Siaran pers/ Ford Foundation Meluncurkan ‘Cipta Media Bersama’ Hibah Terbuka Untuk Publik Senilai Satu Juta Dolar AS

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian


Didukung oleh:



Siaran Pers

Untuk disebar-luaskan
Jakarta, 15 Juli 2011


Ford Foundation Meluncurkan ‘Cipta Media Bersama’ Hibah Terbuka Untuk Publik Senilai Satu Juta Dolar AS

Ford Foundation bersama tiga organisasi pendukungnya; Wikimedia Indonesia, ICT Watch dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia secara resmi meluncurkan "Cipta Media Bersama" di Jakarta, Jum'at, 15 Juli 2011. Hibah media terbuka untuk publik ini diharapkan mampu untuk dapat memunculkan inisiatif-inisiatif baru sebagai contoh terbaik yang dapat memperbaiki kondisi media di Indonesia. Empat topik yang digariskan sebagai pilihan permintaan hibah media termasuk (1) Meretas batas – Kebhinekaan bermedia; (2) Keadilan dan kesetaraan akses terhadap media; (3) Kebebasan dan etika bermedia; (4) Pemantauan media.

Hibah senilai satu juta dolar AS (setara dengan 8,5 milyar rupiah) ini pada seleksi awalnya akan melibatkan publik untuk memilih lima terbaik melalui situs web www.ciptamedia.org, sementara panitia yang berasal dari organisasi pendukung akan meneruskan dua puluh lima inisiatif terbaik pada Tim Penasihat dan Seleksi Akhir. Tim Penasihat dan Seleksi Akhir yang terdiri dari 9 (sembilan) ahli di bidang masing-masing akan menentukan inisiatif yang akan menerima hibah pada 7 November 2011.

David Hulse, Ford Foundation Country Representative dalam sambutannya menyatakan bahwa Ford Foundation menyadari bahwa apapun masalahnya ada satu benang penghubung yang mengikat persoalan-persoalan mendasar didunia yaitu keadilan sosial. Menurut David kebebasan berpendapat sangat mendasar dan kebutuhan yang sangat penting untuk dilindungi lebih dahulu daripada kebutuhan sandang, pangan dan papan. Heidi Arbuckle sebagai kepala bidang media Ford Foundation mengemukakan bahwa hibah ini diharapkan tidak saja untuk menciptakan inisiatif baru, namun juga mengajak masyarakat untuk ikut peduli tentang hak dan tanggung jawab mereka sebagai pengguna dan pelaku media.


Tokoh media Indonesia, Wimar Witoelar, yang dikenal kritis akan media mengajak publik untuk ikut berpikir bersama dan berpikir ulang terhadap kebijakan dan peraturan media lama apakah tepat untuk media baru dan praktek-praktek baru terhadap media kini. Onno Purbo menambahkan bahwa inisiatif ini akan dapat menjadi fondasi penting untuk mengubah paradigma masyarakat Indonesia dengan cara memberikan contoh terbaik.

* * SELESAI * *
  • Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi info at wikimedia.or.id.