Sertifikasi Perwakilan Creative Commons Indonesia 2017/Laporan Akhir

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Proyek  Anggaran  Laporan Penggunaan Dana  Dokumentasi Kegiatan  Laporan Akhir

Temukan Creative Commons Indonesia Indonesia di Twitter @CC_ID Facebook: Creative Commons Indonesia Indonesia

Upaya

Proyek “Sertifikasi Perwakilan Creative Commons Indonesia” (CCID) adalah pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi untuk perwakilan CCID dari empat pulau terbesar di Indonesia. Harapannya sosialisasi lisensi Creative Commons (CC) dapat berlangsung dengan lebih efektif di masa depan dan menjangkau masyarakat Indonesia dalam skala yang lebih luas.

Proyek ini telah dimulai sejak Oktober 2011 dengan dukungan Wikimedia Indonesia (WMID) dan Ford Foundation. Pada periode hibah tersebut, CCID telah berhasil memprakarsai penerjemahan dan adaptasi lisensi CC 3.0 ke dalam yurisdiksi Indonesia dan meluncurkannya pada tanggal 10-11 November 2012, dilanjutkan dengan penerjemahan lisensi CC 4.0 ke dalam Bahasa Indonesia dan peluncurannya pada tanggal 14 Agustus 2015.

Sepanjang tahun 2016, kami berusaha untuk menjangkau komunitas, masyarakat, pengajar, dan pemerintah, serta menambah dan memperdalam pengetahuan mereka mengenai hak cipta dan lisensi CC. Institusi-institusi yang terlibat dalam proses sosialisasi tersebut antara lain adalah Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia (IGBJI), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indoensia (LIPI), dan institusi pendidikan seperti Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Brawijaya. Hasil lain dari upaya yang kami lakukan sepanjang tahun 2016 adalah dikecualikannya lisensi CC dan lisensi terbuka lainnya dari kewajiban pencatatan di bawah Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UU 28/2014), sehingga pengguna lisensi CC tidak perlu melalui proses panjang pendaftaran lisensi untuk memublikasikan ciptaannya. CCID juga telah tuntas melakukan penghitungan ciptaan berlisensi CC di Indonesia hingga sebanyak 12.144 ciptaan. Sebagai penutup proyek sebelumnya, CCID mengikutsertakan Konsultan Lisensi Proyek Creative Commons 2016 ke Creative Commons Global Summit 2017 di Toronto untuk mendapatkan informasi terkait proyek-proyek CCID yang akan datang.

Kami memandang perlu untuk melanjutkan proses sosialisasi penggunaan lisensi CC di Indonesia, membantu pencipta dalam mempertahankan hak ciptanya sambil sekaligus mengizinkan orang lain untuk menyalin, menyebarluaskan, dan menggunakan karya cipta sesuai dengan syarat yang diinginkan oleh pencipta tersebut.

Tujuan

Proses sosialisasi tentang lisensi CC merupakan pilar yang penting untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan masyarakat Indonesia akan pengetahuan tentang Lisensi CC. Salah satu tantangan dalam pelaksanaan sosialisasi lisensi CC adalah mengatasi terbatasnya sumber daya manusia dari CCID. Keterbatasan tersebut merupakan salah satu penghambat tim CCID untuk memenuhi permintaan sosialisasi lisensi CC dari berbagai daerah di Indonesia pada hibah sebelumnya. CCID akan menerapkan konsep Training of Trainers (ToT) yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi CCID dalam mengatasi keterbatasan sumber daya manusia dan persebaran pengetahuan terkait hak cipta dan lisensi CC di Indonesia. Dalam proyek perpanjangan ini CCID akan membuat persiapan terkait proyek tersebut dengan melakukan korespondensi bersama jaringan global Creative Commons untuk membuat penyesuaian dalam proyek Training of Trainers. Selain itu, CCID juga memanfaatkan jalur daring untuk melengkapi proses sosialisasi Lisensi CC di Indonesia. Kuesioner dan tes pengetahuan tentang hak cipta dan Lisensi CC juga akan disebarkan ke seribu pengguna internet di Indonesia untuk menjadi salah satu alat ukur tingkat pengetahuan masyarakat Indonesia tentang hal-hal terkait.

Indikator Keberhasilan

Berdasarkan penjabaran tujuan proyek di atas, hasil akhir yang diharapkan dari proyek ini adalah:

  1. 100 artikel di blog Creative Commons Indonesia dengan target lima ribu kunjungan (2017-2019)
  2. Tersebarnya kuesioner dan tes pengetahuan hak cipta dan lisensi CC ke seribu pengguna internet di Indonesia
  3. Terselenggaranya 12 lokakarya intensif lisensi Creative Commons dengan format Training of Trainers di wilayah timur dan barat Indonesia
  4. Indonesia memiliki 10 kontak ahli lisensi hak cipta CC

Pelaksanaan

100 artikel di blog Creative Commons Indonesia dengan target lima ribu kunjungan (2017-2019)

Dalam periode pelaporan ini, tim proyek berhasil menerbitkan 93 artikel melalui situs web Creative Commons Indonesia dari awal proyek hingga proyek ini ditutup. Artikel-artikel yang diterbitkan terdiri dari 4 jenis yaitu berita, laporan aktivitas, kabar komunitas, dan kajian. Tujuan dari penerbitan artikel-artikel ini ialah untuk menunjang peningkatan kesadaran masyarakat terhadap lisensi Creative Commons. Selama proyek berlangsung hingga proyek ditutup situs web Creative Commons Indonesia menerima 81.375 kunjungan dari 31.612 pengakses.

Tersebarnya kuesioner dan tes pengetahuan hak cipta dan lisensi CC ke seribu pengguna internet di Indonesia

Pada bulan Desember tahun 2017, tim proyek menyebarkan formulir kuisioner yang terdiri atas 10 pertanyaan mengenai hak cipta dan 7 pertanyaan tentang lisensi Creative Commons. Penyebaran kuisioner ini dimaksudkan untuk mengukur pengetahuan para responden terhadap kedua hal tersebut. Sejak penyebaran kuisioner dihentikan (Desember 2018), terdapat 1.369 yang mengisi kuisioner tersebut hingga selesai. Responden terdiri atas 606 responden dari barat Indonesia, 499 responden dari tengah Indonesia, dan 264 responden dari timur Indonesia (berdasarkan zona waktu Indonesia). Laporan survei ini dapat Anda akses di tautan berikut.

Terselenggaranya 12 lokakarya intensif lisensi Creative Commons dengan format Training of Trainers di wilayah timur dan barat Indonesia

Dalam periode pelaporan ini, terhitung sejak proyek ini dimulai (Mei 2017), tim proyek berhasil mengadakan atau menjadi bagian dari 52 diskusi, pelatihan, maupun format acara lainnya yang berkaitan dengan penyampaian materi tentang lisensi Creative Commons di lebih dari 25 kota di Indonesia. 9 dari 52 acara tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan misi 3 Training of Trainers Creative Commons Indonesia yang berupa tugas lapangan praktik sosialisasi. Daftar riwayat terperinci dapat Anda akses di tautan berikut.

Indonesia memiliki 10 kontak ahli lisensi hak cipta CC

Dalam periode pelaporan ini, tim proyek berhasil mengikutsertakan 9 orang dari berbagai latar belakang (7 orang dari barat Indonesia, 1 orang dari tengah Indonesia, dan 1 orang dari timur Indonesia) untuk ikut serta dalam pelatihan intensif CC Certificates. Kesembilan orang tersebut adalah orang-orang yang lolos dari 9 bulan proses penyisihan Training of Trainers Creative Commons Indonesia. Dari 9 peserta pelatihan intensif CC Certificates, terdapat 5 peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan intensif CC Certificates sampai selesai. 5 peserta ini kini telah resmi menjadi ahli lisensi Creative Commons bersertifikat dan terdaftar sebagai alumni pelatihan CC Certificates. Untuk menutupi kebutuhan 10 kontak ahli lisensi hak cipta Creative Commons, tim proyek menyiasatinya dengan membuat program beasiswa khusus yang diikuti oleh 5 orang yang dipilih oleh tim proyek untuk mengikuti pelatihan intensif CC Certificates pada bulan September-Desember 2019. Pada bulan Desember 2019, diperkirakan Indonesia akan memiliki 12 ahli lisensi hak cipta Creative Commons bersertifikat, termasuk 2 pengurus organisasi Creative Commons Indonesia.

Catatan

3 Peserta terbaik Training of Trainers Creative Commons Indonesia di Creative Commons Global Summit 2019

Foto bersama seluruh peserta diskusi terbuka Creative Commons Indonesia

Tahun ini, Creative Commons (CC) menyelenggarakan kembali CC Global Summit selama 3 hari (9-11 Mei 2019) di Lisbon, Portugal. Konferensi tahunan ini kembali mengundang peserta dari berbagai latar belakang dan kenegaraan mulai dari aktivis, pengacara, pengajar, akademisi, seniman, dan lain-lain untuk berkumpul dan saling berbagi pengetahuan tentang pemajuan penerapan lisensi terbuka. CCGS menyediakan berbagai sesi dengan tema yang beragam (126 macam lokakarya dan diskusi, termasuk pidato kunci), baik yang khusus disiapkan oleh CC maupun persembahan dari peserta untuk peserta. Creative Commons Indonesia (CCID) mengirimkan 5 orang perwakilan untuk menghadiri acara tersebut. 3 dari 5 perwakilan tersebut adalah 3 peserta terbaik CCID-ToT, yaitu para penerima beasiswa perjalanan untuk menghadiri CCGS 2019. Ketiga penerima beasiswa itu adalah Bhredipta Socarana (Jakarta), Siti Nurleili Marliana (Yogyakarta), dan Wahyu Setioko (Lombok).

Pengukuhan Kembali Creative Commons Indonesia Sebagai Perwakilan Resmi Creative Commons di Indonesia

Foto bersama seluruh peserta diskusi terbuka Creative Commons Indonesia

Pada tanggal 26 Januari 2019 lalu, Proyek Creative Commons Indonesia menyelenggarakan diskusi terbuka sebagai upaya merangkum usulan-usulan dari anggota komunitasnya, sekaligus mengukuhkan kembali Creative Commons Indonesia sebagai perwakilan resmi (local chapter) Creative Commons di Indonesia. Dengan mengetahui pertanyaan, permasalahan, dan usulan yang diungkapkan melalui forum ini, CCID berharap dapat semakin baik dalam berkiprah sebagai salah satu sistem pendukung (support system) bagi komunitas pengguna lisensi Creative Commons (lisensi CC) di Indonesia. Dalam pertemuan ini juga ditetapkan 2 (dua) pengurus CCID sebagai perwakilan resmi yaitu Fitriayu sebagai Chapter Lead dan Hilman Fathoni sebagai Global Network Council Representative. Pengampu kedua posisi ini ditentukan melalui proses pemungutan suara yang mengikutsertakan seluruh peserta diskusi terbuka.

Konsep chapter team meniadakan keberadaan perwakilan lokal sebagai badan hukum, dan menganjurkan bentuk komunitas. Dengan bentuk tersebut, diharapkan konsep keterbukaan chapter team dapat berjalan dengan baik. Siapapun dapat berkontribusi untuk chapter team, baik peserta diskusi dan yang bukan peserta, baik dari dalam maupun luar chapter team. Untuk melancarkan proses tersebut maka Creative Commons Global Network (CCGN) memandatkan agar prinsip keterbukaan diterapkan pada diskusi. Maksudnya adalah dengan mengajak siapapun yang berminat dengan CC, khususnya pihak-pihak yang ingin berkontribusi lebih melalui CC, baik secara luring maupun daring. Selanjutnya, perwakilan resmi lokal yang baru dibentuk diinstruksikan untuk mengirimkan seluruh dokumentasi diskusi terbuka kepada Network Manager dari CCGN. Selain itu, perwakilan lokal baru juga diwajibkan untuk membuka dokumentasi tersebut bagi seterbuka mungkin agar dapat diakses oleh semua orang.

Informasi lebih lanjut mengenai hal ini dapat diakses di tautan berikut.

Perpindahan Alamat Situs Web Organisasi Creative Commons Indonesia

Berdasarkan surel yang dikirimkan oleh Simeon Oriko (Manajer Jaringan, Creative Commons) pada 16 Maret 2019, Creative Commons Indonesia mendapatkan bantuan infrastruktur berupa situs web chapter team dari Creative Commons. Situs web ini nantinya akan digunakan untuk memublikasikan berbagai aktivitas Creative Commons Indonesia, kajian, sumber belajar, serta data-data strategis yang berkaitan dengan penerapan lisensi Creative Commons di Indonesia. Keputusan untuk memindahkan situs web ini juga didorong oleh penuhnya kapasistas penyimpanan data di situs web lama Creative Commons Indonesia. Selain itu, pemanfaatan infrastruktur ini juga membantu Creative Commons Indonesia memangkas ongkos biaya nama domain situs web dan biaya sewa tempat penyimpanan data. Meski pun begitu, nama domain serta situs web lama akan tetap dipertahankan sebagai arsip, dan segala publikasi terbaru dapat dilihat di situs web yang baru.

Situs web baru Creative Commons Indonesia

Beberapa Materi Komunikasi Selama Proyek Berlangsung

Berikut daftar materi komunikasi yang berhasil diproduksi oleh tim proyek selama proyek berlangsung: