Siaran pers/Koleksi Karya Jawa dan Melayu Lama Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya Kini Dapat Diakses Digital

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Siaran Pers

Untuk disebar-luaskan
Yogyakarta, 07 Desember 2015
"Koleksi Karya Jawa dan Melayu Lama Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya Kini Dapat Diakses Digital"

Wikimedia Indonesia bekerja sama dengan Museum Dewantara Kirti Griya memulai upaya digitalisasi Karya Jawa Cetak & Melayu Lama koleksi Museum Tamansiswa Dewantara pada bulan Mei 2015. Selama tujuh bulan, upaya ini telah berhasil mendigitalisasikan 12.004 lembar/halaman (dua belas ribu empat) halaman dari 100 (seratus) naskah cetak Jawa.

Sebanyak 42 (empat puluh dua) naskah dapat diakses secara bebas melalui internet dalam situs Wikimedia Commons (milik Wikimedia Foundation) karena masuk wilayah domain publik di Indonesia dan Amerika Serikat. Sebanyak 20 (dua puluh) naskah dapat diakses melalui situs Wikipedia bahasa Inggris (milik Wikimedia Foundation) karena masuk wilayah domain publik di Amerika Serikat, tetapi status hak ciptanya di Indonesia masih diragukan. Sebanyak 38 (tiga puluh delapan) naskah disimpan di dalam perpustakaan digital Wikimedia Indonesia karena dianggap masih memiliki hak cipta di Indonesia dan Amerika Serikat. Naskah yang sudah dapat diakses secara bebas dalam situs Wikimedia Commons diantaranya Serat Muhammad dan Serat Pustaka Raja.

Nyi Sri Mulyani salah satu pengurus Museum Dewantara Kirti Griya mengatakan bahwa upaya ini sudah sesuai dengan fungsi museum yang diantaranya merawat, melestarikan dan menginformasikan koleksi kepada masyarakat. Nyi Sri Mulyani juga berharap bahwa kerjasama ini tidak berhenti sampai disini, mungkin saja ada program lain yang dapat dipadukan dengan program yang dimiliki oleh Museum Dewantara Kirti Griya.

Sedangkan Christopher Allen Woodrich sebagai penanggung jawab proyek ini mengatakan sangat bangga karena sudah dapat membantu melestarikan sejarah dan kebudayaan Jawa, dan berharap kedepannya upaya ini dapat disosialisasikan ke masyarakat luas sehingga dapat berdampak nyata serta dapat mendigitalkan karya-karya Indonesia lainnya.

Prasetyo selaku Dewan pengawas dan pendiri Wikimedia Indonesia berpendapat bahwa kerjasama Wikimedia Indonesia dengan Museum Dewantara Kirti Griya dalam digitalisasi naskah merupakan langkah strategi bagi kepentingan preservasi ilmu dan budaya. Naskah dalam format digital akan lebih awet karena mudah disimpan dan diakses dari tempat berbeda tanpa menyentuh aslinya. Prasetyo juga menambahkan bahwa semangat berbagi ilmu pengetahuan melalui internet merupakan salah satu bentuk nyata dari upaya mencerdaskan bangsa, bahkan lebih jauh dapat mencerdaskan umat manusia karena luasnya jangkauan dan cakupan.

Proyek ini dirancang untuk mendigitalisasikan teks-teks berbahasa Jawa koleksi dari Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta, lalu menyebarluaskan hasil digitalisasi tersebut melalui media internet dengan harapan agar teks tersebut tetap lestari dan kertasnya tidak rusak karena dipegang oleh banyak tangan. Hasil dari proyek ini juga diharapkan akan membantu teks dibaca oleh masyarakat luas, serta peneliti dan peminat bahasa dan sastra Jawa, sehingga nilai kebudayaan teks dapat dilestarikan dan disosialisasikan.

Teks cetak sudah diproduksi di Nusantara sejak pertengahan abad ke-19, dan dapat ditemukan dalam pelbagai bahasa daerah. Karya-karya yang dicetak dalam periode itu, antara lain, karya-karya agung yang ditranskripsi dari naskah tulis dan diperjualbelikan untuk peminat bahasa, sastra, dan budaya daerah. Namun, karena cuaca Indonesia yang panas dan lembab, teks-teks cetak awal ini banyak yang mudah rusak dan mulai rapuh, sehingga banyak yang justru lebih terawat di Belanda. Kalaupun lembaga di Indonesia memiliki koleksi teks cetak awal, seringkali teks tersebut cukup rapuh, sehingga hanya bisa dibaca di tempat, dan harus sering dirawat. Oleh karena itu, teks cetak awal ini (yang merupakan saksi sejarah percetakan dan kebudayaan Indonesia) tidak dapat diakses dengan mudah, sehingga ajaran dan nilai budaya yang terkandung dalam teks-teks tersebut seakan hilang.

Salah satu lembaga yang memiliki koleksi teks cetak awal adalah Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya di Yogyakarta, yang mempunyai 800 teks berbahasa Jawa dan 328 teks berbahasa Melayu; sebagian besar buku ini merupakan warisan dari pendiri Taman Siswa, Ki Hadjar Dewantara. Teks-teks dalam koleksi Museum Tamansiswa Dewantara Kirti Griya sering digunakan oleh mahasiswa dan dosen di Yogyakarta untuk meneliti karya Jawa dan Melayu lama. Namun, pembacaan teks oleh pengunjung dapat merusak teks yang sudah tua dan sosialisasi keberadaan teks tersebut belum maksimal, sehingga masyarakat umum belum dapat mengakses teks dalam koleksi Museum. Oleh sebab itu, upaya digitalisasi koleksi -koleksi tersebut sangat dianggap perlu.

***SELESAI***

Untuk pertanyaan lebih lanjut silahkan hubungi Christopher Allen Woodrich, Penanggung Jawab Proyek melalui surel: chris.woodrich@wikimedia.or.id/ nomor ponsel: 081513794809