Pemetaan Dasar Kota Bontang dan Sangatta/Laporan

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Pemetaan Dasar Kota Bontang dan Sangatta Rencana Anggaran Laporan Dokumentasi Kegiatan Laporan Penggunaan Dana

Pemetaan Dasar Kota Bontang dan Sangatta adalah kelanjutan dari Proyek Pemetaan dan Transparansi di Kalimantan yang merupakan kerjasama antara Wikimedia Indonesia (WMID) dan Humanitarian OpenStreetMap Team (HOT) dalam memetakan dan membuat konten mengenai Kalimantan yang didanai oleh Making All Voices Count. Upaya ini terbatas pada pemetaan dasar langsung ke lapangan di wilayah Kota Bontang dan Sangatta (ibu kota Kabupaten Kutai Timur). Hasil yang diharapkan dari proyek ini adalah dapat terpetakannya seluruh wilayah kota Bontang dan Sangatta, dan paling tidak 500 objek prioritas telah terpetakan masing-masing di Kota Bontang dan Sangatta.

Pemetaan dan survei lapangan ini bertujuan untuk melengkapi data-data yang ada khususnya fasilitas umum yang ada di Kota Bontang dan Sangatta, Kalimantan Timur. Bangunan yang dipetakan terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu:

  1. Fasilitas Pendidikan, yaitu: Sekolah dan Madrasah, Sekolah Tinggi dan Universitas, TK, Paud, Pesantren
  2. Fasilitas Kesehatan, yaitu: Rumah Sakit, Puskesmas, Pustu, Klinik
  3. Fasilitas Sosial, yaitu: Kantor Pemerintahan tingkat Provinsi hingga tingkat Kabupaten/Kota, Masjid, Gereja, Vihara, Klenteng, Kantor Polisi, Pemadam Kebakaran Kantor Pemerintahan tingkat Kecamatan sampai Desa, Musholla, Kapel, Langgar, Toko/Kios, Pasar

Survei dan Pemetaan Lapangan

Kegiatan survei dan pemetaan lapangan yang dilaksanakan Arief di Sangatta pada 16-18 Januari 2018.

Kegiatan survei dan pemetaan lapangan dilakukan oleh Arief Rahman dalam empat tahap dan berselang-seling di Kota Bontang dan Sangatta. Untuk daerah Kota Bontang, kegiatan survei dan pemetaan lapangan dilakukan dua kali, yakni pada bulan Oktober dan Desember 2017. Sedangkan untuk daerah Sangatta, Kegiatan survei dan pemetaan lapangan dilakukan dua kali, yakni pada bulan November 2017 dan Januari 2018.

Kegiatan survei dan pemetaan lapangan tahap pertama dilaksanakan pada 9-11 Oktober 2017 dengan tujuan kota Bontang. Pada kegiatan survei dan pemetaan lapangan tahap pertama yang dilakukan selama tiga hari dua malam ini, tercatat 477 objek prioritas. Kemudian pada kegiatan survei dan pemetaan lapangan tahap kedua dilaksanakan pada 7-9 November 2017 dengan tujuan Sangatta. Pada kegiatan survei dan pemetaan lapangan tahap kedua yang dilakukan selama tiga hari dua malam ini, tercatat 510 objek prioritas. Sedangkan pada kegiatan survei dan pemetaan lapangan tahap ketiga dilaksanakan pada 28-30 Desember 2017 dengan tujuan Kota Bontang untuk kedua kalinya. Pada kegiatan survei dan pemetaan lapangan tahap ketiga yang dilakukan selama tiga hari dua malam ini, tercatat 458 objek prioritas. Lalu pada kegiatan survei dan pemetaan lapangan tahap keempat dilaksanakan pada 16-18 Januari 2018 dengan tujuan Sangatta untuk kedua kalinya. Pada kegiatan survei dan pemetaan lapangan tahap terakhir yang dilakukan selama tiga hari dua malam ini, tercatat 526 objek prioritas.

Dalam kegiatan survei dan pemetaan lapangan, Arief menggunakan sepeda motor sebagai kendaraan mobilisasi dan sesekali berjalan kaki apabila daerah yang disurvei tergolong padat dan banyak objek prioritas. Untuk pencatatan trek menggunakan ponsel yang sudah terdapat aplikasi android OSMTracker sebagai alternatif pengganti GPS dan kertas manual beserta bolpoin. Untuk digitasi hasil trek survei lapangan ke OpenStreetMap menggunakan program komputer JOSM (Java OpenStreetMap).

Trek GPS di program JOSM hasil survei di Kota Bontang pada tahap pertama.
Trek GPS di program JOSM hasil survei di Sangatta pada tahap pertama.
Trek GPS di program JOSM hasil survei di Kota Bontang pada tahap kedua.
Trek GPS di program JOSM hasil survei di Sangatta pada tahap kedua.

Validasi

Kegiatan validasi dilaksanakan oleh Suyono pada ... 2018.

Rekapitulasi

Hasil pemetaan dan survei lapangan di Kota Bontang dan Sangatta sepanjang bulan Oktober 2017-Januari 2018 berhasil memetakan sebanyak 1,971 objek prioritas. Dengan rincian sebagai berikut:

Kota Bontang
  • 32 Fasilitas Pendidikan
  • 15 Fasilitas Kesehatan
  • 888 Fasilitas Sosial

Total 935 bangunan.

Sangatta, Kutai Timur
  • 33 Fasilitas Pendidikan
  • 13 Fasilitas Kesehatan
  • 990 Fasilitas Sosial

Total 1,036 bangunan.

Berikut adalah beberapa perubahan yang terjadi di OpenStreetMap sebelum dan sesudah kegiatan survei lapangan di Kota Bontang dan Sangatta dilaksanakan:

Peta tampilan OpenStreetMap wilayah Kota Bontang kawasan Berbas sebelum dan sesudah.
Peta tampilan OpenStreetMap wilayah Kota Bontang kawasan Gunung Sari Api-Api sebelum dan sesudah.
Peta tampilan OpenStreetMap wilayah Sangatta kawasan Pinang sebelum dan sesudah.
Peta tampilan OpenStreetMap wilayah Sangatta kawasan Teluk Lingga sebelum dan sesudah.


Daftar objek-objek hasil survei lapangan di Kota Bontang dan Sangatta (Kutai Timur) dapat dilihat pada pranala berikut ini: