-aspek yang berbeda dari Wikisource bahasa lainnya.

Proyek khusus yang terdapat di Wikisource ini adalah Proyek Buku Hukum Terbuka. Hukum Ibrani merupakan Hukum Adat, yang tersusun atas serangkaian bab dan bagian, dan hukum itu adalah naskah yang sah. Proyek ini dibentuk untuk mengetahui hak sah dari naskah hukum-hukum tersebut. Kumpulan dari naskah hukum tersebut tidak tersedia secara bebas di Internet karena naskah-naskahnya dirangkum oleh pihak ketiga secara pribadi. Oleh sebab itu, Zvi membentuk proyek ini untuk mengetahui siapa pemilik sah dari naskah-naskah tersebut.

Secara umum, hukum Israel berasal dari hukum Mandat Inggris dan beberapa diturunkan dari hukum Ottoman. Pembaruan pada hukum-hukum tersebut merujuk kepada bagian-bagian yang berbeda. Beberapa pembaruan hukum tidak selalu konsisten karena menggunakan standar yang berbeda-beda, sehingga pembaruan tersebut tidak dapat diperbarui secara otomatis. Naskah lengkapnya tidak tersedia untuk umum, namun harus melalui tahap mengekstraksi teks dari berkas PDF. Zvi menggunakan kode-kode untuk mengerjakan hal ini, dan menambah metadata di Wikisource yang kemajuan hasilnya dapat ditampilkan pada baris di atas suatu teks.

"Pelajaran yang diperoleh saat bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Perancis", oleh Nicolas Vigneron dan Jean-Frédéric

Nicolas Vigneron (User:VIGNERON) merupakan salah satu anggota Wikimedia Perancis (WMFR), dan Jean-Frédéric (User:Jean-Frédéric) merupakan pengguna aktif di Wikisource bahasa Perancis. Keduanya telah bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Perancis yang telah memindai banyak sekali dokumen dan gambar. Upaya kerja sama ini dimulai pada tahun 2010, dengan memindai 1.400 buku dengan topik yang bervariasi, 500 ribu halaman, dan hasil OCR yang berbeda-beda. Hasil dari digitalisasi ini adalah ratusan ribu berkas TIFF multi-halaman, metadata buku, OCR, dan berkas PNG. Tim teknis membuat alur kerja dan menyesuaikan alur tersebut dengan berkas yang disediakan oleh perpustakaan. Hasil akhir digitalisasi dikirim ke Yayasan Wikimedia melalui piringan cakram (karena banyaknya data yang dihasilkan). ImageMagick digunakan dalam alur kerja ini untuk menyiapkan lapisan teks ke dalam gambar. Hal ini dilakukan secara berulang kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Proses ini dianggap sebagai percobaan sebab muncul pertanyaan apakah jika sukarelawan mengerjakan hal ini akan lebih baik dibandingkan dengan pengerjaan otomatis dengan komputer?

Jawaban untuk pertanyaan di atas tidak mencapai jawaban yang memuaskan. Oleh sebab itu, proses digitalisasi berjalan lambat daripada yang seharusnya. Sukarelawan tetap dilibatkan dalam kegiatan digitalisasi ini, di mana buku-buku yang akan didigitalisasi dipilih oleh pihak pustaka. Hal yang menyebabkan kegiatan digitalisasi ini berjalan lambat adalah pemilihan alur kerja yang kurang cocok untuk sukarelawan dan jumlah buku yang sangat banyak dibandingkan dengan jumlah sukarelawan yang tersedia, sehingga buku yang telah selesai didigitalisasi hanya berjumlah 100 buku (sekitar 7,1%).

"GLAM/BAnQ: Berkolaborasi selangkah lebih maju", oleh Ernest Boucher

Ernest Boucher (User:Ernest-Mtl) dari Kanada menceritakan pengalamannya tentang bekerja sama dengan Perpustakaan dan Arsip Nasional Quebec (Bibliothèque et Archives nationales du Québec, BAnQ). Ia memulai kerja sama ini pada tahun 2014, dan pihak perpustakaan nasional itu belum pernah mendengar proyek Yayasan Wikimedia ini.

Saat memperkenalkan Wikisource kepada para pustakawan di kantor Perpustakaan dan Arsip Nasional Quebec, Ernest menceritakan tentang proyek ini dan memperlihatkan bagaimana Wikisource bekerja. Saat itu, ia memilih buku kumpulan resep pada abad ke-20 dan memperlihatkan proses uji-baca dan validasi halaman—yang dapat dikerjakan seluruhnya dalam satu hari!

Sebuah proyek bernama "Free distribution of the Canadian national collection" dibentuk sebagai hasil kerja sama dengan perpustakaan ini. Tujuan proyek ini tidak besar, hanya meminta 63 buku untuk diarsipkan, dan pihak perpustakaan juga bersedia untuk mempromosikan aktivitas Wikisource di publikasi bulanan perpustakaan. Mereka juga bersedia untuk mempublikasikan koleksi-koleksi digital mereka di Wikisource.

Demonstrasi penggunaan mesin pemindai, oleh Mark Van den Borre

November 20 2015 Mesin pemindai Mark 01.jpg
Mark Van den Borre sedang mendemonstrasikan mesin pemindai buku yang dibawa langsung dari Latvia.

Pada hari pertama Konferensi, Mark Van den Borre—perancang dan pembuat DIY Book Scanner yang berasal dari Latvia—hadir di Wina untuk mendemonstrasikan perangkat mesin pemindai. Pada saat itu, terjadi kegagalan teknis, yaitu kamera pada satu sisi yang tidak dapat diaktifkan dari firmware yang dikembangan dari kode bersumber terbuka. Namun, masalah tersebut dapat teratasi, walaupun jadwal presentasinya harus diundur beberapa menit.

Dalam demonstrasi tersebut, Mark memperlihatkan bagaimana memindai buku dengan efisien dengan menggunakan mesin pemindai tersebut. Dibantu dengan perangkat lunak "SpreadPi" yang dijalankan dengan Raspberry Pi, memindai 22 halaman buku bergambar dapat dikerjakan dalam waktu kurang dari 3 menit.

Beberapa peserta yang mengikuti presentasi Mark terlihat tertarik dan bertanya-tanya apakah mesin pemindai ini dapat dibentuk dan dirancang sendiri. Mark menjawab pertanyaan tersebut dengan jelas dan terperinci. Pada intinya, desain mesin pemindai tersebut dapat digunakan oleh siapa saja yang ingin menggunakannya, karena desain mesin pemindai ini tidak dipatenkan. Hal yang sedikit bersifat teknis adalah mengatur dua kamera agar dapat berkomunikasi secara bersamaan.

Dalam agenda terpisah dari agenda Konferensi, Rachmat bercakap-cakap dengan Mark mengenai penggantian kamera pada mesin pemindai yang dibeli oleh Wikimedia Indonesia dari Mark pada tahun 2013 yang lalu. Rencananya, kamera yang akan diganti adalah kamera Canon Powershot SX170 dengan harapan hasil dan kualitas pemindai ke depan semakin baik. Mark memberikan gambaran bahwa mesin pemindai ini dapat menggunakan kamera dengan model dan jenis yang berbeda, bahkan dapat menggunakan kamera DSLR—jika diperlukan; hanya proses konfigurasi saja yang diperlukan saat mengganti kamera.

Untuk hal ini, Mark bersedia membantu Rachmat melalui surel jika menemui masalah saat penggantian kamera. Percakapan ini berakhir pada pukul 16.40, ketika Annemarie datang untuk mengingatkan Mark bahwa ia harus berangkat ke bandara sore itu.

Sabtu–Minggu, 21 – 22 November 2015

Jadwal acara pada hari Sabtu, 21 November 2015
7.00 – 9.00 Sarapan
9.30 – 13.00 Ruang utama

Identitas Wikisource
Diskusi dan lokakarya
Etherpad

Ruang cadangan

Hackathon

13.00 – 13.45 Makan siang
13.45 – 14.00 Foto bersama (lobi hotel JUFA) oleh Tsui
14.00 – 16.00 Ruang utama

Identitas Wikisource
Workshops and discussions
Etherpad

Ruang cadangan

Hackathon

16.00 – 16.30 Istirahat (lantai 1)
16.30 – 17.30 Ruang utama

Identitas Wikisource
Workshops and discussions
Etherpad

Ruang cadangan

Hackathon

18.30 – 19.30 Makan malam
20.00 – selesai Pesta Konferensi Wikisource di nachBar (situs web)

Titik pertemuan: meja informasi di lobi hotel pukul 19.30

Jadwal acara pada hari Minggu, 22 November 2015
7.00 – 9.00 Sarapan
9.30 – 13.30 Ruang utama

Identitas Wikisource
9.30 – 10.20: Pemilihan hal-hal teknis untuk dikerjakan
10.30 – selesai: Perumusan misi dan tujuan Wikisource
Etherpad

Ruang cadangan

Hackathon

13.30 – 14.00 Makan siang
14.30 – 18.00 Tur keliling ke pusat sejarah Wina oleh Hubertl

Titik pertemuan: meja informasi di lobi hotel pukul 14.30

18.00 – 20.00 Makan malam di Zwölfapostelkeller (situs web)

Hari Sabtu dan Minggu didedikasikan untuk membahas tentang identitas Wikisource: apa yang membedakannya dengan proyek repositori naskah lainnya seperti Project Gutenberg, Internet Archive, dan Google Books, menyusun tujuan dan misi Wikisource, dan membuat sebuah komunitas Wikisource global.

Asaf Bartov, perwakilan dari Yayasan Wikimedia, mengawali acara pada hari Sabtu itu dengan menyebutkan bahwa Wikisource pada awalnya tidak dibentuk/diciptakan dari hasil pembicaraan (diskusi) komunitas, namun ia hadir karena adanya masalah penyuntingan di Wikipedia. Para penyunting Wikipedia kerap sekali mengisi artikel dengan membubuhkan seluruh teks dalam suatu buku ke dalam sebuah artikel, dan para komunitas senior di Wikipedia menganggap teks tersebut tidak harus ditulis di Wikipedia. Dari masalah inilah, Wikisource lahir untuk menyangga masalah tersebut dan berharap para kontributor Wikipedia tidak lagi melakukan hal seperti ini.

Selama bertahun-tahun setelah Wikisource diciptakan dan tanpa "pengawasan ketat" oleh Yayasan Wikimedia pada saat itu, para penyuka wiki langsung tertarik dengan proyek ini dan jumlah kontribusi dari sukarelawan meningkat. Hal ini disebabkan Wikisource hanya mengisi teks dari naskah yang telah ada, berbeda dengan Wikipedia yang mengharuskan penyuntingnya mengikuti aturan penyuntingan.

Wikisource juga menawarkan beberapa kelebihan kepada penggunanya, seperti:

  • hasil uji-baca yang dilakukan di Wikisource berbentuk teks murni, artinya para penyandang tuna netra dapat menggunakan perangkat lunak khusus untuk membaca teks yang telah selesai tersebut
  • naskah-naskah di Wikisource juga dapat ditelusuri informasinya melalui Wikidata, dan berhubungan langsung dengan artikel atau konten di proyek Wikimedia lainnya
  • tersedia Portal yang merangkum naskah-naskah yang bertopik serupa, sehingga memudahkan pengguna untuk membaca naskah-naskah tersebut tanpa harus melakukan pencarian lebih lanjut
  • naskah asli yang berasal dari hasil pindaian, dsb., dapat juga digunakan, berbeda dengan Project Gutenberg yang mengizinkan pembacanya untuk membaca hasil digital saja
  • upaya penerjemahan naskah ke berbagai bahasa juga dilakukan oleh para sukarelawan, sehingga memudahkan pembaca untuk membaca suatu naskah dalam bahasa mereka sendiri
  • perkataan-perkataan dari tokoh terkenal di Wikiquote dirujuk ke naskah-naskah di Wikisource, dan
  • terdapat fitur catatan pada beberapa naskah (dan fitur ini masih dalam pengembangan)

Wikisource, yang tersedia dalam berbagai bahasa seperti Wikipedia, memiliki tahap perkembangan yang berbeda-beda di setiap negara. Di negara-negara yang belum memiliki proyek Wikisource sendiri dikategorikan sebagai tahap pra-mulai (pre-start). Kategori ini berlaku pula untuk komunitas Wikisource yang akan dibentuk di sebuah negara. Kategori setelah ini adalah tahap telah memulai (start), di mana suatu komunitas telah memiliki tujuan dan proyek sendiri, namun belum memiliki banyak sukarelawan yang dapat melakukannya. Komunitas Wikisource bahasa Indonesia masuk ke dalam tahap ini (start). Tahap selanjutnya merupakan tahap pengerjaan (working level). Pada tahap ini komunitas telah memiliki sukarelawan yang cukup banyak untuk melakukan proyek dan misi mereka, serta telah bekerja sama dengan organisasi lainnya untuk menjalankan proyek tersebut. Tahap terakhir adalah tahap profesional (effective), di mana pada tahap ini komunitas telah bekerja dengan profesional dan tujuan-tujuan yang dibuat telah berhasil dilaksanakan.

November 21 2015 Konferensi 01.jpg November 21 2015 Konferensi 02.jpg
November 21 2015 Konferensi 03.jpg November 21 2015 Konferensi 05.jpg
November 21 2015 Konferensi 06.jpg November 21 2015 Konferensi 04.jpg
Dari kiri atas ke kanan: Konferensi pada hari Sabtu dan Minggu difasilitasi oleh Florian Semle dari Münich (kiri atas); berbagai komunitas Wikisource dari berbagai kalangan hadir untuk mendiskusikan apa saja yang patut diperjuangkan dari proyek Wikisource; diskusi dalam kelompok kecil ini membahas apa sajakah yang dilakukan oleh berbagai komunitas kepada Wikisource, seperti bekerja sama dengan perpustakaan nasional (kanan bawah).

Lalu, bagaimanakah persepsi publik mengenai Wikisource? Beberapa peserta yang hadir memiliki pengalaman yang bervariasi pada saat memperkenalkan Wikisource kepada publik. Charles pernah mengajak para kontributor Wikipedia untuk memahami pentingnya Wikisource, namun sebagian besar kontributor ini tidak tertarik untuk menggunakan Wikisource. Ia menyatakan hal ini mungkin belum ada sosialisasi umum kepada para kontributor tersebut mengenai Wikisource. Asaf menambahkan pula bahwa sebagian pengunjung Wikisource datang dari hasil pencarian Google, misalnya, bukan datang karena mengetik alamat web Wikisource di peramban mereka. Eduardo menambahkan pula bahwa Wikisource belum memperlihatkan kelebihan yang dapat langsung dipakai oleh penggunanya, tidak seperti Wikipedia yang berisi informasi berguna dan dapat digunakan secara langsung oleh pengguna yang membacanya. Pada saat yang bersamaan, Zvi menunjuk pada data statistik yang kurang lengkap dan tampilan Wikisource yang belum bagus apabila ditampilkan di ponsel dan tablet. Selain itu, peralatan untuk mengunduh buku ke dalam bentuk digital juga belum mumpuni.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membawa nama Wikisource adalah dengan mengadakan lomba menyunting massal, seperti yang pernah dilakukan di Wikipedia, dan benar-benar memanfaatkan Wikidata untuk menghubungkan artikel di Wikipedia sehingga pengguna Wikipedia mudah mendapatkan naskah terkait di Wikisource.

Sebelum Wikisource hadir, proyek digitalisasi serupa seperti Google Books, Project Gutenberg, dan Internet Archive, telah hadir lebih awal. Proyek-proyek tersebut memiliki kelebihan tersendiri. Google Book memiliki sumber daya yang canggih dan dana yang banyak sehingga mereka dapat mendigitalisasikan ratusan naskah dalam waktu yang cepat. Namun kekurangan Google Book adalah metadatanya yang tidak detail, tidak dilakukan oleh sukarelawan, dilakukan untuk memperoleh keuntungan, tidak selamanya tersimpan di situs web mereka, hanya tersedia di beberapa negara saja, dan tidak seluruh halaman buku yang didigitalisasi dapat dibaca. Project Gutenberg memiliki alur kerja yang dapat dikustomisasi, namun pemberdayaan sukarelawan dan keanekaragaman bahasa masih kurang. Lain halnya dengan Internet Archive yang memiliki sumber daya yang besar, di mana mereka dapat mendigitalisasi naskah dalam jumlah yang besar dengan cepat, ditambah dengan kualitas OCR yang bagus, Application Programming Interface (API) yang dapat digunakan bersama, aksesibilitas yang baik, namun kurang pada kualitas metadata. Terakhir, proyek-proyek perpustakaan, yang memiliki akses naskah cetakan tak terbatas yang tidak dapat dimiliki oleh proyek lainnya; kelemahannya pada proyek ini adalah kurangnya sukarelawan, biaya untuk mendigitalisasi, dan kurangnya sumber daya untuk memelihara hal-hal teknis, seperti server.

Wikisource sendiri memiliki kelebihan yang luar biasa dalam segi pengembangan komunitas. Komunitas dapat saling berdiskusi dan melakukan pertemuan—jika diperlukan—untuk membicarakan kemajuan Wikisource. Komunitas ini dapat saling mengembangkan naskah bertopik tertentu—topik yang mereka sukai. Selain itu, dengan adanya platform MediaWiki yang fleksibel, beberapa inovasi untuk kemajuan Wikisource dapat dikembangkan oleh para pengembang, seperti integrasi dengan ekosistem wiki (wiki-ecosystem) yang dapat dihubungkan dengan naskah-naskah lain di proyek Wikimedia lainnya, URL yang sangat ramah pengguna, dapat dicari hingga ranah teks, dan memiliki akses langsung ke sumber aslinya. Kekurangan pada Wikisource hingga saat ini adalah platform MediaWiki yang belum seluruhnya mendukung pengembangan Wikisource—karena MediaWiki pada awalnya diciptakan untuk Wikipedia.

Dalam diskusi tersebut, beberapa peserta menyumbang ide dan saran untuk kemajuan Wikisource di dalam komunitas mereka, di antaranya:

  • penyederhanaan proses menyuntingan
  • dukungan OCR untuk naskah dalam aksara yang berorientasi dari kanan ke kiri (seperti bahasa Arab, Persia, dan Ibrani)
  • dukungan penerjemahan yang lebih mudah dengan fitur yang dikhususkan
  • penyempurnaan fitur bot untuk mengunggah koleksi digital dari perpustakaan nasional di berbagai negara ke Commons
  • dukungan alami untuk tampilan digital
  • ketersediaan perkakas (gadget) yang universal untuk Wikisource dalam semua bahasa, dan
  • dukungan VisualEditor untuk pengguna baru yang sedang belajar menyunting

Dalam diskusi kecil terpisah, Rachmat bersama beberapa peserta konferensi lainnya saling bertukar ide dan saran mengenai bekerja sama dengan museum dan badan arsip dan perpustakaan. Rachmat diberi kesempatan untuk menceritakan bagaimana keadaan Wikisource bahasa Indonesia pada saat itu. Ia mengatakan bahwa untuk sementara Wikisource bahasa Indonesia hanya memiliki naskah-naskah dokumen pemerintahan. Untuk memperkaya naskah bebas, Wikimedia Indonesia melalui proyek Digitalisasi Konten memindai buku-buku untuk dimasukkan ke Wikisource.

Selain itu, Wikimedia Indonesia melalui Aliansi Jurnalis Independen (AJI) juga bekerja sama untuk mengganti lisensi koleksi AJI yang dipindai menjadi lisensi Creative Commons, sehingga koleksi buku yang sudah berbentuk digital, yang dipindai oleh Wikimedia Indonesia, dapat diunggah ke Wikisource untuk memperkaya konten. Proyek serupa juga digagas oleh Chris Woodrich yang menjalankan proyek Digitalisasi Karya Jawa Cetak yang bekerja sama dengan Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya Yogyakarta, untuk mendigitalisasi koleksi buku dan manuskrip berbahasa Jawa.

Seorang pengguna Wikisource dari India, Manoj Karingamadathil (User:Manojk), menceritakan kesulitan untuk mengunggah buku-buku yang telah berlisensi domain umum ke Commons. Dengan ratusan jumlah buku berbahasa Malayalam di perpustakaan nasional India, ia harus berupaya mengunggah buku-buku tersebut satu per satu karena dukungan unggah otomatis dari Wikimedia Commons belum mendukung pengunggahan dari perpustakaan ini dan peladen (server) perpustakaan itu juga sering kali mengalami gangguan jika pengakses situs tersebut cukup banyak. Masalah ini tidak hanya masalah di India saja, namun sebagian perpustakaan di negara lainnya juga bernasib sama karena sumber daya teknis tidak tersedia dengan baik.

Pada akhir konferensi, Asaf dan Andrea bersama-sama dengan peserta merumuskan misi (mission statement) Wikisource. Dengan menggabungkan ide yang disumbang oleh setiap peserta konferensi, maka mereka sepakat bahwa misi Wikisource adalah

"Menyediakan gudang penyimpanan naskah dan sumber utama bersama secara gratis, daring dan terbuka, yang dilakukan secara kolaboratif oleh komunitas sukarelawan dalam semua bahasa, terintegrasi dengan proyek-proyek Wikimedia dan sumber lainnya, dan dapat digunakan kembali oleh semua orang."

Konferensi Wikisource 2015 ditutup setelah masing-masing peserta mengungkapkan komentar dan perasaan mereka saat menghadiri konferensi ini. Tepuk tangan yang riuh ditujukan kepada Wikimedia Austria setelah berhasil menggelar konferensi pertama yang bertema Wikisource ini.

November 22 2015 Foto bersama Konferensi Wikisource 2015.jpg
Foto bersama para peserta Konferensi Wikisource 2015 di lobi hotel JUFA Wien.
Lisensi: Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 3.0 · Sumber berkas: Wikisource Conference Vienna 2015-11-21 02.jpg di Wikimedia Commons · Foto diambil oleh Tsui


*   *   *