Penutupan Papat Limpad 2012-2013

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Penutupan Papat Limpad 2012

Papat Limpad 2012 atau "Empat Terhebat" merupakan kompetisi menulis di Wikipedia Bahasa Jawa yang diiniasi oleh Wikimedia Indonesia dan berlangsung dari September 2012 hingga April 2013. Peserta yang mengikuti kompetisi ini sejumlah 350 mahasiswa dari 6 universitas yang berlokasi di Jakarta, Semarang, dan Yogyakarta. Keenam universitas tersebut adalah Universitas Negeri Semarang, IKIP PGRI Semarang, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Indonesia Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Kompetisi ini mengemban misi untuk menambah kontributor sukarelawan di Wikipedia Bahasa Jawa yang masih minim serta mendongkrak jumlah artikel ensiklopedis dalam jaringan dalam Bahasa Jawa. Kompetisi ini dapat terlaksana berkat dukungan dana dari Wikimedia Perancis, Wikimedia Swiss serta Wikimedia Indonesia sendiri. Di tahun 2013, pembaca Wikipedia Bahasa Jawa menjadi 1,5 juta orang per bulannya dengan persentase kontributor sebesar 6,7 persen dari seluruh kontributor yang menyunting dari Indonesia. Dari jumlah artikel, Papat Limpad 2012 berhasil menyumbangkan 2,800 artikel baru.


Penutupan Kompetisi

Pemenang Papat Limpad dan Kompetisi 500 Euro berfoto bersama.

Pertandingan yang dilakukan selama 7 bulan penuh diakhiri pada Sabtu, 8 Juni 2013 dengan digelarnya acara penutupan di Hotel UNY, Yogyakarta. Pada acara ini turut hadir Dekan Fakultas Seni dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta, Christian Sugiono selaku Duta Pengetahuan Bebas, Siska Doviana sebagai Ketua Umum Wikimedia Indonesia serta Nunung Martina yang menjabat sebagai Direktur Proyek Papat Limpad. Sesuai dengan namanya, empat orang peserta dengan nilai tertinggi yang berhasil menyelesaikan kompetisi dianugerahi komputer jinjing. Keempat orang pemenang tersebut secara urut dari pemenang pertama adalah Nur Hanifah Insani dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nofi Andari dari UNY, Doni Dwi Hartono dari UNY, serta Atif Nur Cahyani dari IKIP PGRI Semarang.

Kelestarian Basa Jawa sebagai salah satu budaya bangsa Indonesia menjadi suatu permasalahan yang beberapa kali disinggung selama acara penutupan berlangsung. Dalam kata sambutannya, Dekan Fakultas Seni dan Budaya UNY mengungkapkan bahwa Basa Jawa saat ini merupakan bahasa yang wajib digunakan dalam pembuatan skripsi oleh mahasiswa-mahasiswa jurusan sastra Jawa. Hal ini menurut beliau merupakan kemajuan karena sebelumnya, untuk jangka waktu yang cukup lama bahasa yang dipakai adalah Bahasa Indonesia. Beliau positif menyatakan bahwa Basa Jawa berada jauh dari kepunahan karena masih digunakan secara aktif setidaknya di kalangan akademis.

Di sisi lain, Direktur Proyek Papat Limpad Nunung Martina memiliki kekhawatiran bahwa Bahasa Jawa hanya akan berakhir di kalangan akademis saja karena adanya tuntutan untuk hal itu. Dalam kehidupan sehari-hari, semakin sedikit orang-orang Jawa yang menggunakan Bahasa Jawa untuk berinteraksi. Basa Jawa mulai ditinggalkan dan digantikan oleh Bahasa Indonesia. Menurutnya, hal ini terutama terjadi pada generasi muda yang sudah tidak diajarkan lagi untuk menggunakan bahasa daerah dalam lingkup keluarga meskipun memiliki orang tua yang fasih berbahasa Jawa. Hal ini meresahkan mengingat penutur Bahasa Jawa merupakan penutur bahasa daerah pertama terbesar di Indonesia.

Duta Pengetahuan Bebas Christian Sugiono menggaungkan hal yang sama dalam sambutannya. Ia menyatakan bahwa penutupan kompetisi ini bukanlah akhir dari perjuangan para peserta melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar, yaitu perjuangan melestarikan salah satu kekayaan budaya bangsa. Hal ini tidaklah mudah dan karenanya membutuhkan usaha gerilya dari anak-anak muda yang peduli dengan bahasanya sendiri. Hal ini disampaikannya setelah melihat bahwa dalam kompetisi ini permasalahan yang timbul bukanlah dari sisi penggunaan teknologi maupun media wiki yang sulit tetapi tidak terbiasanya peserta akan bahasa Jawa dalam bentuk tulisan. Christian menyatakan bahwa hal ini lumrah sebab bahasa tulisan dan bahasa lisan adalah dua bahasa yang berbeda sedangkan bahasa Jawa tulisan masih belum umum digunakan.

Pada akhirnya, pengayaan konten berbahasa Jawa di Wikipedia sebagai situs yang banyak dijadikan referensi informasi turut mempromosikan bahasa Jawa tertulis bagi masyarakat. Hal ini dapat membantu ketimpangan yang ada saat ini dimana bahasa Jawa lisan lebih banyak digunakan sedangkan minim sekali informasi yang tersedia dalam bahasa Jawa tertulis terutama di ranah digital.

Kompetisi 500 Euro

Di akhir masa kompetisi, diselenggarakan sebuah pertandingan yang paralel dengan Papat Limpad untuk memperebutkan hadiah berupa uang tunai sebesar 500 Euro. Hadiah serta kompetisi ini merupakan inisiatif dari Wikimedia Perancis yang menginginkan adanya artikel-artikel mengenai Perancis, baik mengenai budaya, politik, geografis, hiburan, dan lainnya, dituliskan juga dalam Basa Jawa. Selain diperuntukkan bagi peserta Papat Limpad yang masih bertahan, kompetisi 500 Euro ini juga terbuka bagi para panitia proyek Papat Limpad. Sebanyak 19 orang peserta memutuskan untuk mengikutinya. Pemenang kompetisi 500 Euro ikut diumumkan dan dirayakan pada momen penutupan Papat Limpad ini. Keluar sebagai pemenang terbaik berdasarkan keputusan Dewan Juri adalah Chafid Ibnu Abdillah dengan artikel Bordeauxnya.

Perayaan 10 tahun Wikipedia Bahasa Indonesia

Di tanggal 30 Mei 2013 yang lalu, Wikipedia Bahasa Indonesia merayakan hari jadinya yang kesepuluh. Sepuluh tahun telah berlalu sejak artikel Elektron dibuat dan menjadi artikel pertama sekaligus penanda lahirnya Wikipedia Bahasa Indonesia. Berkenaan dengan ini, pengurus Wikimedia Indonesia membawa beberapa cupcakes ke acara penutupan Papat Limpad agar dapat merayakan ulang tahun Wikipedia bersama dengan komunitas Wikipediawan Jawa.

Cupcakes Spesial 10 Tahun Wikipedia.

Sesi dengan Peserta Kompetisi

Setelah perayaan penutupan berakhir, para pemenang kompetisi dan peserta lainnya yang ikut datang berdiskusi dan berbagi dengan pengurus dan pengawas Wikimedia Indonesia yang hadir saat itu. Hampir seluruh pengurus Wikimedia Indonesia (Hendra Prastiawan, Ivonne Kristiani, dan Indra Utama) terbang dari Jakarta ke Yogyakarta untuk acara ini dengan tujuan bertemu dengan para finalis Papat Limpad 2012 dan bertanya langsung bagaimana mereka melihat kompetisi ini pada umumnya dan masa depan Wikipedia bahasa Jawa pada khususnya. Dalam sesi ini, peserta berbagi keluh kesah dan dengan senada menyatakan bahwa koneksi internet masih menjadi masalah utama yang menahan mereka menyunting Wikipedia. Panitia telah mengantisipasi hal ini dengan memberikan modem kepada peserta namun inisiatif ini menjadi salah sasaran karena peserta yang memiliki modem malah cenderung untuk tidak menyunting lagi. Peserta juga mengeluh mereka tidak dimonitor. Pada sesi statistik ada beberapa pertanyaan bagus dimana penyunting Wikipedia apakah sebaiknya menyunting hal hal populer agar jumlah pembaca naik, atau menyunting secara idealis. Statistik menunjukkan walaupun artikel populer mendongkrak banyaknya halaman dilihat, namun hal ini sementara, artikel tertinggi yang dicari oleh pembaca Wikipedia bahasa Jawa masih mengenai kebudayaan Jawa.

Chris Woodrich sebagai sukarelawan kontributor Wikipedia bahasa Inggris yang aktif menulis tentang Indonesia juga menyampaikan pendapatnya dimana mahasiswa seharusnya tidak sungkan untuk berkontribusi karena insentif untuk mereka adalah mereka mengetahui topik yang mereka tuliskan dengan lebih baik. Menurut Chris, insentif dari menyumbangkan pengetahuan kepada yang lain adalah bertambahnya pengetahuan untuk diri sendiri.