Laporan Wikimedia Conference 2014

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Wikimedia Conference 2014 adalah suatu pertemuan tahunan bagi para mitra lokal Wikimedia (chapters), organisasi tematik (thematic organizations), dan kelompok pengguna (user groups), anggota dewan dan staf Wikimedia Foundation, serta komite-komite lainnya. Tujuan konferensi ini adalah untuk membahas masa depan gerakan Wikimedia di seluruh dunia dalam hal kerjasama, struktur, dan pengembangan organisasi.

Konferensi tahun ini dihadiri oleh lebih dari 140 orang dari 40 negara. Acara berlangsung pada tanggal 10 April 2014 untuk pertemuan pra-konferensi dan tanggal 11-13 April 2014 untuk aktivitas inti konferensi. Konferensi diselenggarakan di gedung Verlag Der Tagesspiegel, Askanischer Platz 3, 10963 Berlin, Jerman. Perwakilan dari Wikimedia Indonesia yang hadir adalah Ichsan Mochtar dan Isabella Apriyana.

Tema utama

Tim program mengidentifikasi dua tema utama untuk konferensi ini: Organisasi, Struktur, dan Hibah (Organisation, Structures and Grants) dan Kesuksesan dan Dampaknya (Success and Impact). Berangkat dari kedua tema besar tesebut, temu muka antar perwakilan mitra lokal Wikimedia ini dimaksudkan untuk membahas berbagai pertanyaan yang menggelora, tantangan-tantangan, dan diskusi-diskusi mutakhir yang secara langsung mempengaruhi entitas-entitas dalam gerakan Wikimedia. Konferensi ini telah memutuskan untuk berfokus pada masalah organisasi dan masa depan gerakan secara umum, dan bukan pada rincian-rincian program kerja. Temuan-temuan dari proyek Dialog Mitra Lokal (Chapter's Dialogue) juga disajikan dan berperan sebagai masukan tambahan untuk topik-topik tertentu.

Partisipasi

Presentasi perwakilan Wikimedia Indonesia dalam topik Model Alternatif dalam Penggalangan Dana (Diversifying Fundraising Models and Sources)

Kedua perwakilan Wikimedia Indonesia berpartisipasi sebagai pembicara dalam topik Model Alternatif dalam Penggalangan Dana (Diversifying Fundraising Models and Sources) yang dilaksanakan pada hari terakhir konferensi. Dalam sesi ini, Wikimedia Indonesia bersama dengan Wikimedia Estonia dan Wikimedia Afrika Selatan, berbagi pengalaman dalam hal memperoleh dukungan dana dari sumber lain di luar Yayasan Wikimedia untuk membiayai proyek-proyek yang dijalankan di negara masing-masing.

Perwakilan Wikimedia Indonesia juga menghadiri beragam sesi konferesi lainnya. Jadwal lengkap konferensi dapat dilihat di sini (en). Beberapa topik dihadiri secara terpisah oleh perwakilan Indonesia tersebut, sebagaimana yang juga dilakukan oleh perwakilan dari negara-negara lainnya, untuk memperoleh sebanyak mungkin masukan dari kegiatan ini. Selain itu, berbagai pembicaraan yang terjadi di sela-sela sesi presentasi, waktu istirahat, serta saat kegiatan sosial juga memberikan banyak informasi dan ide, yang secara selektif disampaikan di bawah ini.

Sesi Konferensi

  • Diversifying Fundraising Models and Sources:
  • Moving from Ideas to Experiments: Jessie Wild (WMF) pada dasarnya menyampaikan bahwa WMF mendukung inovasi, inovasi tidaklah dianggap terlalu berisiko, dan adalah mitos bahwa inovasi tidak akan didanai. Baca sepenuhnya...
  • WMF and Chapter Grant Programmes: Marek Stelmasik (Wikimedia Polandia) berbagi mengenai program hibah mikro, Charles Anders (Wikipedia Swiss) berbagi mengenai program WMF Travel and Participation Support, dan Asaf Bartov (WMF) berbagi mengenai apa yang biasanya penerima hibah inginkan dan tidak inginkan. Baca sepenuhnya...
  • Conflict of Interest : Asaf Bartof (WMF) dan Stephen LaPorte (WMF) menyampaikan kiat-kiat dalam menghadapi potensi konflik kepentingan dalam setiap proyek Wikimedia yang dijalankan oleh asosiasi lokal.
  • FDC Feedback Session: Winnifred Oliff, Mike Peel, dan Cristian Consonni dari Fund Dissemination Commitee (Panitia Penyebarluasan Dana/ FDC) menyampaikan peran sentral FDC beberapa waktu terakhir sebagai sumber pendanaan proyek bagi afiliasi lokal. Namun, FDC mengakui masih banyak hal yang menjadi penghambat bagi keharmonisan relasi dan jalannya kegiatan permohonan dan penyaluran dana antara FDC dengan afiliasi lokal. Oleh karena itu, FDC meminta masukan dari peserta konferensi dalam rangka memperbaiki kerja FDC di masa mendatang. Beberapa contoh tantangan yang dikeluhkan adalah batasan bahasa yang mempersulit penyampaian ide dalam penulisan proposal dalam bahasa inggris bagi penutur bahasa ibu selain bahasa inggris, pertimbangan perbedaan budaya lokal masing-masing negara dalam hubungannya dengan proyek yang diajukan dan kesempatannya diloloskan oleh FDC (yang selama ini terlihat menggunakan kriteria yang terlalu umum), diterima kesamaan pengertian kedua belah pihak pemohon dana dan FDC akan istilah dana-terikat (restricted) dan dana-tidak terikat (non restricted), dan birokrasi permohonan hibah melalui FDC.
  • Meet the WMF Board of Trustees: Diskusi dalam grup kecil dengan anggota Dewan Pengurus WMF berkenaan dengan apa yang dikerjakan oleh WMF dalam lingkup strategi (Jan-Bart de Vreede), teknologi (Samuel Klein), keuangan (Stu West), relasi (Alice Wiegand), dan pengambilan keputusan (Phoebe Ayers).

Bincang-bincang dengan peserta konferensi

Di sela-sela kegiatan konferensi, Ichsan dan Isabella sempat berbincang dengan cukup banyak peserta yang berasal dari berbagai negara. Topik bahasan terutama adalah keingintahuan akan proyek-proyek yang dijalankan di mitra lokal Wikimedia di negera lain, pencapaian, kendala, serta rencana-rencana yang dimiliki dalam memajukan gerakan Wikimedia di tingkat lokal di negara masing-masing. Berikut ini adalah beberapa rangkuman pembicaraan yang menarik, memiliki nilai pembelajaran, dan diharapkan membuka pintu kolaborasi antar afiliasi di masa mendatang:

  • Wikimedia Swiss (WMCH): Charles Anders menyatakan bahwa WMCH masih tertarik untuk mendukung kegiatan Wikimedia Indonesia, dengan salah satu fokus yang diharapkan adalah kolaborasi untuk memperbanyak konten informasi mengenai Indonesia dan juga budaya Jawa dalam bahasa-bahasa yang dipertuturkan di daratan Eropa. Charles juga menyampaikan dukungan morilnya agar sukarelawan yang aktif dalam komunitas Wikipedia Bahasa Jawa bisa mendapatkan kesempatan untuk hadir di forum internasional.
  • Wikimedia Argentina (WMAR): Perbincangan dengan Osmar Valdebenito juga memberikan wawasan tambahan mengenai potensi dari proyek Wiki Loves Monument untuk mendukung gerakan akses terbuka. WMAR pun sempat mengalami permasalahan hak cipta pada bangunan-bangunan namun berhasil diatasi dengan kerja sama dan kolaborasi pemerintah setempat. Osmar menyampaikan kesediaannya untuk berbagi pengetahuan lebih jauh mengenai teknis pelaksanaan Wiki Loves Monument berdasarkan pengalaman WMAR.
  • Wikimedia Taiwan: Wikimedia Taiwan lebih banyak berfokus pada kegiatan sosialisasi (outreach) terutama mengenai pentingnya gerakan wikimedia di bidang pendidikan. Sempat ada usulan untuk menjalin kerjasama
  • Wikimedia Hongkong: Venus Lui dan Samuel Chan dari WMHK menceritakan tentang pengalaman mereka menyelenggarakan Wikimania di tahun 2013. Mereka juga menuturkan kesulitan untuk mencari sumber daya manusia untuk melaksanakan proyek-proyek jangka panjang karena kultur karir di Hongkong yang menjadikan program magang untuk memenuhi syarat kelulusan dari universitas, serta hanya sebagai batu loncatan untuk pekerjaan yang lebih tinggi. Hal ini akan menjadi kendala bagi kelangsungan organisasi karena durasi magang yang sebentar. Oleh karenanya, mereka mempertimbangkan untuk merekrut pegawai tetap.
  • Wikimedia Filipina (WMPH): Jenna Reyes dan Emannuel Ramirez berbagi cerita mengenai kesuksesan proyek Wiki Loves Monument yang sudah dijalankan dua tahun terakhir. Mereka juga menyampaikan apresiasi dan kekaguman terhadap kompetisi menulis yang dilakukan oleh WMID. Peluang di masa mendatang adalah dalam bentuk tukar ilmu untuk teknis pelaksanaan program serupa di Filipina maupun di Indonesia. Joseph Lim yang hadir dalam kapasitas sebagai AffCom menyampaikan keinginannya untuk kembali membahas inisiatif pembentukan aliansi Wikimedia se-Asia Tenggara maupun se-Asia Pacific dan mengharapkan WMID bisa menjalankan peran sentral di dalamnya.
  • Mengenai aliansi Wikimedia Asia, sempat diperbincangkan secara kasual dan umumnya disambut baik oleh para peserta dari afiliasi-afiliasi Wikimedia yang berlokasi di Asia
  • Wikimedia Finlandia (WMFI): Susanna Ånäs dari WMFI tertarik untuk tahu lebih jauh mengenai kolaborasi WMID dengan OpenStreetMap. Susanna mengungkapkan keinginannya untuk juga mulai menjalin kerjasama dengan OpenStreetMap di negaranya, rencananya dalam proyek berbasis Wikimapia.
  • Ichsan dan Isabella berbagi cerita beberapa proyek besar Wikimedia Indonesia yang berbasis kompetisi menulis di Wikipedia bagi mahasiswa, yang mana melibatkan kolaborasi dengan universitas di banyak kota di Indonesia. Berdasarkan informasi ini, beberapa orang menyarankan agar WMID bertemu dengan Rod Dunican, salah satu staf WMF yang bekerja di bidang Program Edukasi (Wikimedia Education Programme) yang juga hadir dalam konferensi ini. Pada hari terakhir, Ichsan dan Isabella berbincang dengan Rod Dunican untuk tahu lebih jauh mengenai program edukasi yang didukung oleh WMF, bagaimana implementasi yang sudah dilakukan selama ini, serta potensinya untuk dilakukan di Indonesia.

Kesimpulan umum

Biaya-biaya

Lihat di sini

Pranala luar