Laporan Seminar Informatika di Bandung

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

Wikimedia Indonesia mendapat undangan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia — Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika untuk menghadiri Seminar Keamanan Informasi Untuk Melindungi Data Strategis dan Menjamin Keamanan Transaksi Elektronik yang diselenggarakan pada tanggal 19-Juli-2011 di Hotel Savoy Homann, Bandung, Jawa Barat.

Seminar ini dihadiri kurang lebih 300 peserta dari berbagai kalangan termasuk instansi pemerintah dan swasta, juga dari berbagai ragam komunitas serta praktisi dari seluruh Indonesia.

Juli 19 2011 WMC Aktivitas-1.JPG

Bapak Tifatul Sembiring (Pembicara Utama) menekankan 3 (tiga) aspek penting dalam keamanan informasi yakni : Kesadaran (Awareness), penggunaan tenaga ahli (expertist usage) dan perangkat yang tepat (tools).


Pembicara lain, yakni Dr. Budi Raharjo dari Institut Teknologi Bandung dan juga merupakan pendiri ID-CERT (Indonesia Communication Emergency Response Team — lembaga non profit yang didirikan pada tahun 1998)

Hal-hal yang disarankan guna peningkatan Keamanan Informasi adalah :

  • Budaya keamanan informasi diberbagai tempat
  • Dengan kebijakan dan prosedur yang tegas dan konsisten, budaya / kebiasaan dapat diubah menuju arah yang lebih baik
  • Pengguna komputer harus menandatangani perjanjian penggunaan yang menyatakan bahwa apa yang diperbuat bukan merupakan tanggung-jawab instansi/institusi.
  • Untuk menghindari pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), pengguna disarankan untuk mengerti akan etika berkomunikasi sehingga dapat membedakan penggunaan media privat dan publik.

Dr. Cahyana Ahmadjayadi (Staf Ahli Menteri Bidang Politik dan Keamanan) menyampaikan pentingnya keberadaan hukum dalam dunia maya. Ia juga menyampaikan penjelasan mengenai Cyber Six: Cyber Space, Cyber Threat, Cyber Attack, Cyber Security, Cyber Crime dan Cyber Law. Undang-undang Keamanan Informasi yang dibuat harus memahami urutan tersebut.