Negara-negara Asia Pasifik Menjadi Saksi Lisensi Hak Cipta Creative Commons Diluncurkan Di Indonesia

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian




Siaran Pers

Untuk disebar-luaskan
Jakarta, 11 November 2012


Negara-negara Asia Pasifik Menjadi Saksi Lisensi Hak Cipta Creative Commons Diluncurkan Di Indonesia


Pada hari Minggu, 11 November 2012 bertempat di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Ari Juliano Gema sebagai Pemimpin Legal Creative Commons Indonesia meluncurkan hasil terjemahan dan adaptasi lisensi Hak Cipta di Indonesia. Indonesia secara resmi menjadi salah satu dari 72 negara yang menggunakan lisensi hak cipta Creative Commons.

Pembicara kunci dalam peluncuran ini adalah Direktur Hak Cipta, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang, Yuslisar Ningsih dan Kat Walsh, Penasihat Hukum Creative Commons dan Ketua Dewan Pengawas Wikimedia Foundation. Pada acara peluncuran tampil pula Adhitia Shofyan dan Si Kecil Untuk Bangsa Yang Besar (SKUBYB) dari proyek album rap anak rumah singgah Dilts Foundation di depan 150 peserta Asia Pasifik dan Nasional yang didatangkan dengan beasiswa.

Ari berharap penerapan lisensi Hak Cipta di Indonesia membuka jalan baru kreativitas digital dengan berkreasi dan berbagi tanpa melanggar hak-hak pencipta. Terlebih lisensi ini mendukung UU No. 12 Tahun 2012 pasal 79 Ayat 4 tentang pembelajaran terbuka untuk Pendidikan Tinggi. Ini berarti materi materi pendidikan, riset, skripsi kini dapat diterbitkan dengan lisensi Creative Commons dan menekan biaya distribusi dan penerjemahan saat hendak digandakan dan disebarluaskan.

Pada peluncuran ini hadir juga 17 peserta dari 11 negara Asia Pasifik yang merupakan afiliasi Creative Commons juga menjadi pemateri untuk empat kelas paralel yang diadakan dalam peluncuran. Di antara kelas kelas ini adalah Keterbukaan Akses dan Data, Kebijakan dan Platform Sumber Pendidikan Terbuka, Creative Commons untuk Pemula, Lisensi CC dalam Bidang Kesenian (sesi dalam Bahasa Inggris), Lokakarya Institusi Pendidikan Terbuka.

Onno W. Purbo ahli teknologi dan informatika menutup acara dengan meringkas hasil kelas dan diskusi Asia Pasifik. Sebelumnya konferensi Asia Pasifik membahas proyek proyek penerjemahan antara negara, Hong Kong yang mencoba meregenerasi penerus upaya Creative Commons dengan mencari anak-anak tingkat SMA, dan komunitas internal yang dicoba untuk dibangun oleh Korea dan berbagai masalah pendanaan untuk upaya ini.

Pada akhir acara peserta dibubarkan dengan penampilan ondel-ondel betawi dari Jakarta.

* * SELESAI * *


Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi: info@creativecommons.or.id