WikiSelam/Laporan

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Temukan Wikimedia Indonesia di Twitter @wikimediaid Facebook: Wikimedia Indonesia

WikiSelam Anggaran Laporan Dokumentasi Aktivitas Laporan Penggunaan Dana

Didukung oleh

Ikhtisar

WikiSelam adalah proyek kerja sama antara Wikimedia Indonesia dengan Fisheries Diving Club (Klub Menyelam Jurusan Perikanan) Universitas Hasanuddin Makassar untuk melakukan perjalanan selam sekaligus mendokumentasikan biota laut yang ditemukan. Perjalanan selam ini dilakukan di Pulau Kapoposang, yang merupakan pulau terluar di Kepulauan Spermonde, dengan jarak tempuh sekitar 4 jam dari Pelabuhan Paotere, Makassar.

Analisis Masalah

Masalah yang ingin diatasi melalui proyek WikiSelam ini adalah kurangnya foto-foto ataupun dokumentasi mengenai biota laut Indonesia yang berlisensi bebas atau Creative Commons. Selain itu, artikel-artikel bertopik biota laut di Wikipedia Bahasa Indonesia juga masih sangat minim atau tidak ada. Kerja sama dengan komunitas tematik akan sangat baik untuk menambah konten-konten khusus yang sangat sulit untuk didapat tanpa mengandalkan kemampuan komunitas tersebut. Tidak setiap orang dapat menyelam dan memiliki lisensi selam, karena itu bekerja sama dengan komunitas selam akan dapat memperkaya ragam konten berlisensi bebas di situs-situs wiki.

Pelaksanaan Kegiatan

15 Agustus 2017 - Sosialisasi Creative Commons

Keselurahan acara berlangsung selama 3 hari berturut-turut dan dimulai dengan pengenalan Wikimedia & Wikipedia serta sosialisasi lisensi Creative Commons bagi peserta. Sosialisasi ini diadakan di ruang rapat jurusan perikanan, Unhas, dan dihadiri oleh 30 orang yang terdiri dari peserta, panitia, anggota FDC, dan mahasiswa Unhas. Acara secara formal dibuka oleh perwakilan dari Universitas Hasanuddin, Ketua FDC, dan Wakil Ketua Wikimedia Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan mengenalkan perkumpulan Wikimedia Indonesia oleh Ivonne Kristiani. Acara utamanya dibawakan oleh Hilman Fathoni dari Creative Commons Indonesia. Hilman memberikan pemaparan mengenai apa itu lisensi Creative Commons, bagaimana menggunakannya, serta memberikan pengenalan terhadap platform Wikimedia Commons. Kemudian, salah satu peserta WikiSelam, Mudasir Zainudin, diminta untuk memberikan tips mengenai fotografi bawah laut. Acara lalu diakhiri dengan pengarahan oleh FDC mengenai persiapan perjalanan esok hari ke Pulau Kapoposang serta pembagian kelompok selam.

16-17 Agustus 2017 - Perjalanan Selam di Pulau Kapoposang

Keesokan harinya seluruh peserta berkumpul pagi-pagi di Pelabuhan Paotere untuk menyebrang dengan kapal kayu ke Pulau Kapoposang. Pulau ini berjarak sekitar 4 jam perjalanan dari Makassar. Sesampainya di sana, kami langsung disambut oleh keluarga kepala desa yang rumahnya kami gunakan juga untuk menginap. Mereka menyediakan juga makan siang, makan malam, dan kudapan untuk para peserta. Seusai makan siang, peserta langsung menaiki kapal lagi untuk menuju ke titik selam pertama, yaitu Tanjung 02. Peserta telah dibagi menjadi dua kelompok selam dan langsung terjun untuk mencari foto. Kami menghabiskan beberapa jam di titik selam yang pertama sebelum beralih ke titik selam kedua, yang disebut "aquarium". Setelah puas menyelam peserta pun kembali ke daratan untuk beristirahat dan makan malam. Malam harinya, beberapa peserta masih ingin menyelam malam (night dive) karena biota sedang tenang dan karenanya lebih mudah mengambil fotonya. Karena itu mereka pun menyelam lagi di malam hari.

Pada 17 Agustus, sebelum kembali ke Makassar, ada permintaan khusus dari kepala desa setempat untuk mengadakan upacara bendera di bawah laut dibantu oleh teman-teman dari FDC Unhas. Oleh karena itu, pagi itu teman-teman mengadakan upacara terlebih dahulu dan mengambil dokumentasinya sebelum akhirnya pulang setelah makan siang.

17 Agustus 2017 - Lokakarya Wikimedia Commons

Seluruh peserta tiba kembali di Pelabuhan Paotere sekitar pukul 18.00 WITA. Agenda hari itu adalah lokakarya pengunggahan foto-foto yang telah mereka ambil ke Wikimedia Commons. Kami membuat janji dengan para peserta untuk berkumpul kembali di Café Mang Uwo pada pkl.20.00 WITA untuk mulai lokakarya. Sesampainya di Mang Uwo, para peserta pertama-tama diminta untuk masuk log ke akun wiki masing-masing yang telah mereka buat sebelumnya. Kemudian, mereka pun diajarkan cara mengunggah foto-foto mereka ke Commons, menambah deskripsi dan kategori. Beberapa peserta bahkan ingin mengunggah foto-foto koleksi mereka sebelumnya. Walaupun hari sudah malam, para peserta masih sangat antusias mendiskusikan identifikasi biota laut. Akhirnya, acara selesai pada pukul 01.00 pagi. Di akhir acara, diberikan kenang-kenangan berupa buku Creative Commons kepada lima orang yang mengunggah paling banyak ketika itu. Kemudian, apabila mereka mengunggah minimal 10 foto maka mereka akan dikirimkan sertifikat partisipasi. Sebagian peserta masih ingin mengunggah foto lagi setelah lokakarya karena masih ada foto yang harus diperbaiki lewat pascaproduksi.

Peserta menyelam mencari biota laut untuk difoto.
Salah satu peserta bergaya saat menyelam.
Bendera WMID di kedalaman laut.
Pengibaran bendera merah putih di bawah laut.

Evaluasi Pelaksanaan dan Hasil

Hasil yang Dicapai

Total ada 150 berkas foto yang diunggah ke Wikimedia Commons sebagai bagian dari proyek WikiSelam per 22 September 2018. Selain mengunggah foto-foto yang diambil selama perjalanan selam di Pulau Kapoposang, beberapa peserta juga mengunggah foto-foto biota laut lainnya koleksi mereka pribadi yang diambil di berbagai pulau di Sulawesi yang telah mereka kunjungi, seperti di Pulau Buton, Pulau Samalona, dan Pulau Barrang Lompo. Tidak hanya itu, salah satu peserta ada juga yang mengunggah foto serangga koleksinya. Untuk memudahkan melacak foto yang diunggah peserta, semua foto tersebut diberikan kategori "WikiSelam Project". Semua foto yang telah diunggah dan pengguna peserta dapat dilihat di halaman ini.

Membandingkan dengan target hasil di awal proyek, pencapaian proyek ini adalah:

  1. Telah menambah 150 foto biota laut Indonesia di Wikimedia Commons (target: 100 foto).
  2. Telah menambah 111 foto di bawah kategori “Marine animals of Indonesia” (target: 100 foto).
  3. Telah menambah 16 pengguna baru (target: 12 pengguna baru).

Beberapa foto yang diunggah:

Ikan giru.
Rhopalea crassa.
Penyu.
Tridacna crocea.

Hambatan dan Tantangan

Hambatan kecil yang ditemui antara lain adalah adanya peserta yang tidak memakai filter untuk kameranya sehingga hasil foto yang diambil di kedalaman lebih dari 20 meter warnanya menjadi tidak tajam atau tidak baik. Sebenarnya hal ini dapat diperbaiki di pascaproduksi tetapi membutuhkan waktu dan ketrampilan menggunakan piranti lunak seperti Photoshop. Selain itu, mengambil foto di bawah laut tidaklah sama dengan foto di darat, dibutuhkan ketrampilan untuk menyeimbangkan antara mengapung dan memegang kamera, juga harus bisa mengambil momen yang tetap untuk mengabadikan ikan-ikan yang berenang melewatinya. Namun, karena hampir seluruh peserta adalah penyelam yang berlisensi dan memiliki jam selam yang tinggi maka hal tersebut dapat mereka atasi.

Sementara itu, tantangan yang dihadapi ditemukan ketika peserta dikenalkan dengan lisensi Creative Commons dan diajarkan mengunggah foto mereka ke Wikimedia Commons. Peserta masih belum akrab dengan konsep berbagi atau dengan lisensi bebas. Karena mungkin terbiasa dengan ranah komersil, mereka cenderung mempertanyakan apa manfaatnya menggunakan lisensi CC. Tetapi setelah menerima paparan dari Hilman Fathoni, mereka mulai mengerti akan pendekatan lisensi CC yang berbeda. Setelah mereka memahami dan mau berbagi, tantangan selanjutnya adalah menemukan model pengakuan untuk kontribusi mereka. Sesudah berbagi mereka bertanya, bagaimana caranya mengetahui kalau foto mereka telah dipakai oleh orang lain. Juga, apakah ada mekanisme yang mengapresiasi mereka setelah mencapai jumlah unggahan yang signifikan, misalnya 50 atau 100. Sayangnya, memang belum ada fitur Wikimedia Commons yang secara langsung menjawab kedua hal ini karena kendala teknis. Penggunaan foto, misalnya, hanya dapat diketahui apabila digunakan di wiki karena penggunaan selain itu akan susah untuk dilacak.

Untuk mengatasi hal ini, Wikimedia Indonesia berinisiatif melakukan apa yang bisa dilakukan dalam kapasitasnya untuk dapat mendorong mereka mengunggah lebih lagi dan memberikan apresiasi bagi yang telah menggungah. Karena itu, di akhir lokakarya Commons diberikan hadiah berupa buku Creative Commons karya Till Kreutzer kepada lima pengunggah terbanyak saat itu. Kemudian, bagi yang telah mengunggah minimal 10 foto akan mendapatkan sertifikat partisipasi. Juga, beberapa foto yang baik diunggah di akun media sosial Wikimedia Indonesia dengan mengapresiasi pengambil fotonya.

Pelajaran yang Didapat

Merupakan hal yang penting untuk dapat berkolaborasi ataupun mengenalkan proyek-proyek Wiki dan semangat berbaginya dengan komunitas atau kelompok khusus yang memiliki ilmu atau arsip tetapi belum membagikannya di wiki. Dalam hal proyek WikiSelam, komunitas penyelam atau peneliti kelautan dalam aktivitas mereka sering sekali mengambil foto-foto biota laut yang mereka temui. Akan tetapi, foto-foto tersebut selama ini hanya mereka simpan sendiri sebagai koleksi pribadi atau diunggah di akun media sosial masing-masing dengan dibubuhkan tanda air. Dengan adanya sosialisasi kepada komunitas-komunitas khusus seperti ini, maka dapat membuka akses publik tidak hanya pada arsip atau koleksi lama mereka tetapi juga pada koleksi-koleksi foto yang di masa depan akan mereka ambil.

Rekomendasi

Dengan adanya penambahan 150 foto-foto biota laut yang berlisensi bebas, langkah selanjutnya adalah membuat ataupun melengkapi artikel-artikel tentang biota laut tersebut yang sebagian besar belum dibuat atau masih minim di Wikipedia Bahasa Indonesia. Hingga laporan ini dibuat, taxobox di Wikipedia Bahasa Indonesia juga masih banyak yang belum dibuat.

Materi Komunikasi