Wikimedia Cipta Jakarta/Pertemuan koordinasi/Laporan

Dari Wikimedia Indonesia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
EnglishBahasa Indonesia


Pertemuan Koordinasi

Pertemuaan koordinasi adalah pertemuan-pertemuan yang terjadi pada saat kemungkinan proyek dieksplorasi. Pertemuan-pertemuan ini banyak terjdi pada tingkat informal. Tidak semua pertemuan sukses, namun sebagai pembelajaran WMID ingin setiap kejadian tercatat. Beberapa pertemuan berhasil membuahkan proyek sukses berawal dari banyaknya pertemuan koordinasi.

Tujuan

Pada awal Proyek Wikimedia Cipta diluncurkan, tidak ada niat untuk membuat pertemuan koordinasi sebagai proyek mandiri. Namun dalam prakteknya, pertemuan koordinasi ini seringkali bukan menjadi bagian dari kelas menulis ataupun kelas proyek dan tidak dapat dikategorikan kedalam salah satu proyek. Sehingga tiga aktifitas berbeda yang terjadi dalam Wikimedia Cipta Jakarta adalah Kelas Proyek (peserta terbatas berdasarkan kehadiran sebelumnya), Kelas Menulis (untuk publik), dan Pertemuan koordinasi (dengan perjanjian mulai dari pertemuan 2 orang hingga lebih untuk bertukar ide proyek ataupun identifikasi kemungkinan-kemungkinan sumberdaya untuk melakukan proyek).

Pertemuan-pertemuan ini merujuk pada tujuan awal Wikimedia Cipta Jakarta, yaitu untuk:

  • Mengidentifikasi sukarelawan-sukarelawan untuk memulai dan mengimplementasikan proyek
  • Mengidentifikasi proyek-proyek potensial
  • Mengidentifikasi bantuan profesional dan kontak-kontak dari luar dengan pengalaman mereka untuk hal yang serupa
  • Mengidentifkasi organisasi potensial eksternal untuk berkolaborasi melakukan proyek.

Aktifitas

Pertemuan koordinasi untuk Wikimedia Cipta berlangsung pada awal Desember 2010 hingga Desember 2011 dan mendukung sekitar 50 pertemuan yang terjadi dalam bentang waktu ini.

Pertemuan-pertemuan ini terdiri dari:

  1. Perekrutan
    1. Direktur - direktur proyek
    2. Administrasi pusat
    3. Spesialis-spesialis untuk melakukan pelatihan dalam kelas-kelas proyek
  2. Diskusi-diskusi kemungkinan proyek, persiapannya, dan monitoring
  3. Pelatihan dan persiapan kelas proyek
  4. Survey lokasi
  5. Dukungan pada komunitas sumber terbuka lainnya (Peluncuran Firefox)
  6. Pertemuan admin proyek
  7. Diskusi materi komunikasi untuk bahan ajar/ latih.

Pembelajaran

  • Pertemuan-pertemuan koordinasi adalah aktifitas yang mengambil dana terbesar kedua setelah infrastruktur proyek, walaupun begitu kami percaya bahwa pertemuan-pertemuan ini perlu dilakukan sebagai lab penciptaan proyek. Saat mempertimbangkan pertemuan antar sukarelawan dan peningkatan kapasitas, aktifitas ini tergolong sangat berhasil. Namun apabila mempertimbangkan perekrutan spesialis dan profesional untuk melakukan pelatihan maka aktifitas ini gagal. Banyak profesional mengungkapkan ketertarikan namun tidak berkomitmen dalam waktu untuk mempelajari "wiki" dan aliran yang terjadi pada saat proyek terjadi.
  • Kami mencatat bahwa pertemuan-pertemuan perlu dilakukan untuk membangun ketertarikan, keterikatan, dan penyesuaian harapan. Seringkali ide banyak yang bagus, namun terkadang banyak juga yang tidak realistis menimbang waktu yang disediakan untuk melakukannya tidak banyak. Di saat lain banyak orang tidak bersedia untuk mengambil resiko dalam melakukannya dan pertemuan tetap berjalan baik tanpa membuahkan sesuatu.
  • Kami juga mencatat bahwa walaupun pertemuan-pertemuan ini diumumkan secara teratur melalui saluran komunitas seperti warung kopi, kelompok surat, pemberitahuan wikipedia, tidak banyak orang yang tertarik untuk datang dari komunitas internal. Proyek yang diidentifikasi sebagai "berhasil" banyak terjadi dari individu-individu yang berada diluar lingkaran komunitas, setelah mereka diperkenalkan pada nilai-nilai gerakan terbuka dan diinformasikan akan standar-standar pertanggungjawaban proyek.
  • Proyek-proyek yang berhasil ditelurkan menggunakan dana pertemuan koordinasi adalah Papat Limpad, Sundapedia 2011, dan Proyek Wikimedia Lontar (antar pelatihnya).
  • Pelajaran: pertemuan-pertemuan ini tidak mungkin dilakukan menggunakan dana sukarelawan, selain itu hampir seluruhnya pertemuan-pertemuan ini bukan merupakan pertemuan sosial.