Laporan Wikimedia Conference 2016/Pertemuan dengan Wikimedia Belanda

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Wikimedia Conference 2016.jpeg






Wikimedia Conference 2016 adalah suatu pertemuan tahunan bagi para mitra lokal Wikimedia (chapters), organisasi tematik (thematic organizations), dan kelompok pengguna (user groups), mitra pergerakan (movements partners), komite penyebarluasan dana (funds dissemination committe), anggota dewan pengawas dan staf Wikimedia Foundation, serta komite-komite lainnya. Tujuan konferensi ini adalah untuk membahas masa depan gerakan Wikimedia di seluruh dunia dalam hal kerjasama, struktur, dan pengembangan organisasi.

Konferensi tahun ini dihadiri oleh lebih dari 195 orang (mitra lokal: 92; tematik: 1; kelompok pengguna:38; mitra pergerakan: 3; komite afiliasi: 10; komite penyebarluasan dana: 2; dewan pengawas: 8; staf WMF: 28; sukarelawan: 3; fasilitator: 2; mitra lain: 8) dari 60 negara. Acara berlangsung pada tanggal 20-21 April 2016 untuk pertemuan prakonferensi dan tanggal 22-24 April 2016 untuk acara konferensi inti. Konferensi diselenggarakan di gedung Verlag Der Tagesspiegel, Askanischer Platz 3, 10963 Berlin, Jerman. Perwakilan dari Wikimedia Indonesia yang hadir adalah Biyanto Rebin dan Isabella Apriyana. Kedua Perwakilan ini telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Pengawas melalui Resolusi:Perwakilan Indonesia dalam Pertemuan Asosiasi Wikimedia Dunia 2016.

Ki-ka: Revo, Biyan, Sandra, Isabella, Arne, Sindy, Elisabeth
Biyanto menjelaskan kegiatan WMID

Setelah bertemu pada Wikimedia Conference 2016 di Berlin, Wikimedia Indonesia dan Wikimedia Belanda setuju untuk mendiskusikan lebih jauh mengenai potensi kolaborasi. Pada tanggal 2 Mei 2016, Wikimedia Indonesia (diwakili Biyanto Rebin, Isabella Apriyana, dan Revo Soekatno) berkunjung ke kantor Wikimedia Belanda (WMNL) yang beralamat di Mariaplaats 3, Utrecht, Belanda. Wikimedia Indonesia diterima oleh Direktur Eksekutif WMNL, Sandra Rintjes dan juga beberapa staf WMNL lainnya yaitu Elisabeth Wiessner, Sindy Meijer, dan Arne Wossink.

Setelah sesi perkenalan, diskusi dilanjutkan pada rencana kerjasama WMID dan WMNL untuk proyek digitalisasi surat-surat Ki Hadjar Dewantara yang berbahasa Belanda. Pihak WMNL menyambut baik rencana proyek ini dan bersedia mengambil peran dalam proses transkripsi dan penerjemahan dari bahasa Belanda ke Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Komunikasi akan dilanjutkan lewat surel setelah menghubungi Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya Yogyakarta untuk memastikan berapa jumlah dokumen yang akan didigitalisasi.

Elisabeth Wiessner yang baru bergabung dengan WMNL di awal tahun 2016 menceritakan bahwa sebelumnya ia banyak bekerja dengan pusat studi kebudayaan Indonesia seperti Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. Elisabeth menyatakan ketertarikannya untuk menindaklanjuti kerjasama WMID dan WMNL, termasuk untuk mendukung proyek The Netherland and The World yang dikelolanya sekarang dimana tujuannya adalah untuk membebaskan konten terkait hubungan sejarah Belanda dan negara-negara lain di dunia.

Biyanto menjelaskan pada WMNL tentang proyek-proyek yang sedang dikerjakan WMID, termasuk digitalisasi Digitalisasi Karya Jawa Cetak dari Koleksi Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta serta buku-buku yang diterbitkan oleh WMID.