Pengguna:Misdianto

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Mokhammad Misdianto, M.Sc. (DIAN)

Mokhammad Misdianto, M.Sc. , atau biasa dipanggil dengan nama singkat, DIAN, dilahirkan di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada 7 Mei 1971. Dia adalah salah satu Praktisi di Jasa Konsultasi Bidang Keuangan khususnya di Keuangan Syariah bidang Proteksi.

Pendidikan

Dilahirkan di kota kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, ia menghabiskan masa kecil dan pendidikan dasarnya di kota itu. Pendidikan menengah tingkat SMP - Sekolah Menengah tingkat Pertama, ia lalui di dua kota yaitu, Bangil dan Malang. Pendidikan menengah tingkat atas, SMA, ia lalui di salah satu SMA di kawasan Tugu, Malang, tepatnya di SMA Negeri 1 Malang.

Pendidikan tingginya, ia awali dengan menempuh ahli madya dari Politeknik Universitas Brawijaya, Malang yang saat ini dikenal dengan nama Politeknik Negeri Malang, jurusan Teknik Elektro. Kemudian, dilanjutkannya untuk mendapatkan Sarjana Teknik Elektro (ST), dari Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya. Ia juga memegang gelar Master of Science in Information Development (MSc. Id.) dari University of Hertfordshire, Inggris, dalam bidang sistem informasi, tepatnya mengenai Database.

Karir

Konsultan Keuangan

Sejak tahun 2015, hingga sekarang, ia berprofesi sebagai Konsultan Keuangan khususnya di bidang Proteksi Syariah dari perusahaan asuransi PT. Prudential Life Assurance di Indonesia dan aktif berbagi mengenalkan kepada masyarakat luas mengenai Literasi Keuangan.

Saat ini, secara data, baru sekitar 1 - 2%, masyarakat Indonesia yang memiliki pengetahuan mengenai perencanaan keuangan khususnya perencanaan keuangan pribadi dan atau keluarga. Dan masih sangat sedikit sekali mereka yang menerapkan perencanaan keuangan tersebut sehingga seringkali keluarganya mengalami bencana finansial ketika terjadi resiko kehidupan. Resiko kehidupan adalah resiko-resiko yang bisa saja terjadi kepada semua insan manusia. Resiko kehidupan itu sendiri, ada empat, yaitu:

  1. Meninggal terlalu cepat. Sebuah keluarga, dapat mengalami bencana finansial ketika pencari nafkah utama meninggal terlalu cepat sehingga ia belum sempet menyiapkan finansial untuk mendukung kehidupan keluarganya.
  2. Sakit Kritis yang berkepanjangan. Ketika pencari nafkah utama mengalami sakit kritis yang berkepanjangan, maka keluarga bisa mendapatkan resiko bencana finansial.
  3. Cacat Tetap. Apabila pencari nafkah utama mengalami resiko cacat tetap, maka keuangan keluarga tersebut, dipastikan akan mengalami bencana finansial.
  4. Hidup terlalu lama. Menurut sebagian besar orang, mereka berharap bisa hidup lebih lama dari rata-rata harapan hidup di suatu negara. Namun jika ia menyadari, dengan hidup terlalu lama seseorang bisa menjadi beban yang lainnya, beban untuk keluarga karena harus merawatnya, dan beban juga untuk lingkungan karena untuk menunjang kehidupannya, negara juga harus turun tangan membantunya.

Kebalikannya, dalam setiap siklus kehidupan seorang manusia juga terjadi dalam empat fase yaitu:

  1. Ketika seseorang sedang menempuh pendidikan. Dalam fase ini, ia sedang membangun kapasitas untuk menjadi manusia yang mandiri dan bermanfaat untuk lingkungannya.
  2. Ketika mulai bekerja ataupun berusaha. Fase-fase ini seringkali dikenal dengan fase Usia Produktif. Dimana dalam fase ini, ia sedang membangun aset dan kekayaannya untuk diri sendiri, keluarganya dan juga untuk ditinggalkan sebagai bekal anak cucunya kelak agar menjadi insan-insan yang lebih kuat di masa-masa yang akan datang.
  3. Membentuk keluarga. Setiap insan manusia, pada hakikatnya pasti akan membentuk keluarga agar ada keturunannya dan bisa mewariskan hal-hal yang baik untuk generasi mendatang. Sebagaimana pernah disitir dalam Al-Qur'anul Karim : "Bahwasanya, Tuhan YME tidak menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, tidak lain dan tidak bukan untuk saling mengenal.
  4. Masa-masa indah menikmati hari tua. Di fasa ini, setiap insan sedang menikmati hasil jerih payahnya, dimana masa ini seringkali dinikmati bersama pasangannya hingga waktunya tiba untuk kembali ke haribaan Tuhan YME. Dari data yang ada di Indonesia, seringkali, para warga senior ini tidak memiliki kemandirian secara finansial sehingga dari data tersebut, mereka bergantung kepada anak dan atau hingga ke cucu. Dengan warga senior yang mandiri secara finansial, maka Negara Indonesia juga akan sangat terbantu, dimana BPJS Kesehatan lebih bisa dimanfaatkan untuk mereka yang lebih membutuhkan.

SITA - Societe International de Telecommunication Aeronautic

Sejak tahun 2004, ia memulai berkarir di perusahaan internasional berbasiskan dari Jenewa, Swiss. SITA sendiri adalah sebuah perusahaan internasional yang memberikan solusi teknologi informasi khususnya untuk dunia penerbangan. Di perusahaan ini, ia sempat menjabat sebagai Account Director yang membawahi kawasan seluruh Indonesia, baik untuk perusahaan penerbangan, servis di bandara, bidang keimigrasian serta bagian-bagian yang terkait dengannya.

Selain itu ia juga aktif berkontribusi di Wikipedia Bahasa Indonesia dan sesekali di bahasa Inggris. Bidang ketertarikan Misdianto adalah proteksi syariah, Islamic Finance and Management, bahasa, dunia penerbangan, teknik informatika, manajemen, pendidikan, komunikasi, hubungan internasional, kimia, fotografi, seni, dan komik, terutama sekali komik yang berhubungan dengan Petualangan Tintin, dan juga komik-komik Eropa lainnya.

PT. Merpati Nusantara Airlines

Karir awalnya dimulai dari tingkat Teknisi Flight Simulator di sekitar tahun 1995 di Merpati Training Centre (MTC), Surabaya hingga akhirnya menjadi Kepala Seksi Full Flight Simulator CN-235 di perusahaan yang sama. Sempat cuti belajar dari tempat kerjanya di Merpati, ia menempuh pendidikan pasca sarjana di negeri Belanda, dengan program Master atas hasil kerjasama dua universitas, Hogeschool van Arnhem Nijmegen, Belanda dengan University of Hertfordshire, Inggris Raya. Dan dari program ini, ia mendapatkan ijasah dari University of Hertfordshire, Inggris Raya.

Sekembalinya dari Belanda, ia dipercaya memimpin tim migrasi sistem pembukuan penumpang dari perusahaan penerbangan PT. Merpati Nusantara Airlines. Dahulunya (CRS) - Computer Reservation System nya ditempatkan di salah satu perusahaan penerbangan di Indonesia dan dirasakan kurang optimal untuk pengembangan bisnis Merpati untuk ke depannya. Mengingat hal itu, maka dipandang perlu bahwasanya CRS Merpati berada di sebuah sistem yang tidak berpihak dan pemanfaatannya lebih optimal lagi untuk kemajuan Merpati maupun bangsa ini.

Anggota-2010.PNG Anggota-2011.PNG Anggota-2012.PNG Anggota-2013.PNG Anggota-2014.png Anggota-2015.png Anggota-2016.png Anggota-2017.png Anggota-2018.png Anggota-2019.png