Siaran pers/Kompetisi Pemetaan Digital OpenStreetMap Balikpapan Diluncurkan

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian




Siaran Pers

Untuk disebar-luaskan
Balikpapan, 1 Oktober 2015
Kompetisi Pemetaan Digital OpenStreetMap Balikpapan Diluncurkan


Wikimedia Indonesia bekerja sama dengan Humanitarian Open Street Map (HOT OSM) dan didanai oleh Making All Voices Count (MAVC) meluncurkan kompetisi Pemetaan Digital Open Street Map di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kompetisi pemetaan digital adalah kompetisi yang kedua kalinya dilaksanakan di Kalimantan Timur, kompetisi pertama dilaksanakan di Samarinda/ Tenggarong dan diikuti oleh 19 peserta dari tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Mulawarman, Politeknik Negeri Samarinda dan STMIK SPB Airlangga. Dari total peserta yang mengikuti pelatihan kompetisi hanya tujuh peserta yang berhasil menyelesaikan kompetisi dan mendapatkan sertifikat pengakuan. Kompetisi pertama dengan durasi 37 hari sangat menantang, karena jatuh pada bulan puasa (Juni) dan banyak diprotes karena para peserta harus turun langsung ke lapangan untuk memetakan objek-objek yang diminta, dan hal ini dirasa berat dilakukan saat berpuasa. Namun walaupun kondisi berat, kompetisi ini berhasil memetakan sebanyak 5025 bangunan dan 140 jalan. Jumlah ini mengalami peningkatan, sejak hanya 2.427 Bangunan di Bulan Juni sebelum kompetisi dimulai menjadi 12.478 di bulan Agustus setelah kompetisi selesai. Peserta pelatihan mengakui bahwa materi hari pertama merupakan materi yang sangat bermanfaat untuk membantu perkuliahan, ada juga yang berpendapat hasil pemetaan sangat dibutuhkan di Kalimantan Timur mengingat informasi tentang fasilitas umum sulit untuk didapatkan.

Obyek yang dipetakan adalah Fasilitas Pendidikan, Kesehatan, Sosial, dan diminta untuk diisikan informasi spesifik seperti Nama Objek, Alamat Objek, Kapasitas Objek, Jumlah Lantai, Tipe Objek tersebut misalnya objek tersebut adalah sekolah maka itu SD, SMP, SMA ataukah Pesantren, Kepemilikan Objek (milik Pemerintah atau swasta) dan rujukan URL/situs web yang memiliki informasi umum tentang objek tersebut. Rujukan tersebut akan dijadikan salah satu acuan oleh bot wikipedia dimana sebuah konsep artikel dibuat dengan memuat informasi koordinat OSM.

Siska Doviana, Ketua Umum Wikimedia Indonesia yang hadir saat penyerahan hadiah mengungkapkan bahwa hasil peta digital oleh masyarakat cukup menarik, diluar apa yang disyaratkan, terlihat bahwa peserta peduli mengenai perekonomian di Samarinda dan juga memetakan Bengkel Las Mugirejo, Toko Sembako Bude Yam, Kios Sayur Karliyah, Bengkel Motor Anto, Apotek, hingga tempat cuci mobil. Tidak seperti peta peta besar dan formal dan dingin, terlihat bahwa antara lokasi yang dipetakan dan yang memetakan terasa memiliki hubungan saling kenal yang kuat dan hangat.

Kompetisi pertama ini berhadiah total 7,5 juta rupiah dan berakhir dengan mendaulat 2 orang pemenang. Juara 1, Slamet Widodo dan Juara 2, Riska Riya Wati dari SPB Airlangga di bulan Agustus 2015. Siska berharap pemerintah provinsi, utamanya Gubernur Kalimantan Timur, turut mendukung upaya ini sehingga peta Kalimantan semakin lengkap dan dapat dimanfaatkan oleh semua.

***SELESAI***