Laporan Diskusi: Kolkas

Dari Wikimedia Indonesia
Jump to navigation Jump to search
Foto bersama

Pada hari Minggu, tanggal 14 Juni 2015, diadakan diskusi Kolkas dengan Creative Commons Indonesia mengenai hak cipta di kantor Widya Mitra di Jl. M.T. Haryono, Semarang, Jawa Tengah; Kolkas merupakan suatu proyek yang menyediakan karya desain grafis dengan lisensi bebas untuk digunakan di kaos, internet, dll.

Materi mengenai hak cipta disampaikan oleh Alifia Qonita Sudharto dari Creative Commons Indonesia dan Christopher Allen Woodrich, yang masing-masing didatangkan dari Jakarta dan Yogyakarta. Diskusi dihadiri oleh sekitar 20 orang, yang terdiri dari 14 laki-laki dan 6 perempuan; umur rata-rata dari hadirin ialah 21–28 tahun.

Acara dimulai pada pukul 16:30. Bahan yang berada dalam PowerPoint disampaikan oleh Nita, sementara Chris menawarkan penjelasan serta memberikan pertanyaan untuk memancing diskusi lebih lanjut. Penyampaian materi dimulai dengan pengertian dasar hak cipta, isi undang-undang hak cipta yang kini berlaku di Indonesia, serta apa saja yang dilindungi hak cipta dan jangka waktu hak cipta dilindungi. Nita menyampaikan bahwa karya desain grafis yang disebarluaskan melalui situs web Kolkas termasuk sebagai "karya seni rupa" dan saat ini perlindungan hak ciptanya berlaku selama hidup pencipta sampai dengan 70 tahun setelah pencipta meninggal dunia.

Setelah penjabaran tentang hak cipta secara umum, lisensi Creative Commons diperkenalkan dan dibahas, termasuk hak apa saja yang dapat dilindungi lisensi tersebut serta macam-macam bentuk lisensinya. Nita menekankan bahwa penggunaan lisensi Creative Commons cukup penting untuk proyek Kolkas, karena lisensi Creative Commons dapat memperbanyak dan mempercepat penyebarluasan karya Kolkas namun juga menghindari pelanggaran hak cipta. Nita juga menyampaikan bahwa lisensi CC BY, yang pada waktu itu digunakan oleh Kolkas, tetap mengizinkan orang lain untuk menggunakan (dan bahkan memperjualbelikan) berkas asli; karena itu, larangan untuk menjual berkas asli yang terpapar pada penjelasan ketentuan lisensi Kolkas sebenarnya tidak sesuai dengan lisensi yang digunakan. Setelah itu, disampaikan beberapa contoh situs web yang menggunakan lisensi Creative Commons.

Selama materi disampaikan, hadirin memperhatikan dengan cukup baik, meskipun nampak sedikit bingung. Penyampaian materi disela-sela dengan pertanyaan mengenai hak cipta serta contoh kasus yang pernah dialami oleh hadirin sendiri. Dari pertanyaan itu, nampak bahwa masih ada kebingungan antara (misalnya) hak cipta dan hak paten, apa itu hak potret, siapa saja yang berhak memiliki hak cipta atas suatu karya, dan penggunaan karya orang lain sebagai dasar desain sendiri. Salah satu contoh yang digunakan ialah Tugu Muda, simbol Semarang yang dibangun pada awal tahun 1950-an dan karena itu masih dilindungi hak ciptanya karena hukum Indonesia tidak melindungi freedom of panorama. Hadirin cukup terkejut ketika mengetahui bahwa penggunaan desain Tugu Muda dalam karya mereka sebenarnya bisa dianggap pelanggaran oleh pemegang hak cipta, meskipun monumen Tugu Muda sudah dikenal oleh seantero warga Semarang. Untuk menjelaskan apa saja yang boleh digunakan sebagai dasar suatu desain grafis, digunakan beberapa contoh foto dari Wikimedia Commons.

Selain pertanyaan terkait dengan freedom of panorama tersebut, salah satu hadirin menyatakan bahwa pada dasarnya Kolkas ingin menyebarluaskan karya kepada siapapun bahkan beberapa di antara mereka ingin melepaskan karya ke dalam domain publik. Berbeda dengan hukum di beberapa negara lain, seperti Amerika Serikat, hukum Indonesia menyatakan bahwa sebuah ciptaan baru akan menjadi domain publik setelah masa perlindungan hak ciptanya habis. Seorang pencipta tidak dapat secara aktif memasukkan ciptaannya sebagai domain publik di Indonesia, misalnya dengan menggunakan alat CC0 Dedikasi Domain Publik. Dengan demikian, keinginan beberapa kontributor Kolkas tersebut setidaknya dapat difasilitasi dengan CC BY.

Acara ditutup pukul 17:45. Setelah foto bersama, ada pernyataan dari Kolkas bahwa mereka kemungkinan besar akan beralih lisensi dari CC BY ke CC BY-SA; hal tersebut sepertinya berdasarkan keinginan mereka untuk menjamin bahwa karya turunan dari desain mereka tetap bebas.

Dokumentasi