Wikimedia Cipta/Pijar Teologi 2011/Laporan

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
EnglishBahasa Indonesia



Laporan Proyek Pijar Teologi 2011

Pijar Teologi adalah ajang kompetisi menulis bertemakan artikel-artikel teologi di situs Wikipedia Bahasa Indonesia yang digagas untuk diadakan di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta. Proyek ini bekerja sama dengan Wikimedia dalam rangka menyukseskan visi Wikimedia untuk “membebaskan pengetahuan” sehingga pengetahuan dapat dinikmati oleh semua orang secara gratis.

Pijar Teologi digagas sebagai upaya terintegrasi untuk merangsang minat penulis artikel-artikel pengetahuan seputar teologi yang berkualitas dalam bahasa Indonesia sehingga masyarakat umum, dan secara khusus warga gereja, dapat mengaksesnya melalui situs Wikipedia Bahasa Indonesia. Selain itu, diharapkan melalui proyek ini jumlah pengguna-pengguna aktif baru dan juga jumlah pembaca artikel-artikel yang berhubungan dengan teologi dan kekristenan dapat bertambah.

Rencana

Sasaran awal kami sebagai ukuran dari tercapainya tujuan di atas adalah:

  • terdapat 70 orang peserta, yang merupakan mahasiswa-mahasiswi STT Jakarta dari semua strata
  • di akhir kompetisi tersisa 30 orang peserta
  • terdapat 500 judul baru mengenai artikel seputar teologi di situs Wikipedia Bahasa Indonesia.

Untuk itu, pertama-tama panitia menghubungi pihak STT Jakarta sejak bulan Januari untuk membicarakan kemungkinan kerja sama proyek ini, dan ternyata pihak STT Jakarta menyambut baik ide Pijar Teologi 2011 ini.

Setelah itu, pada bulan Februari panitia mulai melakukan sosialisasi untuk menjaring peserta melalui penempelan poster dan banner, pemberitahuan dan pendataan calon peserta ke kelas-kelas mahasiswi/a secara langsung, melalui situs jejaring sosial, dan juga pendekatan pribadi. Kemudian panitia menyediakan tiga kali pelatihan selama tiga hari berturut-turut sebelum kompetisi dimulai, yakni tanggal 21-23 Februari guna mempersiapkan peserta dalam berkompetisi. Di dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapat pelatihan awal mengenai tata cara menulis di Wikipedia yang bagi pemula tampak “menyulitkan”.

Selain itu, untuk menjaga kualitas dari artikel-artikel yang dibuat peserta, panitia meminta tiga orang juri untuk melakukan penilaian terhadap beberapa artikel yang dibuat peserta. Dua orang dari juri adalah Pdt. Joas Adiprasetya dan Pdt. Stephen Suleeman, dan satu orang lagi adalah Bpk. Aswian Editri yang non-Kristen sehingga diharapkan dapat menilai netralitas tulisan peserta.

Kompetisi ini dirancang berjenjang selama 72 hari, di mana tingkat tantangan akan semakin sulit bagi para peserta. Pada akhirnya pemenang sebenarnya dari kompetisi ini adalah dengan ditemukannya sukarelawan/wati sejati yang menyadari bahwa hasratnya untuk berkompetisi bukan semata-mata hadiah yang ditawarkan tetapi kesadaran bahwa menulis adalah bakatnya, bagian dari hidupnya, dan pengetahuan dapat menjadi berkah untuk semua orang serta lebih berharga bila dibebaskan.

Implementasi

Dalam implementasinya, dua dari sasaran awal yang panitia tetapkan tidak tercapai, yakni poin (1) dan (2). Hal ini dikarenakan jumlah calon peserta yang mengikuti pelatihan dan menjadi peserta hanya berjumlah 59 orang, dan jumlah peserta yang menyelesaikan kompetisi berjumlah 23 orang. Bila dihitung secara prosentase, maka prosentase keberhasilan peserta yang mengikuti hingga selesai adalah 38,98 %. Pada kompetisi Bebaskan Pengetahuan yang digagas oleh Wikimedia pada tahun 2010 dan melibatkan 10 kampus, termasuk STT Jakarta, ada 90 peserta dan yang berhasil menyelesaikan hanya 17 orang. Artinya prosentase keberhasilan di kompetisi Bebaskan Pengetahuan adalah 18,88 %.

Selanjutnya, untuk poin (3) tentang bertambahnya jumlah artikel seputar teologi minimal 500 artikel, panitia mencatat para peserta, termasuk yang gugur, telah menghasilkan lebih dari 750 artikel panjang dan pendek dengan kualitas yang baik. Jumlah tersebut tidak seluruhnya merupakan artikel baru, melainkan artikel rintisan maupun artikel panjang yang sudah ada sebelumnya di situs Wikipedia lalu diperbaiki oleh para peserta.

Penilaian yang dilakukan oleh juri menunjukkan bahwa beberapa peserta memiliki kemampuan menulis yang sangat baik sehingga artikel yang dihasilkannya memiliki kualitas yang tinggi. Hingga penilaian putaran tiga, memang masih ada peserta yang kualitas tulisannya bernilai “cukup” namun kompetisi ini memang dimaksudkan juga sebagai ajang pelatihan calon kontributor bagi Wikipedia bahasa Indonesia sehingga untuk langkah awal semua peserta yang lolos maupun yang gugur telah memiliki kemampuan dasar untuk menjadi kontributor. Diharapkan di waktu-waktu ke depan, para peserta terus mengasah diri untuk menulis dengan lebih baik.

Pada pertengahan kompetisi, panitia mulai merencanakan sosialisasi ke gereja-gereja melalui poster dan laman web yang dibuat khusus mengenai Pijar Teologi 2011. Hal ini dikarenakan panitia ingin melihat dulu artikel-artikel yang dihasilkan dari kompetisi ini sebelum melakukan sosialisasi. Selain itu, bergabung pula BPK Gunung Mulia dan Majalah Inspirasi sebagai mitra media dari proyek ini. BPK, melalui akun Facebook renungan harian ‘Saat Teduh’ melakukan publikasi secara berkala ke khalayak umum. Dalam catatan panitia, setiap kali pranala untuk artikel dibagikan di akun mereka, ada lebih dari 100 orang yang menyatakan apresiasi. Sedangkan Majalah Inspirasi bulan Mei, dan direncanakan juga Juni, memuat berita tentang proyek Pijar Teologi.

Mengenai dana, proyek ini direncanakan akan menghabiskan dana senilai total Rp. 61.200.000. Pemberi dana menurut rencana semula adalah Wikimedia Foundation dan Sekolah Tinggi Teologi Jakarta. Akan tetapi, ketika kompetisi telah berlangsung, kami mendapat berita bahwa Wikimedia Foundation hanya bersedia memberi dana setengah dari permintaan panitia, yakni $ 2400. Karena itulah, Wikimedia Indonesia kemudian menutup kekurangan dana yang diperlukan, yakni sekitar Rp. 21.000.000. Selain itu, panitia mencari dana tambahan guna membeli kaos dan juga memberi hadiah tambahan bagi peserta. Panitia berhasil mendapatkan dana sebesar Rp. 4.500.000 yakni sebesar Rp. 2.000.000 dari GKI Muara Karang dan Rp. 2.500.000 dari pribadi yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pembelajaran

Adapun pembelajaran yang dilihat oleh kami dari proyek ini adalah sebagai berikut:

  1. Sasaran poin (1) dan (2) terlalu tinggi untuk dijangkau. Jumlah mahasiswa strata 1 (strata 2 dan 3 tidak dihitung karena waktu perkuliahan tidak menentu) kurang lebih 200 orang ditambah ada satu angkatan yang sedang menyelesaikan skripsi. Jumlah 70 orang berarti 30% dari seluruh calon peserta. Padahal tidak semua calon peserta memiliki minat untuk menulis.
  2. Proyek kali ini dilakukan di satu kampus (Sekolah Tinggi, bukan Universitas) dan merupakan proyek rintisan. Memilih peserta hanya dari satu kampus ada kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kelebihannya, panitia mengenal masing-masing peserta sehingga dapat melakukan pendekatan personal baik dalam memotivasi maupun dalam memberikan pelatihan tambahan. Selain itu, lingkup juga mengecil sehingga praktis dalam memberikan informasi dan melakukan pengawasan. Di sisi lain, kekurangan yang utama adalah jumlah peserta yang berkualitas menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan kompetisi yang melibatkan banyak kampus seperti Bebaskan Pengetahuan. Hal ini dikarenakan para peserta utusan dari masing-masing kampus telah diseleksi terlebih dulu, berbeda dengan Pijar Teologi yang menjaring peserta berdasarkan minat.
  3. Pemilahan waktu yang dilakukan panitia kurang tepat untuk mendorong peningkatan jumlah artikel. Pada waktu kompetisi Bebaskan Pengetahuan yang lalu, waktu putaran ketiga di mana diwajibkan artikel rintisan, adalah 30 hari sedangkan di Pijar Teologi hanya 21 hari. Maksud awal kami memberikan periode yang panjang (30 hari) untuk membuat artikel panjang di putaran kedua supaya para peserta memiliki waktu yang lebih banyak untuk belajar menulis di Wikipedia. Akan tetapi, ternyata banyak peserta yang tetap membuat artikel dalam periode waktu yang sempit (2-3 hari sebelum batas akhir) sehingga periode yang panjang tersebut menjadi kurang efektif dan lebih baik jika digunakan di putaran tiga untuk menulis artikel rintisan.
  4. Mengenai mitra media, pihak mereka tidak memberikan kontribusi yang banyak selain promosi dan publikasi karena mereka tidak dilibatkan sejak awal proyek. Pelajaran bagi panitia adalah seharusnya kami meminta sponsor dan mitra media sebelum kompetisi. Akan tetapi, keterlambatan panitia disebabkan panitia ragu akan hasil peserta sehingga menunggu dulu ketika hasil dari kompetisi sudah ada dan siap dipublikasikan. Meskipun demikian, para mitra media menyatakan bahwa proyek ini menarik dan bersedia menjadi sponsor untuk proyek lainnya asalkan dilibatkan sejak perencanaan.
  5. Publikasi artikel-artikel yang dibuat peserta ke gereja-gereja wilayah Jabodetabek belum diketahui hasilnya. Sementara ini baru ada beberapa gereja yang merespons positif. Ada kemungkinan juga poster dan surat permintaan tidak sampai atau direspons tanpa memberitahukan panitia. Publikasi di toko buku BPK Gunung Mulia dan majalah Inspirasi sudah dilakukan. Sisanya adalah publikasi melalui situs jejaring sosial.
  6. Berkaitan dengan publikasi, spanduk yang kami buat kurang besar sehingga kurang terlihat dari jarak jauh.
  7. Materi komunikasi dalam bentuk power point yang dicetak dan dibagikan kepada peserta saat pelatihan tidak terlalu efektif. Pendekatan pembelajaran kepada peserta mestinya learning by doing yang kami praktikkan dalam tiga kali pelatihan. Itupun masih banyak peserta yang perlu dibimbing selama masa kompetisi.

Keberhasilan

Menurut panitia, proyek Pijar Teologi dapat dikatakan berhasil, berikut ukuran keberhasilan:

  1. Pelatihan yang dilakukan tiga hari berturut-turut memang menguras tenaga panitia namun dirasakan lebih efektif bagi para peserta untuk memahami dasar-dasar menulis di Wikipedia.
  2. Selama masa kompetisi, jumlah pengguna sangat aktif bertambah menjadi 60 orang dari sebelumnya 30 orang. Artinya terjadi pertambahan sebesar 100 persen.
  3. Jumlah artikel yang mencapai 750 merupakan bukti lainnya. Padahal target panitia hanyalah 500 artikel.
  4. Para peserta menikmati proses kompetisi ini dan beberapa mengatakan supaya kompetisi serupa diadakan lagi pada semester berikutnya. Selain itu, beberapa peserta juga mengakui bahwa mereka menemukan bahwa minat mereka adalah menulis.
  5. Pembantu Ketua III, dalam pertemuan pasca kompetisi, mengatakan bahwa pihak STT Jakarta puas dengan kerja sama ini dan diharapkan ada kerja sama lagi untuk proyek seperti ini.
  6. Panitia berhasil mendapatkan dana tambahan sebesar Rp. 4.500.000 dari sumbangan tidak terikat yang digunakan untuk membeli dua buah netbook tambahan untuk peringkat 4 dan 5, serta untuk membeli kaos untuk kenang-kenangan.
  7. Sebagai panitia, kami merasa senang dalam mengurus proyek ini kendati waktu persiapan yang sempit (bulan Januari-Februari) serta prosesnya selama 72 hari membuat kami merasa lelah. Uang kompensasi yang panitia terima secara jujur tidaklah menutup tenaga dan pikiran yang kami keluarkan. Karena itulah, panitia memang bukan dibayar secara profesional melainkan tetap dianggap bekerja sukarela. Akan tetapi, kelelahan dan kerja kami terbayar dengan berhasilnya proyek ini dan melihat bagaimana antusiasme para peserta. Secara jujur, kami sebagai bagian dari STT Jakarta mengharapkan bahwa proyek ini dapat menjadi sarana pembelajaran bagi para mahasiswa/i yang ada sehingga kemampuan mereka semakin terasah. Terlebih lagi. pihak Wikimedia juga puas dengan hasil yang dicapai kompetisi ini sehingga panitia turut bersukacita. Ditambah lagi, panitia merasa beruntung mendapat pelajaran gratis dari Wikimedia tentang cara mengelola proyek sehingga kami mendapat peningkatan kemampuan dalam banyak hal.